127 Anak Keracunan MBG di SPPG Purwosari Purworejo, Siswi Mengaku Takut

JATENG.AKURAT.CO, Sebanyak 127 murid di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo keracunan akibat mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis
127 anak tersebut berasal dari SD Negeri Purwodadi, SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 3 (Keduren).
Para siswa yang keracunan rata-rata mengalami gejala yang sama, pusing, mual dan ada yang diare.
Mereka dirawat di Puskesmas Bragolan, Puskesmas Bubutan, RSUD dr Tjitrowardojo dan RSUD Tjokronegoro.
Untuk perawatan korban keracunan MBG di Puskesmas Bragolan ditempatkan di aula ruang pertemuan.
Salah satu korban, Febriyanti Caesahrani, siswa kelas 12 SMAN 3 menjelaskan, dirinya mengaku merasa mual, pusing setelah menyantap menu MBG dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Purwosari, Kecamatan Purwodadi.
“Tadi pagi saya makan menu ayam, sayur buncis, wortel, tempe, tahu dan susu. Ayamnya dimasak seperti semur tapi nggak manis, warnanya pucat, seperti bukan semur. Setelah makan mual. Ada pengumuman dari sekolah disuruh minum susu dan air putih yang banyak. Tapi belum sempat minum sudah mual-mual, saya lari ke luar kelas muntah-muntah lalu dibawa ke UKS. Dari UKS kemudian dibawa ke Puskesmas Bargolan ini,” katanya, Jumat (03/10).
Setelah mendapat perawatan di Puskesmas, Febri mengaku merasa mendingan.
Suasana di sekolahnya pun menjadi panik karena ada yang keracunan MBG.
“Ada empat yang dibawa ke sini, dua teman saya dirujuk ke RSUD dr Tjitrowardojo karena parah. Harapan saya ke depannya MBG bisa makin diperbaiki karena sebenarnya sangat membantu, terutama untuk yang jarang bawa makanan dari rumah,” harapnya.
Dengan kejadian dialaminya, Febri pun mengaku trauma dengan MBG, bahkan tak ingin lagi menyantap menu MBG.
“Kalau dapat MBG mau saya bawa pulang atau saya kasihkan teman saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Purworejo, dr Tolkha Amaruddin mengatakan, total 127 anak menjadi korban keracunan MBG.
“Kondisi terakhir, dirawat (23 orang) rinciannya, 2 anak di Puskesmas Bubutan, 8 di Puskesmas Bragolan, 1 di Puskesmas Ngombol, 5 di RSUD dr Tjitrowardojo, 6 anak di RSUD Tjokronegoro dan 1 anak di RS Panti Waluyo,” ujarnya.
"Untuk yang dirawat jalan di Puskesmaa Bubutan ada 104 anak," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'






