Jateng

Banjir Demak: Normalisasi Sungai Wulan Direncanakan Sejak 2023, Namun Banjir Lebih Dulu Menerpa

Theo Adi Pratama | 14 Februari 2024, 15:02 WIB
Banjir Demak: Normalisasi Sungai Wulan Direncanakan Sejak 2023, Namun Banjir Lebih Dulu Menerpa


AKURAT.CO, Normalisasi Sungai Wulan akam segera dilakukan pada April 2024.

Sungai yang kerap meluap di perbatasan Kudus-Demak itu menjadi pemicu utama tenggelamnya daerah Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak.

Sebenarnya, rencana normalisasi sungai wulan sudah dipaparkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono sejak tahun 2023 lalu.

Namun sebelum rencana itu terealisasi, banjir bandang sudah melanda terlebih dahulu.

Baca Juga: Antusias Warga Semarang Tetap Tinggi dalam Pemilu 2024 Meski Diguyur Hujan

"Sudah kita programkan sama seperti di Sungai Kencing pada tahun 2023 lalu. Proyek normalisasi Sungai Wulan sudah dalam proses kontrak dan sekarang sudah dikerjakan dan sekarang kita besarkan pompanya," ujar Basuki, Rabu (14/2/2024).

Proyek normalisasi sungai yang memisahkan Kudus dan Demak dilakukan dari Bendung Wilalung ke Sungai Wulan menuju ke muara.

Proyek ini dikabarkan menelan anggaran sebesar 1,4 triliyun rupiah.

"Ini semua kita programkan untuk April 2024 mulai kerja. Dinormalisasi dari Wilalung sampai ke muara sepanjang 20 kilometer dengan biaya Rp 1,4 triliun," ungkap menteri berambut putih tersebut.

Baca Juga: Pemungutan Suara di 10 Desa Kabupaten Demak Ditunda Akibat Banjir

Ia mengakui bahwa normalisasi Sungai Wulan cukup penting.

Karena aliran Sungai Lusi dan Serang semuanya mengalir di sepanjang Sungai Wulan.

Adapun proses aliran sungai dikendalikan di Bendung Pengendali Banjir Wilalung di Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus.

Basuki menambahkan pihaknya kini sedang membuka pintu Bendung Wilalung yang menuju ke Sungai Juana.

Baca Juga: Keindahan Alam Danau Segara Anak: Destinasi Tak Terlupakan di Pendakian Gunung Rinjani

Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi genangan banjir di Demak dengan ketinggian dua meter.

"Sedangkan di sini ada Sungai Juana, Sungai Lusi, dan Serang. Aliran Sungai Wulan itu dibagi di Bendung Wilalung, Juana sebagai pentil. Jika ada banjir maka dibuka supaya ke aliran air ke arah Sungai Juana, tapi sekarang banyak permukiman sehingga tidak mungkin dibuka," tambah Basuki.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.