Update OTT Bupati Cilacap: Sejumlah Pejabat Pemkab Diperiksa Intensif di Polresta Banyumas

JATENG.AKURAT.CO, Pasca kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, suasana di Polresta Banyumas mendadak tegang pada Jumat (13/3) sore.
Sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap dilaporkan menjalani pemeriksaan maraton oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan pantauan di lapangan, rombongan pejabat tersebut tiba di markas Polresta Banyumas sekitar pukul 16.00 WIB.
Menariknya, mereka tidak datang menggunakan kendaraan dinas, melainkan menumpang sebuah bus pariwisata bertuliskan "Ryan" dengan nomor polisi R 7127 OT.
Sekda Cilacap Turut Diperiksa
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa rombongan yang diperiksa berjumlah lebih dari tujuh orang.
Di antaranya tampak Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Sadmoko Danardono, serta beberapa kepala dinas lainnya.
Setibanya di lokasi, rombongan langsung diarahkan menuju ruang Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banyumas di lantai dua dan tiga.
Penyidik KPK dikabarkan meminjam ruangan tersebut sebagai lokasi pemeriksaan awal sebelum para terperiksa kemungkinan besar dibawa ke Jakarta.
Momen Pemeriksaan dan Keberadaan Bupati
Sekitar pukul 17.10 WIB, Sekda Sadmoko Danardono sempat terlihat keluar dari gedung pemeriksaan dengan pengawalan ketat untuk melaksanakan salat di masjid kompleks Polresta Banyumas.
Namun, dalam rombongan tersebut, sosok Bupati Syamsul Auliya Rachman tidak terlihat ikut keluar, diduga kuat ia masih menjalani pemeriksaan intensif di ruangan terpisah.
Setelah jeda singkat, sekitar pukul 17.20 WIB, para pejabat tersebut kembali memasuki ruang penyidikan untuk melanjutkan proses klarifikasi atas kasus yang menjerat pimpinan daerah mereka.
Menanti Keterangan Resmi KPK
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Banyumas hanya membenarkan adanya peminjaman ruangan oleh tim KPK.
Sementara itu, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi belum merilis pernyataan resmi terkait detail kasus, status hukum para pejabat yang diperiksa, maupun barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa setelah pemeriksaan di Banyumas selesai, Bupati beserta rombongan akan segera diberangkatkan ke Jakarta melalui Stasiun Purwokerto untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









