45 Bencana Terjadi di Jateng Selama 1–25 Januari 2026, Pemprov Imbau Warga Tetap Waspada

JATENG.AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 45 kejadian bencana terjadi di wilayahnya sepanjang 1–25 Januari 2026.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan masih diperkirakan terjadi hingga 9 Februari 2026.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, jenis bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, serta cuaca ekstrem.
Peristiwa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Dampak dari rangkaian bencana tersebut cukup besar. Tercatat 7 orang meninggal dunia, 5 orang mengalami luka-luka, 9.729 orang mengungsi, dan 308.108 warga terdampak.
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada rumah tinggal, fasilitas umum, hingga lahan pertanian dan perikanan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah cepat untuk menangani kondisi darurat tersebut.
Upaya yang dilakukan antara lain rekayasa cuaca, percepatan distribusi logistik, hingga pemulihan jalur-jalur vital yang terdampak bencana.
“Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis,” ujar Sumarno usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin (2/2/2026).
Pemprov Jawa Tengah juga mengoptimalkan penggunaan pompa air untuk mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah.
Selain itu, akses jalur logistik yang sempat terputus terus dipulihkan agar bantuan pangan dan medis dapat segera menjangkau titik-titik pengungsian.
Di lokasi pengungsian, pemerintah daerah menyediakan layanan pemulihan trauma (trauma healing) dan dukungan psikososial bagi para korban.
Layanan tersebut, salah satunya, diberikan di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (30/1/2026).
Anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi akibat banjir rutin mendapatkan pendampingan dari petugas.
Meski fokus saat ini masih pada penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menegaskan bahwa rencana rehabilitasi pascabencana telah disiapkan.
“Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan aktif melaporkan kondisi darurat melalui kanal pengaduan cepat, agar tim reaksi cepat dapat segera bergerak.
Layanan yang dapat dihubungi antara lain nomor darurat 112, WhatsApp Pusdalops 0881 3809 409, serta Dinas Sosial Jawa Tengah di (024) 8454962.
Sementara itu, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang pada Senin (2/2/2026) pukul 14.15 WIB, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga 9 Februari 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
“Masyarakat diharapkan menjauhi bantaran sungai, menghindari aktivitas di lereng rawan longsor, serta tidak beraktivitas di luar ruangan saat hujan disertai kilat, petir, dan angin kencang,” katanya.
Selain itu, warga diminta menghindari tempat terbuka, pohon besar, baliho, atau tiang listrik yang berpotensi roboh.
Rany juga mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk terus melakukan upaya mitigasi serta menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










