Jateng

Muhammadiyah Kudus Siap Gelar Shalat Idul Fitri 2026 di 36 Titik, Cek Lokasi Terdekat!

Theo Adi Pratama | 19 Maret 2026, 10:26 WIB
Muhammadiyah Kudus Siap Gelar Shalat Idul Fitri 2026 di 36 Titik, Cek Lokasi Terdekat!

JATENG.AKURAT.CO, Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah merilis daftar lengkap lokasi pelaksanaan shalat Ied.

Berdasarkan maklumat resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, PDM Kudus menyiapkan tidak kurang dari 36 titik strategis yang tersebar di berbagai kecamatan .

Langkah ini diambil untuk memudahkan warga memilih lokasi terdekat dari tempat tinggal mereka sehingga dapat beribadah dengan khusyuk tanpa harus berdesakan.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri di seluruh titik tersebut dijadwalkan serentak pada pukul 06.00 WIB.

Keputusan ini mengacu pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal serta prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) .

Baca Juga: Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar Hari Ini, Simak Jadwal dan Link Live Streaming Resmi dari Kemenag

Tersebar di Seluruh Penjuru Kudus

Lokasi shalat Ied yang disiapkan sangat beragam, mulai dari GOR, lapangan sepak bola, halaman perguruan tinggi, hingga area parkir pusat perbelanjaan.

Hal ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan kemudahan akses bagi seluruh jemaah.

Berikut adalah daftar lengkap 36 titik lokasi shalat Idul Fitri Muhammadiyah se-Kabupaten Kudus :

  1. GOR Wergu Wetan

  2. Halaman Swalayan ADA Kudus

  3. Lapangan Desa Rendeng

  4. Halaman Madin Darul Falah, Krandon

  5. Halaman Ponpes Muhammadiyah Singocandi

  6. Halaman TPQ At-Taqwa, Purwosari

  7. Lapangan Desa Klumpit

  8. Lapangan Sepak Bola Desa Jurang

  9. Lapangan Sepak Bola Desa Gribig

  10. Lapangan Sepak Bola Desa Besito

  11. Lapangan Olahraga Desa Kedungsari

  12. Lapangan Sepak Bola "Sipengkok" Getassrabi

  13. Lapangan Sepak Bola Desa Karangmalang

  14. Lapangan Sepak Bola RW 8 Karangmalang

  15. Lapangan Desa Gondangmanis

  16. Lapangan Desa Pedawang

  17. Lapangan Desa Peganjaran

  18. Lapangan PR Jambu Bol

  19. Lapangan SAMBA, Jati Kulon

  20. Lapangan Desa Getaspejaten

  21. Lapangan Desa Pasuruhan Lor

  22. Lapangan Depan SD Negeri 5 Jekulo

  23. Lapangan Sepak Bola Desa Papringan

  24. Lapangan MAN 2 Kudus

  25. Lapangan Sepak Bola "Gelora Muda", Mijen

  26. Halaman MI Muhammadiyah Bae

  27. Halaman Masjid Mujahidin, Getaspejaten

  28. Halaman Masjid Baitul Muttaqin, Hadiwarno

  29. Halaman Masjid Baitul Muttaqin, Payaman

  30. Halaman Masjid Al-Ikhlas (Ranting Kutuk)

  31. Halaman SD Negeri 1 Setrokalangan

  32. Halaman Masjid Baiturrahim, Kedungdowo

  33. Halaman Parkir Selatan Masjid Al-Islam Tuwang, Kedungdowo

  34. Halaman Masjid Al-Fajr

  35. Halaman Masjid At-Taqwa, Rejosari Dawe

  36. Halaman Parkir Ruko belakang Masjid Darut Taqwa, Dersalam

Deretan Imam dan Khatib Ternama

Selain lokasi, PDM Kudus juga telah menyiapkan jajaran imam dan khatib yang tidak hanya berasal dari tokoh lokal, tetapi juga melibatkan sejumlah nama besar di tingkat nasional.

Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah yang ingin mendengarkan tausiyah Idul Fitri.

Beberapa nama yang dijadwalkan mengisi khutbah antara lain:

  • Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed. (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah)

  • Prof. Dr. H. Achmad Hilal Madjid, M.Pd.

  • Dr. Muh. Muttaqin, S.Sy., M.H.

  • KH. Subur Abdul Hanif

  • Dr. Hery Huzaery, S.T., M.P.I.

  • Dr. Ma’mun Mu’min, M.Ag., M.Si., M.Hum.

  • Dr. Moh. In’ami, M.Ag.

Imbauan untuk Jemaah dan Potensi Perbedaan Hari Raya

Menyambut pelaksanaan ibadah ini, PDM Kudus mengimbau kepada seluruh jemaah untuk datang lebih awal ke lokasi shalat guna mendapatkan tempat yang nyaman.

Jemaah juga diharapkan membawa perlengkapan ibadah pribadi seperti sajadah serta turut menjaga ketertiban dan kebersihan area selama pelaksanaan ibadah berlangsung.

Terkait potensi perbedaan penetapan 1 Syawal antara Muhammadiyah dan pemerintah, PDM Kudus mengimbau warga untuk tetap tenang dan saling menghormati.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026, untuk menentukan awal Syawal 1447 H secara resmi .

Sidang isbat akan mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari 117 titik pemantauan di seluruh Indonesia .

Berdasarkan data hisab Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, ijtimak (konjungsi) terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.

Posisi hilal diperkirakan berada pada ketinggian antara 0°54'27" hingga 3°7'52" dengan elongasi 4°32'40" hingga 6°6'11" .

Angka ini masih di bawah kriteria MABIMS (ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), sehingga terdapat potensi besar pemerintah akan menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 .

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan akan mengikuti keputusan pemerintah melalui sidang isbat .

Dengan adanya potensi perbedaan ini, Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat, mengimbau masyarakat untuk menjadikan hasil Sidang Isbat sebagai rujukan bersama dan tetap mengedepankan sikap saling menghormati serta menjaga persatuan .

FAQ Seputar Shalat Idul Fitri Muhammadiyah di Kudus

Kapan waktu pelaksanaan shalat Id di Kudus?
Shalat Id akan dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 06.00 WIB serentak di seluruh lokasi.

Apakah shalat Id di lokasi-lokasi tersebut terbuka untuk umum?
Ya, shalat Id ini terbuka untuk seluruh umat Islam, tidak terbatas hanya untuk warga Muhammadiyah.

Apa yang harus dibawa saat shalat Id?
Jemaah disarankan membawa perlengkapan ibadah pribadi seperti sajadah, mukena, dan Al-Qur'an, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Mengapa ada potensi perbedaan Lebaran tahun ini?
Perbedaan terjadi karena perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sementara pemerintah dan ormas lain menggunakan metode rukyatul hilal yang digabung dengan hisab, mengacu pada kriteria MABIMS .

Apa imbauan jika terjadi perbedaan penetapan Idul Fitri?
PDM Kudus dan pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, saling menghormati, dan menjaga persatuan. Perbedaan metode adalah dinamika keilmuan yang telah lama dikenal dalam praktik keilmuan Islam .

Dengan persiapan yang matang dan lokasi yang telah ditentukan, semoga ibadah shalat Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Kudus berjalan lancar, khusyuk, dan penuh berkah.

Selamat merayakan Hari Kemenangan bagi seluruh umat Muslim. Mohon maaf lahir dan batin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.