Jateng

Ratusan Santri Ponpes Futuhiyyah Mranggen Mendapatkan Pelatihan Pengelolaan Sampah

Theo Adi Pratama | 13 November 2024, 11:46 WIB
Ratusan Santri Ponpes Futuhiyyah Mranggen Mendapatkan Pelatihan Pengelolaan Sampah

Akurat.co – Tingginya produktifitas sampah di lingkungan pondok pesantren membuat Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Lingkungan Hidup memprogramkan pelatihan pengelolaan sampah berbasis komunitas di lingkungan pondok pesantren, salah satunya berlangsung di Ponpes Futuhiyyah, Mranggen, beberapa waktu lalu.

Selain produktifitas yang tinggi, dan volume sampah yang terus bertambah, kecilnya kapasitas tempat pembuangan sampah di lingkungan pesantren membuat permasalahan baru di lingkungan pondok pesantren itu sendiri.

Kegiatan yang diikuti ratusan santri dari sejumlah pesantren ini mendapatkan pelatihan berupa proses pemilahan jenis sampah, daur ulang, hingga pengolahan dan pemanfaatannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Muhammad Ridhodhin menyampaikan, program pelatihan pengelolaan sampah yang menyasar komunitas pesantren menjadi solusi bagi pesantren dalam mengatasi produktivitas sampah

Kegiatan tersebut digelar secara maratan di 14 Kecamatan yang melibatkan seluruh pesantren di wilayah masing-masing kecamatan. Sebelumnya kegiatan ini juga dilangsungkan di Ponpes Manba’ul Ulum, kecamatan Wedung.

“Tindaklanjutnya adalah adanya bank sampah di tiap-tiap pesantren,” imbuhnya.

Pengelolaan Sampah bagi pesantren, menurut Pengasuh Ponpes Futuhiyyah, Gus Helmi Wafa, merupakan bagian dari menjaga kebersihan sebagaimana diajarkan dalam islam.

“Dengan sampah yang terkelola secara baik, maka lingkungan pesantren akan terjaga kebersihannya dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan pelatihan agar sampah dapat diolah menjadi kompos. Selain itu dapat juga menjadi budidaya maggot atau belitung yang menjadi sumber protein sangat baik untuk pakan unggas dan ikan.

Adapun sampah anorganik dipilah berdasarkan jenisnya dan dapat dijual kepada pengepul atau diolah sendiri menjadi aneka kerajinan. ADVDEMAK

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.