Jateng

Daftar 5 Kontraktor Pertahanan Terbesar AS dan 3 Perusahaan Israel Pemasok Senjata Dunia

Theo Adi Pratama | 9 Maret 2026, 19:32 WIB
Daftar 5 Kontraktor Pertahanan Terbesar AS dan 3 Perusahaan Israel Pemasok Senjata Dunia
Kontraktor pertahanan AS dan Israel

JATENG.AKURAT.CO, Industri pertahanan global terus bergeliat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan konflik di berbagai belahan dunia.

Amerika Serikat, sebagai negara dengan anggaran militer terbesar, mendominasi peta industri ini dengan sederet perusahaan raksasa yang memasok persenjataan canggih ke Pentagon dan sekutu-sekutunya.

Sementara itu, Israel, meskipun secara geografis kecil, menjelma menjadi kekuatan yang disegani berkat tiga perusahaan kontraktornya yang masuk jajaran top dunia.

Data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dan Defense News menunjukkan bagaimana raksasa-raksasa ini meraup pendapatan miliaran dolar setiap tahunnya.

Lantas, siapa saja pemain utama yang menguasai industri strategis ini? Berikut daftar lengkapnya.

Lima Kontraktor Pertahanan Terbesar Amerika Serikat

Berdasarkan data pendapatan sektor pertahanan tahun 2024, berikut adalah lima perusahaan AS yang mendominasi industri militer global:

1. Lockheed Martin: Penguasa Langit dengan F-35

Lockheed Martin adalah kontraktor pertahanan terbesar di dunia.

Perusahaan yang terbentuk dari merger Lockheed dan Martin Marietta pada 1995 ini mencatatkan pendapatan dari sektor pertahanan sebesar 68,4 miliar dolar AS pada 2024.

Lockheed Martin memegang kontrak bernilai puluhan miliar dolar dengan pemerintah AS untuk memproduksi pesawat tempur siluman F-35, rudal, dan sistem antariksa.

Baru-baru ini, perusahaan menandatangani perjanjian dengan pemerintah AS untuk mempercepat produksi rudal pertahanan udara PAC-3 MSE .

2. RTX: Penguasa Sistem Rudal dan Mesin Jet

RTX, yang terbentuk dari merger Raytheon dan United Technologies pada 2020, mencatatkan pendapatan pertahanan 43,6 miliar dolar AS di tahun 2024.

Perusahaan ini fokus pada produksi sistem rudal, mesin jet, dan avionik untuk militer AS dan maskapai komersial.

Data lain menunjukkan total pendapatan RTX secara keseluruhan mencapai 88,6 miliar dolar AS pada 2025 .

3. Northrop Grumman: Spesialis Pesawat Siluman dan Sistem Antariksa

Northrop Grumman, yang terbentuk setelah Northrop mengakuisisi Grumman pada 1994, membukukan pendapatan pertahanan 37,9 miliar dolar AS pada 2024.

Perusahaan ini terkenal sebagai produsen pesawat pengebom siluman B-21 Raider, serta pengembang sistem antariksa dan program modernisasi nuklir untuk Angkatan Udara AS .

4. General Dynamics: Penguasa Laut dengan Kapal Selam Nuklir

General Dynamics mencatatkan pendapatan pertahanan 33,6 miliar dolar AS pada 2024.

Perusahaan ini mengembangkan kapal selam nuklir, tank tempur, kendaraan lapis baja, dan jet bisnis Gulfstream.

Divisi pembuatan kapalnya baru saja mendapat kontrak senilai 188 juta dolar untuk membantu pembangunan kapal selam kelas Virginia .

5. Boeing: Raksasa Penerbangan dengan Divisi Militer Tangguh

Boeing, yang didirikan pada 1916, membukukan pendapatan pertahanan 30,6 miliar dolar AS pada 2024.

Selain dikenal sebagai produsen pesawat komersial, Boeing juga memproduksi pesawat tempur F/A-18E/F Super Hornet, helikopter AH-64 Apache dan Chinook, serta pesawat patroli maritim P-8 Poseidon.

Total pendapatan Boeing secara keseluruhan mencapai 89,46 miliar dolar AS pada 2025 .

Tiga Kontraktor Pertahanan Terbesar Israel

Israel memiliki tiga perusahaan yang masuk dalam daftar 100 kontraktor pertahanan terbesar dunia versi SIPRI.

Pendapatan gabungan mereka tumbuh 16 persen pada 2024 menjadi 16,2 miliar dolar AS .

1. Elbit Systems: Spesialis Drone dan Sistem Pengawasan

Elbit Systems adalah perusahaan pertahanan terbesar di Israel dengan pendapatan sektor pertahanan 6,28 miliar dolar AS pada 2024, naik 13,6 persen.

Perusahaan ini mengkhususkan diri pada drone, sistem pengawasan, elektronik medan perang, dan optik militer.

Elbit bahkan berada di atas perusahaan besar seperti Saab asal Swedia dan Safran asal Prancis dalam peringkat SIPRI .

2. Israel Aerospace Industries (IAI): Andalan Sistem Pertahanan Rudal

IAI, perusahaan pertahanan dan antariksa milik negara, membukukan pendapatan pertahanan 5,19 miliar dolar AS pada 2024, tumbuh 12,6 persen.

IAI mengkhususkan diri pada sistem pertahanan rudal, satelit, drone tempur, dan teknologi radar.

Perusahaan ini menempati peringkat ke-31 dunia, mengungguli Naval Group dan Dassault asal Prancis .

3. Rafael: Pencipta Iron Dome yang Melegenda

Rafael, juga perusahaan milik negara, mencatatkan pendapatan pertahanan 4,7 miliar dolar AS pada 2024 dengan pertumbuhan fantastis 22,7 persen.

Rafael adalah perusahaan di balik sistem pertahanan rudal Iron Dome yang melegenda, serta memproduksi amunisi berpandu presisi.

Perusahaan ini melompat dari peringkat 41 ke 34 dunia, melampaui KBR asal AS dan KNDS asal Eropa .

FAQ Seputar Kontraktor Pertahanan

Q: Apa faktor utama pertumbuhan industri pertahanan Israel?
A: Konflik di Timur Tengah, termasuk perang dengan Hamas dan meningkatnya permintaan global, mendorong pendapatan perusahaan Israel. Rafael mencatat 54 persen pendapatannya berasal dari kontrak domestik dengan militer Israel .

Q: Produk apa yang paling laris dari kontraktor Israel?
A: Sistem pertahanan rudal seperti Iron Dome milik Rafael, drone dan sistem pengawasan dari Elbit, serta rudal balistik dan satelit dari IAI menjadi produk unggulan yang banyak diminati pasar internasional.

Q: Siapa pelanggan terbesar kontraktor AS?
A: Pemerintah Amerika Serikat, terutama Departemen Pertahanan (Pentagon), adalah pelanggan terbesar. Namun, banyak produk juga dijual ke negara-negara sekutu di Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

Penutup

Dominasi perusahaan-perusahaan AS dalam industri pertahanan global menunjukkan besarnya pengaruh teknologi dan anggaran militer Amerika.

Di sisi lain, lonjakan pendapatan perusahaan Israel mencerminkan bagaimana pengalaman konflik langsung dapat mendorong inovasi teknologi militer yang kemudian laris di pasar internasional.

Dengan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di berbagai kawasan, para raksasa industri ini diprediksi akan terus menuai keuntungan, sekaligus memicu perdebatan tentang etika dan dampak perdagangan senjata global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.