6 Oleh-oleh Dari Jalur Pantura Jawa yang Cocok Buat Jadi Bingkisan Buat Keluarga dan Kerabat

AKURAT.CO JATENG - 6 Oleh-oleh Dari Jalur Pantura Jawa yang Cocok Buat Jadi Bingkisan Buat Keluarga dan Kerabat.
Jika anda berkendara melewati jalur Pantura Jawa saat mudik lebaran atau perjalanan kerja.
Anda melewati beberapa kota yang disana ada beberapa oleh-oleh khas yang bisa anda bawa pulang.
Berikut 6 Oleh-oleh Dari Jalur Pantura Jawa yang Cocok Buat Jadi Bingkisan Buat Keluarga dan Kerabat
- Bandeng Presto Semarang
Ini dia oleh-oleh khas Semarang yang wajib dibeli setiap pengunjung bahkan kalau cuma sekedar lewat, yakni Bandeng Presto.
Hidangan ini merupakan ikan bandeng yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit, dan garam.
Ikan bandeng tersebut kemudian dikunci dengan rapat di dalam panci bertekanan tinggi hingga uap panas memasak ikannya hingga daging dan juga tulangnya menjadi lunak.
Metode inilah yang disebut dengan presto. Tak terhitung jumlah toko oleh-oleh yang menyediakan bandeng presto di Semarang, jadi selamat menjelajah dan bereksplorasi!
- Sirup Tjampolay Cirebon
Buat kalian yang mencari sensasi sirup dengan rasa otentik dan tiada dua untuk oleh-oleh dari Jalur Pantura, kami menyarankan Sirup Tjampolay untuk kalian bawa.
Sirup yang menjadi legenda karena dibuat dari sawo belanda (campolay) ini bisa kalian temukan di daerah asalnya sendiri, yaitu Cirebon.
Ada banyak sekali varian rasa yang bisa kalian pilih mulai dari rasa mangga gedong hingga rasa sirsak
Tetapi kami sangat merekomendasikan untuk mencoba Sirup Tjampolay rasa pisang susu. Dijamin pasti nggak bisa menolak godaannya!
- Kopi Lelet Rembang
Pecinta kopi dan kretek, tentu tidak boleh melewatkan kopi lelet. Kopi khas yang berasal dari Rembang ini diproses berbeda dari kopi pada umumnya.
Biji kopi disangrai menggunakan pembakaran dari akar kayu jati untuk menimbulkan aroma sedap yang berbeda, kemudian digiling sampai halus sehingga hampir menyerupai bedak.
Saat disajikan, kopi akan diminum seperti biasa. Namun ketika airnya sudah habis, ampas kopi dapat dicampur dengan susu kental manis untuk kemudian dibalurkan ke batang kretek.
Inilah yang dinamakan ngelelet bagi warga lokal Rembang. Oleh-oleh yang satu ini pasti cocok buat kakek atau nenek kamu yang suka kopi dan kretek.
- Kue Lumpang Pekalongan
Meskipun kue ini aslinya berasal dari Palembang, tetapi kue lumpang juga banyak ditemukan di daerah Pekalongan.
Kue lumpang memiliki ciri khas berwarna hijau, bertekstur kenyal, dan memiliki lubang di tengahnya.
Bentuknya persis seperti lumpang atau alat untuk menumbuk.
Biasanya, kue lumpang juga disajikan dengan taburan kelapa parut di atasnya.
Bila anda kebetulan melewati daerah Pekalongan, kamu bisa mencari kue lumpang di toko kue atau toko oleh-oleh di sekitar Pantura Pekalongan.
Saking enaknya, pasti bakal jadi cemilan yang diperebutkan saudara-saudara di kampung halaman, deh
- Marning Jagung Lamongan
Camilan ini sering disajikan untuk jamuan bertamu, tapi tidak banyak yang tahu namanya.
Marning atau empeng adalah kudapan yang dibuat dari jagung yang dikeringkan lalu digoreng hingga renyah.
Mudah sekali menemukan marning dalam perjalanan mudik melalui Pantura, terutama bila Sobat Pesona melewati daerah Lamongan.
Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, serta kemudahan menyantapnya pasti bisa bikin sesi ngobrol bersama keluarga di kampung halaman jadi lebih seru.
- Keripik Tike
Masih di Indramayu, pemudik bisa membawa pulang keripik tike. Cemilan ini berbahan baku dari tanaman umbi-umbian atau biji rumput teki yang bisa ditemui pada musim tertentu diolah secara tradisional.
Dan memiliki rasa yang gurih sekaligus bikin ketagihan para pengunjung ketika datang ke Kota Mangga Indramayu.
Keripik Tike sendiri berasal dari Desa Jumbleng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, olahan makanan ringan ini tetap eksis walau proses pembuatannya masih tradisional oleh masyarakat setempat.
Keripik Tike memiliki warna tekstur putih dan ada bintik hitam-kehitaman dan mempunyai rasa yang gurih dan asin.
Cemilan ini bisa didapatkan pemudik di toko-toko souvenir di Indramayu dengan harga sekitar Rp 30 ribu per 100 gramnya.
Itulah ulasan menarik 6 Oleh-oleh Dari Jalur Pantura Jawa yang Cocok Buat Jadi Bingkisan Buat Keluarga dan Kerabat. ***
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









