Menguak Sejarah dan Legenda Cap Go Meh: Dari Burung Bangau Suci Hingga Kisah Cinta yang Menyentuh Hati!

JATENG.AKURAT.CO, Cap Go Meh, perayaan hari ke-15 bulan pertama dalam kalender Imlek, bukan sekadar festival lampion atau pesta kembang api.
Di balik kemeriahannya, tersimpan cerita-cerita legendaris yang sarat makna filosofis dan sejarah panjang.
Yuk, kita telusuri asal-usul Cap Go Meh yang mungkin belum pernah kamu dengar!
Apa Itu Cap Go Meh?
Cap Go Meh, yang dalam bahasa Hokkian berarti "malam ke-15", adalah puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek.
Perayaan ini dikenal juga sebagai Yuan Xiao Festival atau Festival Lampion.
Di negara-negara Barat, Cap Go Meh sering disebut Lantern Festival.
Tak hanya di Asia, perayaan ini juga digelar di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Amerika, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Tionghoa.
Legenda Burung Bangau Suci: Kisah Pengorbanan yang Menyelamatkan Umat Manusia
Salah satu cerita paling populer tentang asal-usul Cap Go Meh berasal dari legenda burung bangau suci milik Raja Langit.
Alkisah, seekor burung bangau suci tersesat di dunia manusia dan dibunuh oleh seorang pemburu.
Raja Langit murka dan berencana membakar seluruh desa manusia sebagai balas dendam.
Namun, putri Raja Langit yang baik hati memberitahu para biksu untuk menyalakan kembang api dan lampion pada malam ke-14 hingga ke-16 bulan pertama.
Raja Langit, yang melihat desa itu "terbakar", mengurungkan niatnya.
Sejak saat itu, tradisi menyalakan lampion dan kembang api terus dilestarikan sebagai bentuk syukur.
Kisah Yuan Xiao: Cinta Keluarga yang Mengharukan
Cerita lain yang tak kalah menarik berasal dari zaman Dinasti Han (206 SM - 220 M).
Alkisah, seorang penasihat kaisar bernama Dong Fangshuo menemukan seorang gadis bernama Yuan Xiao yang ingin bunuh diri karena rindu pada keluarganya.
Yuan Xiao terpilih sebagai pelayan istana dan tak pernah diizinkan pulang.
Dong Fangshuo pun merancang rencana cerdik. Ia menyebarkan ramalan bahwa dewa api akan menghukum manusia pada hari ke-15 bulan pertama.
Untuk menenangkan dewa api, rakyat diminta membuat tangyuan (bola-bola ketan manis), menggantung lampion, dan menyalakan kembang api.
Rencana itu berhasil! Yuan Xiao, yang ahli membuat tangyuan, akhirnya diizinkan bertemu keluarganya.
Kaisar pun memerintahkan perayaan ini diulang setiap tahun, dan sejak itu, Cap Go Meh juga dikenal sebagai Festival Yuan Xiao.
Makna Filosofis di Balik Cap Go Meh
Persatuan Keluarga: Cap Go Meh menjadi momen berkumpulnya keluarga, terutama setelah perayaan Imlek yang panjang.
Penghormatan pada Leluhur: Tradisi menyalakan lampion dan kembang api diyakini sebagai bentuk penghormatan pada leluhur.
Harapan Baru: Lampion yang diterbangkan melambangkan harapan dan doa untuk tahun yang lebih baik.
Keseimbangan Alam: Perayaan ini juga dianggap sebagai simbol keseimbangan antara manusia dan alam.
Tradisi Unik Cap Go Meh di Berbagai Negara
China: Lampion raksasa dipajang di jalan-jalan, dan tangyuan menjadi hidangan wajib.
Indonesia: Masyarakat Tionghoa merayakannya dengan pawai lampion dan pertunjukan barongsai.
Taiwan: Festival lampion di Pingxi menjadi salah satu yang terbesar di dunia, dengan ribuan lampion diterbangkan ke langit.
Malaysia: Cap Go Meh dirayakan dengan pertunjukan budaya dan pesta kuliner khas Tionghoa.
Fakta Menarik tentang Cap Go Meh
Tangyuan: Bola-bola ketan manis ini melambangkan kebersamaan dan keharmonisan keluarga.
Lampion Merah: Warna merah dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat.
Kembang Api: Suara ledakan kembang api diyakini bisa mengusir nasib buruk.
Tebakan Lampion: Di China, tebakan yang tertulis di lampion menjadi permainan tradisional yang seru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










