Tradisi Pemberian Angpao Saat Perayaan Imlek: Makna, Etika, dan Aturan yang Perlu Diketahui

AKURAT.CO, Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya diwarnai oleh kembang api dan dekorasi meriah, tetapi juga oleh tradisi angpao yang menjadi ikonik dalam budaya Tionghoa.
Angpao, amplop merah berisi uang, bukan hanya sekadar simbol kebahagiaan dan keberuntungan, melainkan juga mengandung makna dan aturan yang menarik untuk ditelusuri.
Berikut adalah sejumlah informasi terkait makna warna merah, siapa yang berhak menerima, kapan waktu yang tepat untuk memberikan, dan aturan-etika dalam memberi dan menerima angpao.
Makna Warna Merah dan Simbol Angpao
Warna merah pada angpao melambangkan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan.
Memberi angpao diartikan sebagai cara untuk menyampaikan harapan baik dan doa bagi penerima.
Angpao bukan hanya sekadar pemberian materi, tetapi juga mengandung nilai-nilai positif dan kehangatan.
Siapa yang Berhak Dapat Angpao?
Tradisi memberi angpao dalam keluarga menjadi sebuah norma.
Jika seseorang sudah memiliki penghasilan sendiri, umumnya diharapkan untuk mulai memberikan angpao.
Nilai uang dalam angpao biasanya tergantung pada pendapatan pemberi.
Meskipun demikian, ada kebiasaan bahwa jika seseorang belum menikah, dia tidak diwajibkan memberi angpao.
Kerabat dekat, terutama orang tua dan kakek nenek, tetap memberi angpao sebagai lambang cinta, restu, dan doa.
Baca Juga: Perjalanan Klenteng Xian Ma: Puncak Keindahan Arsitektur dan Juga Sejarah Kota Makassar
Waktu Memasukkan Angpao
Angpao tidak hanya dibagikan saat Tahun Baru Imlek, tetapi juga pada acara-acara spesial seperti pernikahan, wisuda, dan ulang tahun.
Tradisi ini mencerminkan keinginan untuk berbagi berkah dan kebahagiaan dalam momen-momen penting.
Aturan Memberi dan Menerima Angpao:
- Gunakan Uang Baru dan Hindari Uang Logam: Menggunakan uang baru dan menghindari uang logam dianggap sebagai tanda kehormatan. Uang yang kotor atau lusuh dapat mencerminkan selera yang kurang baik.
- Hindari Nominal Angka Empat: Hindari memberi angpao dengan nominal angka empat, karena dianggap sebagai angka yang membawa sial. Angka 4 dalam Bahasa Mandarin memiliki bunyi yang mirip dengan kata 'kematian'.
- Nominal Angka Delapan Meningkatkan Keberuntungan: Angka delapan dianggap membawa keberuntungan. Oleh karena itu, jika memungkinkan, angpao sebaiknya berisi nominal yang diawali atau diakhiri dengan angka delapan.
- Siapkan Angpao dengan Nominal Berbeda di Dompet: Selama 16 hari ke depan pada Tahun Baru Imlek, selalu siapkan uang dan angpao di dompet atau tas. Hal ini untuk mempersiapkan kemungkinan berpapasan dengan seseorang yang ingin diberi angpao.
- Terima Angpao dengan Dua Tangan dan Ucapkan Terima Kasih: Saat menerima angpao, selalu gunakan kedua belah tangan sebagai tanda sopan santun. Ucapkan terima kasih dan sampaikan harapan-harapan baik kepada pemberi.
Baca Juga: Klenteng Dewi Kwan Im: Jejak Sejarah dan Tradisi Spiritual di Palembang
Tradisi angpao tidak hanya memberikan kegembiraan finansial tetapi juga menguatkan ikatan sosial dan budaya.
Dengan mengikuti aturan dan etika yang ada, tradisi ini terus dijaga keasliannya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










