Jateng

Rekam Jejak Syamsul Auliya Rachman: Dari Bintang Birokrasi Muda Hingga Terjaring OTT KPK di Cilacap

Dody H | 14 Maret 2026, 10:22 WIB
Rekam Jejak Syamsul Auliya Rachman: Dari Bintang Birokrasi Muda Hingga Terjaring OTT KPK di Cilacap
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman (istimewa)

JATENG.AKURAT.CO, Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Cilacap. 

Bupati Syamsul Auliya Rachman dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (13/3). 

Penangkapan ini menjadi sorotan tajam mengingat Syamsul dikenal sebagai sosok birokrat muda dengan karier politik yang melesat cepat.

Syamsul Auliya Rachman baru menjabat sebagai Bupati Cilacap selama kurang lebih satu tahun sebelum akhirnya berurusan dengan lembaga antirasuah. 

Berikut adalah perjalanan karier dan rekam jejak Syamsul dari dunia birokrasi hingga ke kursi kekuasaan.

Bermula dari Lulusan IPDN

Syamsul merupakan alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2008. 

Sebagai putra daerah, ia mengawali pengabdiannya di tanah kelahirannya, Cilacap. 

Karier birokrasinya tergolong stabil, dimulai dengan menjabat sebagai Kasi Trantibum di Kecamatan Kedungreja pada periode 2012-2013.

Kemampuannya di pemerintahan membawanya ke posisi Kasubag Otonomi Daerah dan Kerja Sama di bagian Tata Pemerintahan Pemkab Cilacap (2013-2016). 

Namun, di tengah kemapanan sebagai ASN, Syamsul mengambil langkah berani untuk terjun ke politik praktis.

Terjun ke Politik di Usia 31 Tahun

Pada tahun 2017, dalam usia yang tergolong sangat muda yakni 31 tahun, Syamsul memutuskan mengundurkan diri dari status birokrat untuk maju dalam Pilkada Cilacap. 

Ia berpasangan dengan Tatto Suwarto Pamuji sebagai Calon Wakil Bupati.

Pasangan Tatto-Syamsul berhasil memenangkan kontestasi tersebut, menjadikannya salah satu pemimpin daerah termuda di Jawa Tengah saat itu. 

Setelah masa jabatannya berakhir pada 2022, ia sempat vakum dari kursi pemerintahan namun tetap aktif di panggung politik sebagai Ketua DPC PKB Cilacap sejak 2021.

Kemenangan di Pilkada 2024 dan Kejatuhan Lewat OTT

Posisi strategis di partai politik memuluskan langkah Syamsul untuk maju sebagai Calon Bupati pada Pilkada 2024. 

Berpasangan dengan Ammy Amalia Fatma Surya, ia kembali meraih kemenangan dan resmi dilantik pada 20 Februari 2025.

 Naas, baru setahun memimpin Cilacap sebagai orang nomor satu, perjalanannya terhenti akibat OTT KPK. 

Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah di Jawa Tengah yang terjerat masalah hukum di awal tahun 2026, menyusul proses hukum yang menimpa Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq dan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo pada Januari lalu.

Pukulan Telak bagi Jawa Tengah

Rentetan kasus korupsi yang menyeret para pemimpin daerah di Jawa Tengah dalam waktu berdekatan ini menjadi alarm keras bagi integritas pemerintahan di tingkat lokal. 

Publik kini menanti keterangan resmi dari KPK terkait detail kasus yang menjerat Syamsul Auliya Rachman serta status hukumnya ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Cilacap belum memberikan pernyataan resmi terkait kekosongan kepemimpinan pasca penangkapan sang Bupati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.