Jateng

Jumat Legi 20 Maret 2026 dalam Primbon Jawa: Weton Neptu 11, Cocok untuk Menanam dan Urusan Dunia

Theo Adi Pratama | 20 Maret 2026, 12:01 WIB
Jumat Legi 20 Maret 2026 dalam Primbon Jawa: Weton Neptu 11, Cocok untuk Menanam dan Urusan Dunia

JATENG.AKURAT.CO, Hari ini, Jumat (20/3/2026), bertepatan dengan pasaran Legi. Dalam penanggalan Jawa, tanggal ini juga menandai momen istimewa: 1 Sawal 1959 Dal atau hari pertama bulan Syawal dalam tahun Dal.

Artinya, bagi sebagian masyarakat yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah, hari ini adalah Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Namun di sisi lain, secara kalender Jawa, weton hari ini adalah Jumat Legi, sebuah kombinasi yang dipercaya memiliki energi dan makna tersendiri.

Bagi masyarakat Jawa, weton bukan sekadar penanda hari kelahiran. Ia adalah pedoman untuk memahami watak, nasib, dan memilih hari baik dalam menjalani berbagai kegiatan.

Di bulan Maret 2026 ini, kalender Jawa juga bersinggungan dengan perayaan Nyepi dan Idul Fitri, sehingga informasi mengenai weton, pasaran, hingga nilai neptu menjadi buruan banyak orang untuk menentukan langkah terbaik ke depan .

Jumat Legi: Neptu 11 dan Karakter Pemiliknya

Dalam hitungan Jawa, weton Jumat Legi memiliki nilai neptu 11, yang merupakan hasil penjumlahan dari nilai hari Jumat (6) dan pasaran Legi (5).

Angka ini diyakini memengaruhi sifat dasar dan perjalanan hidup seseorang.

Secara umum, pemilik weton Jumat Legi digambarkan sebagai pribadi yang lancar sandang pangannya—artinya rezeki selalu ada dan mengalir dengan baik.

Mereka cenderung memiliki keberuntungan dalam hal materi dan kehidupan sehari-hari.

Pangarasan: Aras Tuding

Pangarasan pada weton Jumat Legi adalah Aras Tuding. Ini berarti pemilik weton ini sering ditunjuk dalam hal-hal positif.

Dalam suatu organisasi, misalnya, ia berpeluang menduduki jabatan strategis atau memiliki posisi yang sangat penting.

Namun di sisi lain, ia juga tak luput dari tudingan negatif atau fitnah .

Pancasuda: Satriya Wirang

Sedangkan Pancasudanya adalah Satriya Wirang. Artinya, meskipun orangnya luhur budi pekertinya, ia sering mendapat malu atau dipermalukan orang lain sehingga terkesan kurang berwibawa.

Sifat ini menjadi pengingat bahwa kebaikan hati tidak selalu berbanding lurus dengan penghormatan yang diterima.

Wuku Kulawu: Masih Berlangsung, Ini Pantangannya

Hari ini juga masih berada di bawah naungan Wuku Kulawu, yang akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Wuku adalah siklus mingguan dalam penanggalan Jawa yang terdiri dari 30 wuku.

Berikut adalah karakteristik wuku Kulawu yang perlu diketahui:

  • Lambang Dewa: Bathara Sadana . Sifatnya kukuh, kuat kepribadiannya, dan banyak keberuntungan.

  • Air di Tempayan di Depan: Pandai dan bijaksana, besar keberuntungannya, tetapi cenderung gelap hati .

  • Gedhong di Depan: Senang pamer, dermawan walaupun kadang kurang ikhlas .

  • Lambang Burung Nuri: Sangat boros dan cepat habis, rela tanpa pamrih. Jika tidak hati-hati akan jauh dari keberuntungan dan serakah .

  • Membelakangi Senjata Tajam: Jika memutuskan sesuatu tidak bisa cepat, butuh pertimbangan matang .

  • Lambang Bagaikan Bun Menetes di Sendhang: Pada mulanya miskin, lalu agak kaya, dan akhirnya kaya .

  • Digambarkan Seperti Burung Dewata yang Bergerombol: Wataknya lestari dalam menjalin hubungan cinta asmara .

  • Bahaya: Waspada terhadap bahaya gigitan ular .

  • Arah Kala: Kala (raksasa) berada di utara. Selama tujuh hari pada wuku ini, sebaiknya hindari bepergian ke arah utara untuk urusan yang sangat penting. Untuk urusan sehari-hari diperbolehkan .

Jumat Legi di Wuku Kulawu: Hari Baik untuk Menanam dan Urusan Keduniaan

Primbon menyebutkan secara khusus, pada hari Jumat Legi di wuku Kulawu, hari ini tergolong sangat baik untuk menanam.

Apa pun yang ditanam—baik itu tanaman secara harfiah maupun niat dan usaha—akan tumbuh subur dan menuai hasil yang menggembirakan.

Secara umum, untuk urusan keduniaan seperti memulai bisnis, mencari rezeki, atau melakukan investasi, hari ini membawa keberuntungan .

Kalender Jawa 20-31 Maret 2026

Berikut adalah kalender Jawa lengkap dari tanggal 20 Maret hingga 31 Maret 2026, yang dapat menjadi panduan bagi Anda yang ingin menentukan hari baik untuk berbagai kegiatan :

Tanggal Masehi

Tanggal Jawa

Tanggal Hijriah

Weton

Pasaran

Neptu

Jumat, 20 Maret 2026

1 Sawal 1959 Dal

30 Ramadhan 1447 H

Jumat Legi

Legi

11

Sabtu, 21 Maret 2026

2 Sawal 1959 Dal

1 Syawal 1447 H

Sabtu Pahing

Pahing

18

Minggu, 22 Maret 2026

3 Sawal 1959 Dal

2 Syawal 1447 H

Minggu Pon

Pon

12

Senin, 23 Maret 2026

4 Sawal 1959 Dal

3 Syawal 1447 H

Senin Wage

Wage

8

Selasa, 24 Maret 2026

5 Sawal 1959 Dal

4 Syawal 1447 H

Selasa Kliwon

Kliwon

11

Rabu, 25 Maret 2026

6 Sawal 1959 Dal

5 Syawal 1447 H

Rabu Legi

Legi

12

Kamis, 26 Maret 2026

7 Sawal 1959 Dal

6 Syawal 1447 H

Kamis Pahing

Pahing

17

Jumat, 27 Maret 2026

8 Sawal 1959 Dal

7 Syawal 1447 H

Jumat Pon

Pon

13

Sabtu, 28 Maret 2026

9 Sawal 1959 Dal

8 Syawal 1447 H

Sabtu Wage

Wage

13

Minggu, 29 Maret 2026

10 Sawal 1959 Dal

9 Syawal 1447 H

Minggu Kliwon

Kliwon

13

Senin, 30 Maret 2026

11 Sawal 1959 Dal

10 Syawal 1447 H

Senin Legi

Legi

9

Selasa, 31 Maret 2026

12 Sawal 1959 Dal

11 Syawal 1447 H

Selasa Pahing

Pahing

12

Manfaat dan Penggunaan Weton dalam Kehidupan Sehari-hari

Menurut berbagai sumber, weton tidak hanya berfungsi sebagai pedoman untuk memahami kepribadian, tetapi juga sebagai alat manajemen waktu yang lebih spiritual. Berikut beberapa manfaat praktis dari penggunaan weton:

  1. Menentukan Hari Baik: Masyarakat Jawa sering menggunakan weton untuk menentukan hari yang tepat bagi pernikahan, memulai usaha, bepergian jauh, hingga upacara adat . Hari baik dipercaya membawa keberuntungan dan kelancaran.

  2. Pengendalian Diri: Dengan memahami karakteristik wetonnya, seseorang dapat lebih mudah mengelola emosi, merencanakan tindakan dengan hati-hati, dan mengetahui kapan harus bertindak atau menunda suatu aktivitas .

  3. Harmoni dengan Alam: Weton mengajarkan konsep harmoni, bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta. Dengan mengikuti ritme alam yang dipersonifikasikan melalui weton, seseorang dapat mencapai kehidupan yang lebih seimbang .

  4. Memahami Kecocokan Pasangan: Dalam tradisi Jawa, weton sering digunakan untuk menghitung kecocokan pasangan sebelum menikah, dengan harapan rumah tangga akan harmonis dan langgeng .

Tips dan Kesalahan Umum dalam Menggunakan Weton

Tips:

  • Gunakan sebagai Panduan: Jadikan weton sebagai alat bantu untuk introspeksi dan perencanaan, bukan sebagai patokan mutlak yang menentukan hidup mati seseorang.

  • Konsultasi dengan Ahli: Jika ragu, berkonsultasilah dengan sesepuh atau praktisi budaya Jawa yang memahami perhitungan weton secara mendalam .

  • Gabungkan dengan Niat Baik: Apapun wetonnya, niat baik, doa, dan usaha keras tetaplah menjadi faktor utama keberhasilan.

Kesalahan Umum:

  • Mengabaikan Usaha: Terlalu bergantung pada weton tanpa diiringi kerja keras dan ikhtiar adalah keliru. Weton hanyalah salah satu faktor, bukan satu-satunya penentu .

  • Memaksakan Diri: Jika hari yang "baik" tidak memungkinkan, jangan memaksakan. Yang terpenting adalah kelancaran acara dan kesiapan diri.

  • Menafsirkan Secara Sempit: Jangan hanya melihat weton dari satu sisi negatif. Setiap weton memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa dijadikan pelajaran.

FAQ Seputar Weton Jumat Legi dan Kalender Jawa

Apa itu neptu?
Neptu adalah nilai numerik dari hari dan pasaran dalam penanggalan Jawa. Nilai ini digunakan untuk menghitung watak, kecocokan, atau peruntungan seseorang.

Apakah benar weton Jumat Legi rezekinya lancar?
Dalam primbon, weton Jumat Legi disebut memiliki "sandang pangan" yang lancar, artinya rezeki selalu ada dan mudah didapat. Namun ini bukan jaminan, melainkan potensi yang perlu diimbangi dengan usaha .

Apa arti "Satriya Wirang"?
Satriya Wirang berarti orangnya luhur budi pekertinya, namun sering mendapat malu atau dipermalukan orang lain sehingga kurang berwibawa .

Bagaimana cara menghitung neptu?
Neptu dihitung dengan menjumlahkan nilai neptu hari dan nilai neptu pasaran. Nilai hari: Minggu=5, Senin=4, Selasa=3, Rabu=7, Kamis=8, Jumat=6, Sabtu=9. Nilai pasaran: Legi=5, Pahing=9, Pon=7, Wage=4, Kliwon=8 .

Apa yang dimaksud dengan tahun Dal?
Tahun Dal adalah salah satu siklus tahun dalam penanggalan Jawa (warsa) yang memiliki karakteristik dan makna tersendiri. Tahun 1959 dalam kalender Jawa adalah tahun Dal .

Apakah pantangan bepergian ke utara benar-benar harus dihindari?
Pantangan ini lebih bersifat simbolis dan anjuran. Dalam budaya Jawa, ini dimaknai sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati jika ada urusan penting ke arah tersebut selama wuku Kulawu berlangsung. Untuk aktivitas biasa, tidak masalah .

Dengan mengetahui kalender Jawa di penghujung Maret 2026 ini, semoga Anda bisa merencanakan segala aktivitas dengan lebih baik, entah itu untuk merayakan Lebaran, menggelar hajatan, atau sekadar memahami karakter hari yang akan dilalui.

Terlebih hari ini, Jumat Legi, memiliki pesan khusus: manfaatkan energi positif untuk memulai hal-hal baik dan tanamlah benih-benih kebaikan, karena hasilnya akan subur dan membawa keberuntungan. Selamat menjalani hari-hari penuh berkah di bulan Syawal!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.