Gak Cuma Enak, Ternyata Ayam Betutu Punya Sejarah Sakral dan Filosofi yang Bikin Merinding!

JATENG.AKURAT.CO, Bali bukan cuma soal pantai, sunset, dan pura yang indah. Di balik kelezatan kuliner khasnya, tersimpan cerita yang dalam.
Salah satunya, ayam betutu, hidangan ikonik yang ternyata punya sejarah panjang dan filosofi sakral.
Jadi, kalau kamu ke Bali dan makan ayam betutu, rasanya bukan cuma nikmat di lidah, tapi juga kaya makna.
Makna 'Betutu' yang Lebih Dalam dari Sekadar Makanan
Nama "betutu" sendiri berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Bali: be yang berarti daging atau ikan, dan tunu yang artinya dibakar atau dipanggang.
Jadi, secara harfiah, ayam betutu adalah "daging ayam yang dibakar."
Namun, jauh sebelum menjadi hidangan favorit wisatawan, ayam betutu memiliki fungsi yang sangat sakral.
Awalnya, ayam betutu adalah makanan persembahan untuk Ida Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa dalam upacara Dewa Yadnya. Setelah upacara selesai, hidangan ini baru disantap bersama-sama.
Seiring waktu, ayam betutu tidak hanya digunakan dalam Dewa Yadnya, tapi juga menjadi bagian dari upacara Panca Yadnya, yaitu lima persembahan suci tulus ikhlas dalam agama Hindu Bali.
- Pitra Yadnya: Persembahan untuk leluhur.
- Rsi Yadnya: Persembahan untuk orang-orang bijaksana dan suci.
- Manusa Yadnya: Persembahan untuk memelihara kehidupan manusia, dari lahir hingga menikah.
- Butha Yadnya: Persembahan untuk menyeimbangkan alam semesta.
Rahasia Bumbu yang Bikin Ketagihan
Kelezatan ayam betutu terletak pada bumbunya yang super lengkap, yang sering disebut base genep atau jangkep.
Bumbu ini terdiri dari rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunyit, lengkuas, kencur, serai, daun salam, dan masih banyak lagi.
Konon, racikan bumbu ini mencerminkan masakan kuno Jawa yang mirip dengan jamu, aromanya tajam dan kaya rasa.
Tak hanya itu, ada juga bumbu tambahan yang disebut wewangenan, yang berisi rempah-rempah unik seperti merica putih, merica hitam, ketumbar, hingga cengkih.
Semua bumbu ini dibalurkan ke seluruh permukaan ayam, bahkan dimasukkan ke dalam rongga perutnya.
Ayam kemudian dibungkus dengan daun pisang atau daun pinang untuk menambah aroma harum saat dimasak.
Teknik Memasak yang Diwariskan dari Kerajaan Majapahit
Cara memasak ayam betutu tradisional juga sangat unik. Ayam yang sudah dibumbui akan dikubur di dalam tanah yang dipanaskan dengan api sekam.
Proses ini berlangsung selama 8 hingga 10 jam, menghasilkan ayam yang empuk, gurih, dan memiliki aroma khas yang tidak bisa didapatkan dari cara lain.
Metode ini dipercaya merupakan warisan dari penduduk dan bangsawan Kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke Bali saat penyebaran agama Islam di Tanah Jawa.
Dipopulerkan Hingga Menjadi Kuliner Kebanggaan
Meskipun sudah ada sejak lama, ayam betutu baru populer sebagai hidangan yang bisa dinikmati siapa saja berkat Ni Wayan Tempeh dan suaminya, I Nyoman Suratna.
Pada tahun 1976, mereka mendirikan Warung Ayam Betutu Men Tempeh, yang membuat hidangan ini semakin dikenal luas dan tidak lagi terbatas pada upacara adat atau keluarga bangsawan saja.
Jadi, saat kamu menikmati kelezatan ayam betutu, ingatlah bahwa kamu bukan hanya mencicipi hidangan lezat, tetapi juga sebuah warisan budaya tak benda yang kaya akan sejarah dan filosofi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










