Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik, LPPNU Kendal Undang 60 Peserta

JATENG.AKURAT.CO, Sebanyak 60 orang peserta mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik cair kepada kader tani warga Nahdliyyin se Kabupaten Kendal pada Sabtu (25/5/2024).
Mereka mewakili dari MWCNU Kecamatan masing-masing pada kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) PCNU Kabupaten Kendal.
Acara tersebut langsung dipimpin oleh Wakil Bupati Kendal, H Windu Suko Basuki SH yang membuka acara secara langsung dengan memberikan ID CARD kepada peserta pelatihan yang bertempat di Krida Tani Desa Kertomulyo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal.
Penyematan id card didampingi Wakil PCNU Kendal Kyai Izzuddin, S.Pd. M.Pd., Ketua LPPNU PCNU Kyai Mujtahidin S.Sy., Dinas Pertanian dan Perkebunan Bapak Gunadi, dan para Kepala Desa di Kecamatan Brangsong.
Baca Juga: Dibangun Sejak 2022, Mbak Ita Dorong RSUD Mijen Bisa Segera Beroperasi
Windu Suko Basuki mengatakan bahwa selama ini para petani lebih suka memakai pupuk kimia karena hasilnya cepat dan instan.
"Akan tetapi mengunakan pupuk kimia akan cepat merusak tanah, sehingga kesuburan tanah akan menurun drastis. Tahun sebelumnya saya membagikan pupuk organis gratis kepada masyarakat petani Kendal agar kesuburan tanah tetap terjaga tanpa kimia," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Kendal sebelumnya telah menganggarkan 5 miliar buat pembelian pupuk organik.
"Tanah yang diwariskan nenek moyang kita ini sebaiknya kita rawat dengan baik, diantaranya sering memakai pupuk yang organik baik cair maupun non cair. Saya yakin, hasil dari menggunakan pupuk organik ini akan lebih besar dari pada yang pupuk kimia. Memang dari sisi penggunaan tidak sesubur yang kimia, tapi hasilnya lebih banyak dari yang kita pakai," tambahnya.
Selama dua hari para peserta akan diisi oleh narasumber dari Dosen UGM Ir Sunarko MSi dengan materi pembuatan pupuk yang murah dan mudah. Materi manajemen pertanian dan manajemen pemupukan.
Kyai Izzuddin Wakil Ketua PCNU mengatakan bahwa pelatihan ini nantinya peserta akan bisa membuat pupuk sendiri dan nantinya juga bisa dijual di pasaran.
Kyai Mujtahidin menambahkan bahwa peserta nantinya akan kita dampingi terus selama pelatihan dan sesudah pelatihan, tujuannya agar mereka bisa mandiri.
"Nanti jika peserta bisa mempraktekkan, dia juga akan mengedukasi ke ranting- ranting warga Nahdliyyin yang petani. Sehingga ilmu yang didapat bisa bermanfaat buat umat," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










