Skandal Miliaran! Dinas Peternakan Bungo Diduga Korupsi, Ternak dan Proyek Jadi Sapi Perah?

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah beban ekonomi masyarakat yang semakin berat, kabar buruk datang dari Kabupaten Bungo, Jambi.
Dinas Peternakan Bungo diduga melakukan praktik korupsi dalam sejumlah proyek, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pengadaan ternak.
Investigasi oleh Lingkar Gerakan Nusantara (LGN) menemukan indikasi kuat penyimpangan yang berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah. Berikut fakta-faktanya:
Proyek Bermasalah yang Diduga Dijadikan 'Sapi Perah'
1. Pembangunan tanggul kolam – Diduga dikerjakan asal-asalan, tidak sesuai standar, dan melewati batas waktu pengerjaan tanpa pengawasan yang memadai. Meski demikian, anggaran tetap dicairkan 100%.
2. Penggalian kolam/bak ikan – Hasil pekerjaan dinilai tidak sebanding dengan standar kualitas yang seharusnya, sementara anggaran yang dialokasikan dianggap jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil yang diperoleh.
3. Pembangunan bak waremesh – Indikasi mark-up hingga 50% muncul dalam proyek ini. Selain itu, spesifikasi yang digunakan diduga tidak sesuai dengan ketentuan, mengarah pada kemungkinan manipulasi dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.
4. Pengadaan dan penyerahan ternak (sapi, kambing, dan ayam) – Proses distribusi dilakukan tanpa transparansi, bahkan pada dini hari tanpa pengawasan yang memadai. Hewan ternak yang seharusnya menjalani karantina terlebih dahulu justru langsung disalurkan. Lebih mencurigakan lagi, jumlah ternak yang diterima diduga tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, penyedia pengadaan hanya berasal dari satu pihak yang sama, mengindikasikan adanya monopoli atau permainan tender.
Lingkar Gerakan Nusantara Desak Audit dan Penindakan
Menanggapi temuan ini, Ketua Lingkar Gerakan Nusantara, Erwin Harahap, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan mendesak aparat terkait untuk segera bertindak.
"Kami akan segera menyurati Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) agar melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek ini guna menghitung potensi kerugian negara," tegas Erwin.
Selain itu, pihaknya juga akan menyurati Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar pemerintah pusat turun tangan dalam menangani kasus ini.
"Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit, penyalahgunaan anggaran seperti ini tidak bisa ditoleransi. Kami meminta aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini," tambahnya.
Harapan Publik: Transparansi dan Penegakan Hukum
Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat karena menyangkut penggunaan anggaran negara yang seharusnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Jika dugaan ini terbukti benar, maka praktik korupsi ini bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat yang seharusnya menerima manfaat dari program-program tersebut.
Kini, publik menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum. Jika tidak segera diusut, bukan tidak mungkin praktik serupa akan terus terjadi, memperburuk kondisi sosial-ekonomi daerah dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Transparansi, akuntabilitas, serta penegakan hukum yang tegas menjadi kunci utama dalam membongkar kasus ini dan mencegah terulangnya praktik serupa di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










