Jateng

Kamis Kliwon 19 Maret 2026 dalam Primbon Jawa: Weton Neptu 16, Wuku Kulawu dan Daftar Kalender Jawa 19-31 Mart 2026

Theo Adi Pratama | 19 Maret 2026, 09:48 WIB
Kamis Kliwon 19 Maret 2026 dalam Primbon Jawa: Weton Neptu 16, Wuku Kulawu dan Daftar Kalender Jawa 19-31 Mart 2026

JATENG.AKURAT.CO, Bagi masyarakat Jawa yang masih setia melestarikan budaya leluhur, penanggalan Jawa bukan sekadar penanda waktu.

Ia adalah cermin untuk memahami watak, nasib, hingga energi hari yang sedang berlangsung.

Hari ini, Kamis (19/3/2026), bertepatan dengan pasaran Kliwon.

Dalam kalender Jawa, tanggal ini juga jatuh pada 30 Pasa 1959, masih berada di Tahun Dal, Windu Sancaya, dan Wuku Kulawu .

Setiap weton atau hari kelahiran memiliki makna filosofis tersendiri.

Lantas, bagaimana karakter dan ramalan untuk weton Kamis Kliwon serta makna di balik wuku Kulawu yang masih berlangsung? Simak ulasan lengkapnya berdasarkan primbon Jawa berikut ini.

Kamis Kliwon: Neptu 16 dan Karakter Pemiliknya

Dalam hitungan Jawa, weton Kamis Kliwon memiliki nilai neptu 16, yang merupakan hasil penjumlahan dari nilai hari Kamis (8) dan pasaran Kliwon (8).

Angka ini diyakini memengaruhi sifat dasar dan perjalanan hidup seseorang.

Secara umum, pemilik weton Kamis Kliwon digambarkan sebagai pribadi yang luwes dalam bertindak, dihormati banyak orang, dan disenangi oleh sanak saudaranya.

Kombinasi hari Kamis yang melambangkan kewibawaan dan pasaran Kliwon yang melambangkan kewaskitaan membuat mereka cenderung bijaksana dan berwibawa .

Pangarasan: Lakuning Banyu

Pangarasan pada weton Kamis Kliwon adalah Lakuning Banyu.

Sifatnya tenang seperti air yang selalu mengalir ke tempat yang rendah, karena tahu persis di mana akan mendapatkan rezekinya.

Biasanya ia pun memiliki perencanaan yang matang dalam setiap langkahnya .

Pancasuda: Bumi Kapetak

Sedangkan Pancasudanya adalah Bumi Kapetak. Artinya, pemilik weton ini bertipe pekerja keras, kuat menahan kekecewaan dan penderitaan, serta sangat menyukai kerapian dan kebersihan.

Namun di balik sifat positif itu, tersimpan satu sisi negatif: mereka cenderung pendendam.

Selain itu, kebaikan yang mereka lakukan seringkali tidak terlihat oleh orang lain .

Wuku Kulawu: Masih Berlangsung, Simak Pantangannya

Hari ini juga masih berada di bawah naungan Wuku Kulawu, yang akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Wuku adalah siklus mingguan dalam penanggalan Jawa yang terdiri dari 30 wuku.

Berikut adalah karakteristik wuku Kulawu berdasarkan primbon:

  • Lambang Dewa: Bathara Sadana . Sifatnya kukuh, kuat kepribadiannya, dan banyak keberuntungan.

  • Air di Tempayan di Depan: Artinya pandai dan bijaksana, besar keberuntungannya, tetapi cenderung gelap hati .

  • Gedhong di Depan: Memiliki watak senang pamer, dermawan walaupun kadang kurang ikhlas .

  • Lambang Burung Nuri: Sangat boros dan cepat habis, rela tanpa pamrih. Jika tidak hati-hati akan jauh dari keberuntungan dan serakah .

  • Membelakangi Senjata Tajam: Jika memutuskan sesuatu tidak bisa cepat, butuh pertimbangan matang .

  • Lambang Bagaikan Bun Menetes di Sendhang: Pada mulanya miskin, lalu agak kaya, dan akhirnya kaya .

  • Digambarkan Seperti Burung Dewata yang Bergerombol: Wataknya lestari dalam menjalin hubungan cinta asmara .

  • Bahaya: Waspada terhadap bahaya gigitan ular .

  • Arah Kala: Kala (raksasa) berada di utara. Selama tujuh hari pada wuku ini, sebaiknya hindari bepergian ke arah utara untuk urusan yang sangat penting. Untuk urusan sehari-hari diperbolehkan .

Kamis Kliwon di Wuku Kulawu: Hari yang Sangat Buruk untuk Bepergian

Primbon menyebutkan secara khusus, pada hari Kamis Kliwon di wuku Kulawu, hari ini tergolong sangat buruk.

Jika nekat bepergian, dikhawatirkan musuh sudah menghadang di jalan, bahkan bisa memukul jatuh tanpa mampu membalas.

Namun di sisi lain, hari ini justru sangat baik untuk menyimpan padi di lumbung atau menyimpan hasil panen, sebagai simbol menjaga rezeki .

Kalender Jawa 19-31 Maret 2026

Bagi masyarakat Jawa, menghitung hari baik menjadi cara untuk mengambil keputusan penting agar segala urusan berjalan lebih berkah.

Mulai dari menyusun acara besar sampai menentukan waktu yang pas untuk bepergian, semua bisa dicek di kalender Jawa Maret 2026.

Di bulan Maret 2026 ini, kalender Jawa juga bersinggungan dengan Nyepi sekaligus perayaan Idul Fitri.

Jadi, tak heran jika banyak yang mulai berburu informasi mengenai weton, pasaran, hingga nilai neptu untuk mencari hari paling baik di bulan ini .

Berikut adalah kalender Jawa lengkap dari tanggal 19 Maret hingga 31 Maret 2026 :

Tanggal Masehi

Tanggal Jawa

Tanggal Hijriah

Weton

Pasaran

Neptu

Kamis, 19 Maret 2026

30 Pasa 1959 Dal

29 Ramadhan 1447 H

Kamis Kliwon

Kliwon

16

Jumat, 20 Maret 2026

1 Sawal 1959 Dal

30 Ramadhan 1447 H

Jumat Legi

Legi

11

Sabtu, 21 Maret 2026

2 Sawal 1959 Dal

1 Syawal 1447 H

Sabtu Pahing

Pahing

18

Minggu, 22 Maret 2026

3 Sawal 1959 Dal

2 Syawal 1447 H

Minggu Pon

Pon

12

Senin, 23 Maret 2026

4 Sawal 1959 Dal

3 Syawal 1447 H

Senin Wage

Wage

8

Selasa, 24 Maret 2026

5 Sawal 1959 Dal

4 Syawal 1447 H

Selasa Kliwon

Kliwon

11

Rabu, 25 Maret 2026

6 Sawal 1959 Dal

5 Syawal 1447 H

Rabu Legi

Legi

12

Kamis, 26 Maret 2026

7 Sawal 1959 Dal

6 Syawal 1447 H

Kamis Pahing

Pahing

17

Jumat, 27 Maret 2026

8 Sawal 1959 Dal

7 Syawal 1447 H

Jumat Pon

Pon

13

Sabtu, 28 Maret 2026

9 Sawal 1959 Dal

8 Syawal 1447 H

Sabtu Wage

Wage

13

Minggu, 29 Maret 2026

10 Sawal 1959 Dal

9 Syawal 1447 H

Minggu Kliwon

Kliwon

13

Senin, 30 Maret 2026

11 Sawal 1959 Dal

10 Syawal 1447 H

Senin Legi

Legi

9

Selasa, 31 Maret 2026

12 Sawal 1959 Dal

11 Syawal 1447 H

Selasa Pahing

Pahing

12

Manfaat dan Penggunaan Weton dalam Kehidupan Sehari-hari

Menurut berbagai sumber, weton tidak hanya berfungsi sebagai pedoman untuk memahami kepribadian, tetapi juga sebagai alat manajemen waktu yang lebih spiritual.

Berikut beberapa manfaat praktis dari penggunaan weton:

  1. Menentukan Hari Baik: Masyarakat Jawa sering menggunakan weton untuk menentukan hari yang tepat bagi pernikahan, memulai usaha, bepergian jauh, hingga upacara adat . Hari baik dipercaya membawa keberuntungan dan kelancaran.

  2. Pengendalian Diri: Dengan memahami karakteristik wetonnya, seseorang dapat lebih mudah mengelola emosi, merencanakan tindakan dengan hati-hati, dan mengetahui kapan harus bertindak atau menunda suatu aktivitas .

  3. Harmoni dengan Alam: Weton mengajarkan konsep harmoni, bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta. Dengan mengikuti ritme alam yang dipersonifikasikan melalui weton, seseorang dapat mencapai kehidupan yang lebih seimbang .

  4. Memahami Kecocokan Pasangan: Dalam tradisi Jawa, weton sering digunakan untuk menghitung kecocokan pasangan sebelum menikah, dengan harapan rumah tangga akan harmonis dan langgeng .

Tips dan Kesalahan Umum dalam Menggunakan Weton

Tips:

  • Gunakan sebagai Panduan: Jadikan weton sebagai alat bantu untuk introspeksi dan perencanaan, bukan sebagai patokan mutlak yang menentukan hidup mati seseorang.

  • Konsultasi dengan Ahli: Jika ragu, berkonsultasilah dengan sesepuh atau praktisi budaya Jawa yang memahami perhitungan weton secara mendalam .

  • Gabungkan dengan Niat Baik: Apapun wetonnya, niat baik, doa, dan usaha keras tetaplah menjadi faktor utama keberhasilan.

Kesalahan Umum:

  • Mengabaikan Usaha: Terlalu bergantung pada weton tanpa diiringi kerja keras dan ikhtiar adalah keliru. Weton hanyalah salah satu faktor, bukan satu-satunya penentu .

  • Memaksakan Diri: Jika hari yang "baik" tidak memungkinkan, jangan memaksakan. Yang terpenting adalah kelancaran acara dan kesiapan diri.

  • Menafsirkan Secara Sempit: Jangan hanya melihat weton dari satu sisi negatif. Setiap weton memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa dijadikan pelajaran.

FAQ Seputar Weton Kamis Kliwon dan Kalender Jawa

Apa itu neptu?
Neptu adalah nilai numerik dari hari dan pasaran dalam penanggalan Jawa. Nilai ini digunakan untuk menghitung watak, kecocokan, atau peruntungan seseorang.

Apakah benar weton Kamis Kliwon pendendam?
Pancasuda Bumi Kapetak memang menyebutkan sifat pendendam sebagai salah satu kelemahan. Namun ini bukan vonis mutlak, melainkan pengingat untuk introspeksi dan mengelola emosi .

Apa arti "Lakuning Banyu"?
Lakuning Banyu berarti watak seperti air yang mengalir; tenang, tahu arah rezekinya, dan memiliki perencanaan matang .

Bagaimana cara menghitung neptu?
Neptu dihitung dengan menjumlahkan nilai neptu hari dan nilai neptu pasaran. Nilai hari: Minggu=5, Senin=4, Selasa=3, Rabu=7, Kamis=8, Jumat=6, Sabtu=9. Nilai pasaran: Legi=5, Pahing=9, Pon=7, Wage=4, Kliwon=8 .

Apa yang dimaksud dengan tahun Dal?
Tahun Dal adalah salah satu siklus tahun dalam penanggalan Jawa (warsa) yang memiliki karakteristik dan makna tersendiri. Tahun 1959 dalam kalender Jawa adalah tahun Dal .

Apakah pantangan bepergian ke utara benar-benar harus dihindari?
Pantangan ini lebih bersifat simbolis dan anjuran. Dalam budaya Jawa, ini dimaknai sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati jika ada urusan penting ke arah tersebut selama wuku Kulawu berlangsung. Untuk aktivitas biasa, tidak masalah .

Dengan mengetahui kalender Jawa di penghujung Maret 2026 ini, semoga Anda bisa merencanakan segala aktivitas dengan lebih baik, entah itu untuk merayakan Lebaran, menggelar hajatan, atau sekadar memahami karakter hari yang akan dilalui.

Terlebih hari ini, Kamis Kliwon, memiliki pesan khusus: berhati-hatilah dalam perjalanan, dan manfaatkan waktu untuk menyimpan berkah. Selamat menjalani hari-hari penuh makna di bulan Syawal!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.