Primbon Jawa Hari Ini 22 Maret 2026: Minggu Pon Bertepatan dengan 2 Syawal 1447 H, Cek Neptu dan Ramalannya

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah suka cita perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, penanggalan Jawa mencatat sebuah weton yang menarik. Hari ini, Minggu (22/3/2026), bertepatan dengan pasaran Pon.
Dalam kalender Jawa, tanggal ini merupakan 3 Sawal 1959 Dal, masih berada dalam siklus Tahun Dal, Windu Sancaya, dan Wuku Dhukut.
Kombinasi hari Minggu dan pasaran Pon membentuk weton Minggu Pon atau dalam istilah Jawa disebut Ngahad Pon, yang memiliki nilai neptu 12.
Bagi masyarakat Jawa yang masih memegang teguh tradisi leluhur, weton bukan sekadar penanda hari kelahiran, melainkan juga pedoman untuk memahami karakter, nasib, dan menentukan hari baik dalam berbagai kegiatan.
Di bulan Syawal yang penuh berkah ini, memahami energi weton dapat menjadi bekal untuk merencanakan aktivitas dengan lebih bijak, terutama bagi mereka yang ingin memulai usaha atau melakukan perjalanan.
Minggu Pon: Neptu 12, Karakter dan Keistimewaan
Dalam hitungan Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu. Hari Minggu memiliki neptu 5, sedangkan pasaran Pon bernilai 7.
Dengan demikian, weton Minggu Pon memiliki neptu 12. Angka ini mencerminkan karakter yang seimbang antara kebijaksanaan dan semangat dalam menjalani kehidupan.
Secara umum, pemilik weton Minggu Pon digambarkan sebagai pribadi yang kaya ilmu, banyak keinginan, dan dapat menjadi penerang hati orang lain.
Mereka cenderung menjadi sumber inspirasi bagi lingkungan sekitarnya, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat. Keingintahuan yang tinggi membuat mereka selalu haus akan pengetahuan baru.
Pangarasan: Aras Kembang
Pangarasan pada weton Minggu Pon adalah Aras Kembang, yang berarti "mudah menerima asihnya atasan atau pimpinan".
Hal ini disebabkan oleh perasaannya yang halus sehingga mengundang simpati banyak orang, terlebih terhadap lawan jenisnya.
Pemilik weton ini memiliki daya tarik alami yang membuat orang lain merasa nyaman berada di dekatnya.
Mereka sering kali menjadi kesayangan dalam lingkungan kerja atau organisasi.
Pancasuda: Bumi Kapetak
Sedangkan Pancasudanya adalah Bumi Kapetak. Istilah ini berarti bertipe pekerja keras, kuat menahan kekecewaan dan penderitaan, serta sangat menyukai kerapian dan kebersihan.
Mereka memiliki ketahanan mental yang luar biasa dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Namun di balik sifat positif itu, tersimpan satu sisi negatif: mereka cenderung pendendam.
Selain itu, kebaikan yang mereka lakukan seringkali tidak terlihat oleh orang lain, karena sifatnya yang tidak suka memamerkan perbuatan baik.
Wuku Dhukut: Masih Berlangsung hingga Akhir Maret
Hari ini masih berada dalam naungan Wuku Dhukut, yang akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Wuku adalah siklus mingguan dalam penanggalan Jawa yang terdiri dari 30 wuku, masing-masing memiliki karakter dan ramalan tersendiri.
Berikut karakteristik wuku Dhukut yang perlu diketahui:
Lambang Dewa: Bethara Sakri, berwatak tegas, berwajah rupawan, berpotensi banyak keturunan.
Gedhong (rumah) di panggung: Pelit dan cenderung ke hal negatif.
Pohonnya pandan surat: Baik warnanya tapi terpinggirkan.
Burungnya ayam hutan: Menjadi piaraan orang besar, bicaranya manis dan enak didengar.
Dua bilah keris terapit kayu: Tajam hatinya, tetapi ingin memiliki kepunyaan orang lain.
Gambarannya tunggul asri pingitan raja: Rupawan tetapi penakut.
Lambangnya kitri tinata: Artinya dalam pergaulan pilih-pilih orang berpangkat.
Kelemahannya ada di prana.
Arah Kala: Kala berada di Barat Daya. Selama tujuh hari pada wuku ini, sebaiknya hindari bepergian ke arah barat daya untuk urusan yang sangat penting.
Minggu Pon di Wuku Dhukut: Hari Baik untuk Berbisnis Hewan Ternak
Primbon menyebutkan secara khusus bahwa pada hari Minggu Pon di wuku Dhukut, hari ini tergolong baik untuk berbisnis rajakaya atau hewan ternak berkaki empat seperti kerbau, sapi, dan lain-lain.
Selain itu, hari ini juga cocok untuk berburu, karena berpotensi cepat mendapatkan hasil yang memuaskan.
Bagi masyarakat yang memiliki usaha peternakan atau berencana memulai bisnis di bidang tersebut, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mengambil langkah strategis.
Demikian pula bagi mereka yang berprofesi sebagai pemburu atau pengelola satwa liar, hari ini diprediksi membawa keberuntungan.
Kalender Jawa 22-31 Maret 2026
Bagi masyarakat yang masih menggunakan penanggalan Jawa sebagai pedoman, berikut adalah kalender lengkap dari tanggal 22 Maret hingga 31 Maret 2026.
Informasi ini meliputi weton, pasaran, dan nilai neptu setiap hari:
Tanggal Masehi | Tanggal Jawa | Tanggal Hijriah | Weton | Pasaran | Neptu |
|---|---|---|---|---|---|
Minggu, 22 Maret 2026 | 3 Sawal 1959 Dal | 2 Syawal 1447 H | Minggu Pon | Pon | 12 |
Senin, 23 Maret 2026 | 4 Sawal 1959 Dal | 3 Syawal 1447 H | Senin Wage | Wage | 8 |
Selasa, 24 Maret 2026 | 5 Sawal 1959 Dal | 4 Syawal 1447 H | Selasa Kliwon | Kliwon | 11 |
Rabu, 25 Maret 2026 | 6 Sawal 1959 Dal | 5 Syawal 1447 H | Rabu Legi | Legi | 12 |
Kamis, 26 Maret 2026 | 7 Sawal 1959 Dal | 6 Syawal 1447 H | Kamis Pahing | Pahing | 17 |
Jumat, 27 Maret 2026 | 8 Sawal 1959 Dal | 7 Syawal 1447 H | Jumat Pon | Pon | 13 |
Sabtu, 28 Maret 2026 | 9 Sawal 1959 Dal | 8 Syawal 1447 H | Sabtu Wage | Wage | 13 |
Minggu, 29 Maret 2026 | 10 Sawal 1959 Dal | 9 Syawal 1447 H | Minggu Kliwon | Kliwon | 13 |
Senin, 30 Maret 2026 | 11 Sawal 1959 Dal | 10 Syawal 1447 H | Senin Legi | Legi | 9 |
Selasa, 31 Maret 2026 | 12 Sawal 1959 Dal | 11 Syawal 1447 H | Selasa Pahing | Pahing | 12 |
Manfaat Memahami Weton dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagi masyarakat Jawa, weton tidak sekadar tradisi, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang dapat dimanfaatkan untuk:
Menentukan Hari Baik – Memilih waktu yang tepat untuk pernikahan, memulai usaha, atau melakukan perjalanan penting.
Pengendalian Diri – Memahami karakter diri sendiri agar dapat mengelola emosi dan mengambil keputusan dengan lebih bijaksana.
Harmoni dengan Alam – Menyelaraskan aktivitas dengan ritme alam yang dipercaya membawa keberkahan.
Memahami Kecocokan Pasangan – Menghitung neptu untuk melihat potensi keharmonisan dalam rumah tangga.
Risiko dan Kesalahan Umum dalam Menggunakan Weton
Mengabaikan Usaha dan Doa – Terlalu bergantung pada weton tanpa diiringi ikhtiar dan doa dapat membuat seseorang lupa bahwa hasil akhir tetap berasal dari Tuhan.
Menafsirkan Secara Sempit – Hanya melihat sisi negatif suatu weton tanpa memahami kelebihan yang dimiliki.
Memaksakan Diri – Jika suatu hari dianggap "kurang baik", bukan berarti tidak boleh melakukan aktivitas; yang terpenting adalah persiapan dan niat yang baik.
FAQ Seputar Minggu Pon dan Kalender Jawa
Q: Apa neptu Minggu Pon?
A: Neptu Minggu Pon adalah 12, dari nilai hari Minggu (5) dan pasaran Pon (7). Ini mencerminkan karakter yang seimbang antara kebijaksanaan dan semangat.
Q: Apa arti Aras Kembang pada weton Minggu Pon?
A: Aras Kembang berarti mudah menerima kasih sayang dari atasan atau pimpinan karena perasaan halus yang mengundang simpati banyak orang.
Q: Apakah benar Minggu Pon adalah hari yang baik untuk berbisnis hewan ternak?
A: Menurut primbon, pada wuku Dhukut, Minggu Pon termasuk hari yang baik untuk berbisnis hewan ternak berkaki empat seperti kerbau dan sapi, serta untuk berburu.
Q: Berapa lama wuku Dhukut berlangsung?
A: Satu wuku berlangsung selama 7 hari. Wuku Dhukut akan berganti setelah 7 hari.
Q: Apakah pantangan ke barat daya pada wuku Dhukut harus benar-benar dihindari?
A: Pantangan ini lebih bersifat simbolis sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati jika bepergian ke arah barat daya, terutama untuk urusan penting. Aktivitas biasa tidak masalah.
Dengan memahami weton Minggu Pon dan kalender Jawa di penghujung Maret 2026, kita dapat menyelaraskan aktivitas dengan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.
Semoga hari raya Idul Fitri ini membawa keberkahan, dan setiap langkah yang kita ambil senantiasa dalam lindungan Tuhan.
Selamat menikmati momen kebersamaan di hari kedua Lebaran, mohon maaf lahir dan batin!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










