Pecinta Kuliner Unik Wajib Coba! Es Dawet Ireng yang Bikin Ketagihan di Purworejo, Begini Keunikan dan Sejarahnya!

JATENG.AKURAT.CO, Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang mencerminkan keragaman budaya lokal yang memikat.
Salah satu yang menarik perhatian adalah es dawet ireng, sebuah minuman khas dari Purworejo, Jawa Tengah.
Es dawet ireng tidak hanya menawarkan kesegaran dan kelezatan, tetapi juga menyimpan makna budaya yang mendalam.
Keunikan Es Dawet Ireng
Sesuai namanya, es dawet ireng memiliki cendol berwarna hitam pekat yang berbeda dari es cendol pada umumnya.
Warna hitam ini berasal dari pewarna alami, yaitu abu hasil pembakaran damen (jerami padi) yang disebut abu merang.
Abu merang ini dilarutkan dalam air, didiamkan hingga mengendap, dan air hasil endapan ini dicampur dengan tepung beras dan tepung maizena untuk membuat cendol hitam.
Keunikan lain dari dawet ireng adalah cara penyajian santannya yang diperas langsung dari bungkusan serabut kelapa, memberikan cita rasa santan yang lebih segar dan autentik.
Sajian dawet ireng juga memiliki proporsi cendol yang lebih banyak dibandingkan kuahnya, yang terdiri dari santan dan air gula merah, memberikan sensasi rasa yang kaya dan seimbang.
Filosofi dan Makna Simbolis
Di balik kesederhanaannya, es dawet ireng memiliki makna simbolis yang mendalam.
Warna hitam pada dawet melambangkan kesederhanaan dan keteguhan hati masyarakat Purworejo.
Perpaduan rasa manis dan legit dari kuah gula merah dan santan melambangkan keseimbangan dan keselarasan dalam hidup.
Es dawet ireng bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga simbol budaya dan identitas masyarakat Purworejo.
Sejarah dan Pelestarian
Es dawet ireng pertama kali diperkenalkan oleh Mbah Ahmad Dansri dari Kecamatan Butuh pada tahun 1950-an.
Beliau membuat dawet ireng ini pada musim panen dan berkeliling dari sawah ke sawah untuk menawarkannya.
Setelah Mbah Ahmad Dansri meninggal, anak cucunya melestarikan dan melanjutkan usaha ini.
Kini, es dawet ireng bisa ditemukan di sepanjang Jalan Purworejo-Kebumen, dijual menggunakan rancatan bambu.
Harga es dawet ireng berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000.
Salah satu tempat yang terkenal adalah Dawet Ireng Jembut Kecabut di Desa Butuh, Kecamatan Butuh, di sebelah timur jembatan Butuh, di mana semangkuk kecil es dawet ireng dijual dengan harga Rp5 ribu saja.
Kelezatan dan Khasiat
Es dawet ireng menawarkan sensasi rasa yang menyegarkan, dengan sentuhan dingin dari es serut yang disusul oleh rasa manis, legit, dan gurih dari santan.
Tekstur cendolnya yang kenyal menambah kenikmatan tersendiri.
Selain kelezatannya, es dawet ireng juga memiliki khasiat kesehatan, seperti meredakan panas dalam dan melancarkan pencernaan.
Pewarna alami dari abu merang memastikan bahwa minuman ini aman dikonsumsi tanpa khawatir akan efek samping.
Baca Juga: Jarang Diketahui, 5 Fakta Menarik Jenang Kudus, Oleh-Oleh Khas yang Sudah Eksis Selama 100 Tahun
Pelengkap dan Variasi
Es dawet ireng biasanya disajikan dengan potongan kecil buah nangka sebagai pelengkap.
Namun, variasi lainnya termasuk tape singkong, daging buah durian, atau potongan buah alpukat, yang masing-masing menambah keunikan rasa dan pengalaman menikmati minuman ini.
Melestarikan Warisan Kuliner
Es dawet ireng adalah warisan kuliner yang tak hanya mengembalikan mood yang luntur karena panas terik, tetapi juga mengajarkan bahwa warna hitam tak selalu buruk.
Es dawet ireng adalah simbol kekayaan budaya dan kearifan lokal yang harus dilestarikan.
Upaya pelestarian harus terus dilakukan agar tradisi pembuatan dan penyajian es dawet ireng tetap terjaga dan menjadi daya tarik yang tak lekang oleh waktu.
Melalui pengenalan dan pelestarian kuliner unik ini, es dawet ireng dapat terus menjadi ikon kuliner yang membanggakan dan memperkaya warisan budaya Indonesia.
Mari kita lestarikan keunikan rasa dan teksturnya agar tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Purworejo yang kita banggakan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










