KP2KKN Jawa Tengah Minta Komitmen Anti Korupsi dari Dua Calon Walikota Semarang dengan Kontrak Politik

Akurat.co - Peristiwa pemeriksaan KPK terhadap puluhan pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Semarang atas dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa memperburuk citra maupun penilaian birokrasi bersih di Kota Semarang.
Bahkan terakhir juga beberapa anggota DPRD Kota Semarang juga diperikasa sebagai saksi pada dugaan kasus yang sama.
Kita ketahui dari kasus ini KPK setidaknya telah menetapkan dan mencekal 4 orang diantaranya dua orang dari pengusaha dan dua orang adalah pejabat di Kota Semarang beserta suaminya.
Oleh sebab itu, Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah meminta kontrak politik kepada dua pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang yang akan bertarung di Pilwalkot Semarang.
Roni Maryanto selaku sekretaris KP2KKN Jateng mengatakan masyarakat membutuhkan komitment yang kuat dari para pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang kedepan.
"Dari peristiwa ini kami masyarakat sipil di Kota Semarang merasa dibutuhkan komitment yang kuat dari para pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang kedepan," ujarnya pada Jum'at (15/11/2024).
Roni mengatakan bahwa dirinya bersama masyarakat sipil Kota Semarang ICOV & KP2KKN Jawa Tengah mencoba untuk melihat program kedua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang.
Dari visi, misi dan program kedua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota baik Paslon 1 Agustina Wilujeng – Iswal Aminuddin maupun Paslon 2 Yoyok Sukawi – Joko Santoso masing-masing memiliki program-program yang muaranya adalah penguatan birokrasi untuk mencegah terjadinya korupsi.
Namun menurut Roni, hal itu dirasa masyarakat perlu untuk menagih keberanian kedua pasangan calon ini untuk berkomitment dalam bentuk kontrak politik untuk berjanji akan merealisasikan program-program pencegaan korupsi yang disampaikan dalam program-program maupun pada saat dua kali debat Calon Walikota dan Wakil Walikota yang telah dilaksanakan KPK Kota Semarang beberapa waktu lalu.
"Dari program maupun penyampaian komitmen yang disampaikan pada saat debat setidaknya kita dapat kumpulkan beberapa program yang bermuara pada pencegahan korupsi dan tata Kelola birokrasi bersih," tutur Roni.
Roni membeberkan visi dan misi setiap pasangan calon diantaranya berikut;
Agustina Wlujeng – Iswar Aminuddin
- Musrenbang tingkat RT
- Musrenbang tematik
- Mewajibkan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM pada setiap OPD
- Mengandeng APH dalam proses realisasi anggaran
- Penguatan fungsi APIP untuk melakukan probity audit proses pengadaan barang dan jasa.
- Pendidikan anti korupsi dengan melibatkan KPK dan masyarakat sipil maupun komunitas antikorupsi yang telah ada.
- Mewujudkan manajement ASN berbasis meritrokrasi
- Keterbukaan informasi APBD.
- Mengintegrasikan seluruh berbagai aplikasi layanan yang telah ada menjadi satu portal/ satu aplikasi.
- Mempercepat respon pengaduan masyarakat dengan satu aplikasi terpadu berbasis admin bukan mesin.
Yoyok Sukawi – Joko Santoso
- Pelatihan dan Pendidikan anti korupsi berkolaborasi dengan APH.
- Memperkuat APIP dengan penambahan anggaran dan personil.
- Menetapkan zona integritas pada posisi-posisi rawan.
- Pengawasan dengan menghadirkan satgas anti pungli dan anti KKN.
- Menerapkan sistem miritorkasi
- Merampingkan struktur namun kaya fungsi.
- Menertibkan SOP pelayanan publik dan optimalisasi sistem digital yang berbasis home service melalui aplikasi Semarang Mantab (Maju dan Bermartabat)
Dari program yang telah disampaikan oleh kedua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang terdapat beberapa kesamaan program unggulan sebagai upaya meminimalisir terjadinya korupsi.
"Dari catatan kami terdapat beberapa program yang sangat penting direalisasikan sebagai bentuk upaya pencegahan korupsi secara kongkrit," kata Roni.
"Seperti kewajiban penerapan zona integritas hal ini dikarena penetapan zona integritas seharusnya telah dicapai dan telah dilaksanakan di seluruh OPD saat ini," lanjutnya.
Namun, kata Roni, yang penting seharusnya target pemerintah Kota Semarang adalah upaya untuk pencapaian Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) seperti yang disampaikan oleh Paslon 01, Agustina - Iswar.
"Disamping itu dari kedua pasangan calon, pasangan calon nomor 01 menawarkan program pencegahan korupsiyang lebih banyak namun tentunya ini harus dapat di realisasikan," ungkapnya.
Sedangkan pasangan calon nomor 02 juga menawarkan gagasan yang baik namun perlu adanya program yang lebih teknis sebagai perwujudan program anti korupsi.
Dari ketujuh program paslon 02 terdapat satu program yang cukup menarik yaitu program memperkuat APIP dengan penambahan anggaran dan personil.
Namun apa bila dilaksanakan perlu adanya penguatan komitment personil APIP untuk menjalankan tugasnya jangan hanya bekerja untuk memenuhi formalitas.
Dari program yang ditawarkan diharapkan nanti akan ada kontrak politik dengan masyarakat sebagai wujud komitment pasangan calon.
"Kami, bagian dari masyarakat sipil di Kota Semarang mendesak para calon Walikota dan Wakil Walikota untuk mau menandatangani dukument komitment yang berisi point-point diatas yang telah disampaiakan mereka pada debat yang lalu," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










