Jateng

INDAHNYA TOLERANSI DALAM SEPIRING SATE KERBAU, Bukti Akulturasi Budaya dan Dakwah di Kudus

Theo Adi Pratama | 22 Agustus 2025, 18:37 WIB
INDAHNYA TOLERANSI DALAM SEPIRING SATE KERBAU, Bukti Akulturasi Budaya dan Dakwah di Kudus

JATENG.AKURAT.CO, Saat berkunjung ke Kudus, kamu mungkin akan terkejut melihat kuliner khasnya yang didominasi oleh daging kerbau.

Tidak seperti daerah lain yang menggunakan daging sapi, Kudus punya soto dan sate kerbau yang menjadi ikon.

Namun, tahukah kamu bahwa di balik kelezatan sate kerbau yang empuk ini, tersimpan kisah toleransi yang luar biasa?

Baca Juga: KULINER DENGAN KISAH MISTERIUS! Ini Dia Docang, Sarapan Legendaris Cirebon Kesukaan Para Wali Songo!

Sejarah di Balik Kota Kudus

Kudus, atau yang dulunya dikenal sebagai "Loaram" atau "Kota Tajug", adalah kota pesisir yang berubah menjadi kota dagang berkat dakwah Sunan Kudus pada abad ke-15.

Nama "Kudus" sendiri diambil dari kata dalam bahasa Arab, "Al-Quds", yang merujuk pada kota suci di Yerusalem.

Selain menyiarkan Islam, Sunan Kudus juga dikenal dengan prinsip dakwahnya yang bijaksana, yaitu menghormati adat dan budaya penduduk setempat.

Pada masa itu, mayoritas penduduk Kudus adalah penganut agama Hindu, yang menganggap sapi sebagai hewan suci.

Sate Kerbau: Simbol Toleransi dan Penghormatan

Untuk menghormati keyakinan umat Hindu, Sunan Kudus menganjurkan kepada para pengikutnya untuk tidak menyembelih sapi, meskipun dalam ajaran Islam sapi adalah hewan yang halal.

Sebagai gantinya, beliau memperkenalkan daging kerbau sebagai alternatif.

Baca Juga: Kuliner yang Dikenal Sebagai Nasi Orang Miskin yang Naik Kelas! Ini Kisah Unik di Balik Kelezatan Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya

Prinsip inilah yang terus dijaga hingga kini. Masyarakat Kudus, baik muslim maupun non-muslim, hidup berdampingan dengan damai.

Kuliner seperti sate kerbau, soto kerbau, dan nasi pindang kerbau menjadi bukti nyata dari toleransi dan penghormatan yang telah diajarkan oleh Sunan Kudus berabad-abad yang lalu.

Selain sate dan soto, Kudus juga punya kuliner khas lain yang tak kalah lezat, seperti lentog tanjung dan garang asem.

Jika kamu berkunjung ke Kudus, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi sate kerbau.

Setiap gigitannya bukan hanya lezat, tapi juga menyimpan cerita tentang indahnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.