Jateng

Weton Selasa Pon 17 Maret 2026: Neptu 10, Watak, dan Ramalan Menurut Primbon Jawa

Theo Adi Pratama | 17 Maret 2026, 07:51 WIB
Weton Selasa Pon 17 Maret 2026: Neptu 10, Watak, dan Ramalan Menurut Primbon Jawa
Ramalan Selasa Pon

JATENG.AKURAT.CO, Masyarakat Jawa yang masih menjaga tradisi leluhur kerap kali memperhatikan penanggalan Jawa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Hari ini, Selasa (17 Maret 2026), bertepatan dengan pasaran Pon. Dalam sistem kalender Jawa, tanggal tersebut juga menandai 28 Pasa 1959, yang berada dalam Tahun Dal, Windu Sancaya, dan bertepatan dengan siklus pekan Wuku Kulawu.

Perpaduan antara hari, pasaran, dan wuku ini dipercaya memiliki pengaruh terhadap watak, rezeki, hingga baik buruknya suatu pekerjaan yang akan dilakukan.

Bagi Anda yang lahir pada weton Selasa Pon atau sekadar ingin memahami makna di balik perhitungan Jawa hari ini, artikel ini akan mengupas tuntas karakter, sifat, serta ramalan yang menyertainya.

Berdasarkan kitab primbon yang diwariskan secara turun-temurun, setiap weton memiliki neptu atau nilai tertentu yang memengaruhi kepribadian seseorang.

Selasa Pon memiliki neptu 10, hasil penjumlahan nilai hari Selasa (3) dan pasaran Pon (7). Angka ini dipercaya memberikan pengaruh signifikan dalam kehidupan pemiliknya.

Watak dan Karakter Pemilik Weton Selasa Pon

Pemilik weton Selasa Pon dikenal sebagai pribadi yang ramah dan memiliki tutur kata yang manis.

Mereka pandai bergaul dan disukai banyak orang karena sikapnya yang bersahabat.

Selain itu, mereka juga dikenal sebagai pribadi yang berhati-hati dan waspada dalam bertindak, sehingga banyak orang segan dan menghormati mereka.

Mereka cenderung bersikap baik kepada orang yang mereka sukai, namun di balik itu semua, terdapat sifat senang akan kemewahan, keras hati, dan pencemburu .

Sifat keras hati ini membuat mereka teguh pada pendirian, tetapi kadang sulit menerima masukan dari orang lain.

Sementara itu, sifat pencemburu bisa menjadi tantangan dalam hubungan interpersonal, terutama jika tidak dikelola dengan baik.

Meskipun demikian, kebaikan hati dan keramahan mereka seringkali menutupi kekurangan tersebut.

Pangarasan dan Pancasuda: Antara Prihatin dan Kewibawaan

Dalam primbon Jawa, setiap weton memiliki Pangarasan (perumpamaan sifat) dan Pancasuda (tingkat pencapaian rezeki).

Pangarasan untuk weton Selasa Pon adalah Aras Pepet. Artinya, mereka cenderung sering mengalami prihatin, hidup dalam serba kekurangan, dan apa yang diinginkan sulit tercapai.

Ini adalah gambaran bahwa perjalanan hidup mereka tidak selalu mulus dan penuh dengan ujian.

Namun, Pancasuda untuk weton ini justru sebaliknya, yaitu Satriya Wibawa.

Ini berarti mereka akan mencapai tingkat di mana mereka dihormati orang karena kemuliaan dan keluhuran budi pekertinya.

Meskipun di awal kehidupan mungkin diwarnai kesulitan, pada akhirnya mereka akan mendapatkan tempat terhormat di masyarakat.

Perpaduan antara Aras Pepet dan Satriya Wibawa menunjukkan bahwa mereka harus bekerja keras melewati masa-masa sulit untuk mencapai puncak kehormatan.

Pengaruh Wuku Kulawu: Kukuh, Kuat Kepribadian, tapi Cenderung Boros

Hari ini juga bertepatan dengan Wuku Kulawu, yang memiliki lambang dewata Bathara Sadana.

Sifatnya yang menonjol adalah kukuh dan kuat dalam kepribadian. Mereka yang lahir di wuku ini biasanya memiliki pendirian teguh dan tidak mudah goyah.

Keberuntungan juga sering menyertai mereka, namun ada satu sifat yang perlu diwaspadai, yaitu cenderung "gelap hati", yang bisa diartikan sebagai kurang peka atau kadang bertindak tanpa memikirkan perasaan orang lain .

Selain itu, lambang burungnya adalah nuri, yang melambangkan sifat sangat boros dan cepat habis rezekinya.

Mereka adalah tipe orang yang dermawan, rela memberi tanpa pamrih, namun jika tidak hati-hati, kedermawanan ini bisa berujung pada kesulitan finansial.

Mereka juga senang pamer atas apa yang dimilikinya, meskipun kadang ketulusannya masih kurang.

Dalam menjalin hubungan asmara, mereka digambarkan lestari dan setia, seperti burung dewata yang sedang bergerombol.

Peringatan Hari Ini: Waspada Bepergian Jauh

Dalam primbon, disebutkan secara khusus bahwa pada hari Selasa Pon di wuku Kulawu memiliki pertanda kurang baik untuk aktivitas tertentu.

Hari ini dianggap sebagai hari yang buruk untuk bepergian jauh. Jika nekat melakukannya, ada potensi mengalami sakit atau masalah kesehatan selama dalam perjalanan .

Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki rencana perjalanan jarak jauh pada hari ini, sebaiknya pertimbangkan untuk menundanya atau setidaknya lebih berhati-hati dan mempersiapkan kondisi fisik dengan matang.

Ini juga menjadi pengingat untuk selalu menjaga kesehatan dan waspada terhadap tanda-tanda kelelahan saat bepergian.

Ada pula pantangan yang perlu diperhatikan selama tujuh hari saat wuku Kulawu berlangsung, yaitu dilarang bepergian jauh ke arah Utara untuk urusan yang sangat penting.

Kala ada di Utara, diyakini akan membawa bahaya, seperti digigit ular. Jadi, sebaiknya hindari perjalanan penting ke arah utara selama periode ini .

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Weton Selasa Pon

Q: Bagaimana cara menghitung neptu weton?
A: Neptu didapat dari penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Nilai hari: Minggu (5), Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9). Nilai pasaran: Kliwon (8), Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4). Jadi, Selasa Pon = 3 + 7 = 10.

Q: Apakah weton Selasa Pon cocok dengan weton tertentu?
A: Dalam primbon perjodohan, kecocokan dilihat dari jumlah neptu kedua calon mempelai. Neptu 10 biasanya cocok dengan pasangan yang memiliki neptu 12, 13, atau 14. Namun, ini hanyalah salah satu pertimbangan dan tidak mutlak. Faktor lain seperti kepribadian dan komunikasi jauh lebih penting.

Q: Apa yang dimaksud dengan Wuku?
A: Wuku adalah sistem pekan dalam kalender Jawa yang terdiri dari 30 pekan, masing-masing berlangsung selama 7 hari. Setiap wuku memiliki karakter dan perlambangnya sendiri yang memengaruhi watak orang yang lahir di pekan tersebut.

Q: Apakah ramalan ini pasti terjadi?
A: Segala ramalan dalam primbon Jawa adalah warisan leluhur yang bersifat petunjuk dan bukan kepastian mutlak. Hasil akhir tetap bergantung pada usaha, doa, dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa.

Memahami Diri Melalui Kearifan Lokal

Weton Selasa Pon dengan neptu 10 menyimpan beragam makna mendalam tentang karakter, rezeki, dan perjalanan hidup.

Pemiliknya digambarkan sebagai pribadi yang ramah, manis budi, namun juga pencemburu dan senang kemewahan.

Mereka dihadapkan pada ujian kehidupan (Aras Pepet) sebelum akhirnya mencapai kehormatan (Satriya Wibawa).

Di hari Selasa Pon yang bertepatan dengan Wuku Kulawu ini, umat Jawa diingatkan untuk tidak bepergian jauh karena berisiko sakit.

Memahami weton bukan sekadar ramalan, melainkan juga upaya untuk mengenal diri sendiri, memahami kelebihan dan kekurangan, serta menjalani hidup dengan lebih bijaksana.

Apapun keyakinan Anda, tradisi ini adalah bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang patut kita lestarikan.

Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang kearifan lokal Jawa.

Selamat menjalani aktivitas di hari Selasa Pon ini, dan jika terpaksa bepergian, tetaplah berhati-hati!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.