Jateng

OJK Jateng Ingatkan Generasi Muda Harus Bijak Gunakan Paylater

Arixc Ardana | 12 Juni 2026, 10:44 WIB
OJK Jateng Ingatkan Generasi Muda Harus Bijak Gunakan Paylater

JATENG.AKURAT.CO, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah mengingatkan generasi muda untuk berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman online maupun paylater.

Menurut Kepala OJK Jawa Tengah Hidayat Prabowo, banyak kasus menunjukkan penggunaan paylater yang tidak terkendali akhirnya berdampak pada catatan kredit seseorang.

"Hati-hati bagi mahasiswa maupun pelajar apabila sudah terjerat pinjaman online atau paylater. Jika bermasalah, catatan kredit atau SLIK-nya bisa menjadi buruk," paparnya.

Dampak buruk tersebut tidak hanya dirasakan saat mengajukan pinjaman di masa depan, tetapi juga dapat memengaruhi peluang karier.

"Saat ini banyak instansi yang mulai mensyaratkan calon pegawai harus sehat secara finansial. Bukan hanya sehat fisik, tetapi juga sehat finansial. Tidak ada lembaga yang ingin mempekerjakan orang dengan catatan kredit macet karena dikhawatirkan berdampak pada kinerja yang bersangkutan."

SLIK Kini Jadi Bagian dari Penilaian Rekrutmen

Dalam kesempatan tersebut, Hidayat menjelaskan bahwa rekam jejak finansial kini semakin diperhatikan oleh berbagai lembaga dan perusahaan.

"Kalau dulu yang dilihat adalah catatan kepolisian dan catatan kesehatan, sekarang mulai ditambah dengan kesehatan finansial. Salah satu indikatornya adalah SLIK dari OJK," terangnya.

Bahkan, menurutnya, beberapa instansi sudah menggunakan data tersebut sebagai salah satu pertimbangan dalam promosi jabatan maupun proses rekrutmen.

"Beberapa instansi sudah melihat SLIK sebagai bagian dari track record seseorang. Apakah dia memiliki kebiasaan menunggak atau tidak, itu mulai menjadi bahan pertimbangan."

Fokus Literasi Keuangan OJK

Untuk mencegah masyarakat terjerat masalah keuangan, OJK terus mengintensifkan program literasi keuangan yang berfokus pada tiga aspek utama.

"Kami selalu menekankan tiga hal dalam edukasi keuangan. Pertama, pengenalan produk dan layanan keuangan. Kedua, pengelolaan keuangan. Ketiga, perlindungan konsumen. Tiga aspek ini selalu menjadi fokus dalam kegiatan literasi dan edukasi yang kami lakukan," pungkas Hidayat Prabowo.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.