Kalender Jawa 16-22 Maret 2026: Weton dan Neptu Lengkap, Ada Sabtu Pahing Neptu 18 Tertinggi

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah hiruk pikuk persiapan mudik Lebaran dan libur panjang, sebagian masyarakat Jawa masih setia menggunakan penanggalan tradisional untuk menentukan berbagai kegiatan penting.
Kalender Jawa 2026 keluaran Nahdlatul Ulama (NU) menjadi rujukan utama yang memuat lengkap tanggal, pasaran, weton, dan neptu .
Sistem penanggalan yang menggabungkan siklus tujuh hari (dina) dengan lima hari pasaran ini hingga kini masih hidup dan digunakan dalam berbagai tradisi, mulai dari menentukan hari baik pernikahan, selamatan, pindah rumah, hingga kegiatan adat lainnya .
Memahami weton dan neptu tidak bisa dilepaskan dari perhitungan nilai angka yang telah ditetapkan secara turun-temurun.
Weton sendiri merupakan gabungan antara hari Masehi (Senin-Minggu) dengan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
Sementara neptu adalah nilai numerik dari masing-masing hari dan pasaran yang jika dijumlahkan menghasilkan angka tertentu yang dipercaya memiliki makna dalam primbon Jawa.
Bagi masyarakat yang masih menjunjung tinggi tradisi, mengetahui weton dan neptu setiap hari menjadi bekal penting untuk merencanakan agenda dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur.
Cara Menghitung Weton dan Neptu
Sebelum menyimak rincian kalender sepekan, perlu dipahami bahwa setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu yang berbeda.
Berdasarkan sumber dari Universitas Negeri Surabaya dan NU Online, berikut nilai neptu yang berlaku :
Neptu Hari:
Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9), Minggu (5).
Neptu Pasaran:
Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), Kliwon (8).
Weton diperoleh dengan menjumlahkan nilai neptu hari dan pasaran yang bersangkutan.
Misalnya, hari Senin (4) bertemu pasaran Pahing (9), maka neptunya adalah 13.
Weton Sepekan 16-22 Maret 2026
Berdasarkan perhitungan tersebut dan Kalender 2026 Nahdlatul Ulama, berikut weton lengkap dengan neptu untuk periode 16 hingga 22 Maret 2026 :
Senin, 16 Maret 2026: Senin Pahing, 27 Pasa 1959 Ja
Neptu 4 (Senin) + 9 (Pahing) = 13
Selasa, 17 Maret 2026: Selasa Pon, 28 Pasa 1959 Ja
Neptu 3 (Selasa) + 7 (Pon) = 10
Rabu, 18 Maret 2026: Rabu Wage, 29 Pasa 1959 Ja
Neptu 7 (Rabu) + 4 (Wage) = 11
Catatan: Rabu ini merupakan cuti bersama Hari Raya Nyepi .
Kamis, 19 Maret 2026: Kamis Kliwon, 30 Pasa 1959 Ja
Neptu 8 (Kamis) + 8 (Kliwon) = 16
Catatan: Kamis ini merupakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sekaligus hari dilaksanakannya sidang isbat penetapan 1 Syawal oleh Kementerian Agama .
Jumat, 20 Maret 2026: Jumat Legi, 1 Sawal 1959 Ja
Neptu 6 (Jumat) + 5 (Legi) = 11
Catatan: Jumat ini merupakan cuti bersama Lebaran 2026. Menurut penetapan Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 H jatuh pada tanggal ini .
Sabtu, 21 Maret 2026: Sabtu Pahing, 2 Sawal 1959 Ja
Neptu 9 (Sabtu) + 9 (Pahing) = 18
Catatan: Sabtu ini merupakan hari pertama Idulfitri 1447 H versi pemerintah dan NU (berdasarkan prediksi, menunggu hasil sidang isbat). Neptu 18 menjadi yang tertinggi di bulan Maret 2026 .
Minggu, 22 Maret 2026: Minggu Pon, 3 Sawal 1959 Ja
Neptu 5 (Minggu) + 7 (Pon) = 12
Catatan: Minggu ini merupakan hari kedua Idulfitri 1447 H .
Makna Peralihan dari Bulan Pasa ke Sawal
Periode 16-22 Maret 2026 menjadi momen istimewa karena menandai peralihan dari bulan Pasa (Ramadan) ke bulan Sawal (Syawal) dalam penanggalan Jawa.
Tanggal 20 Maret menjadi titik kritis ketika kalender Jawa berganti dari 30 Pasa ke 1 Sawal.
Dalam tradisi Jawa, bulan Pasa identik dengan pengendalian diri dan ibadah, sementara Sawal dimaknai sebagai bulan penyempurnaan, saling memaafkan, dan awal yang baru.
Momen ini sering dimanfaatkan masyarakat untuk menggelar acara syawalan atau halalbihalal bersama keluarga dan kerabat.
Manfaat Mengetahui Weton dan Neptu
Penggunaan weton dan neptu hingga kini masih populer di kalangan masyarakat tradisional Jawa untuk membantu menentukan hari baik dalam berbagai kegiatan, seperti :
Hari pernikahan – untuk mencari kecocokan dan kelancaran rumah tangga
Pindah rumah atau membuka usaha – agar mendapatkan keberkahan
Selamatan dan ritual adat – menyesuaikan dengan tradisi yang berlaku
Perhitungan jodoh – dalam primbon Jawa, neptu kedua calon mempelai sering dihitung untuk meramalkan kecocokan
Masyarakat yang masih memanfaatkan Kalender Jawa biasanya mengombinasikan perhitungan weton dengan kalender Masehi agar kegiatan sehari-hari maupun upacara adat dapat berjalan lancar .
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Kalender Jawa
Q: Apa perbedaan weton dan neptu?
A: Weton adalah gabungan antara hari (Senin-Minggu) dan pasaran (Legi-Pahing-Pon-Wage-Kliwon) pada suatu tanggal. Sementara neptu adalah nilai angka dari masing-masing hari dan pasaran yang dijumlahkan untuk mendapatkan total nilai weton tersebut .
Q: Bagaimana cara menghitung neptu?
A: Jumlahkan nilai neptu hari dengan nilai neptu pasaran. Misalnya, Senin (4) + Pahing (9) = 13. Tabel nilai neptu sudah ditetapkan secara turun-temurun dan dapat dilihat di berbagai sumber primbon .
Q: Apakah neptu tinggi lebih baik dari neptu rendah?
A: Tidak selalu. Dalam tradisi Jawa, neptu tinggi seperti 18 (Sabtu Pahing) sering dikaitkan dengan energi besar, namun bukan berarti neptu rendah itu buruk. Semua tergantung kebutuhan dan perhitungan lanjutan dalam primbon. Setiap weton memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing .
Q: Apakah kalender Jawa ini sama dengan kalender Hijriah?
A: Berbeda. Kalender Jawa adalah sistem penanggalan yang dikembangkan oleh Sultan Agung pada tahun 1633 Masehi dengan menggabungkan sistem Saka (Hindu) dengan sistem Hijriah (Islam). Meskipun nama bulannya mirip (Pasa = Ramadan, Sawal = Syawal), perhitungannya tidak selalu sama persis dengan kalender Hijriah .
Kearifan Lokal yang Tetap Relevan
Kalender Jawa untuk periode 16-22 Maret 2026 menyajikan informasi lengkap tentang weton dan neptu yang masih digunakan masyarakat dalam berbagai kegiatan tradisional.
Mulai dari Senin Pahing (neptu 13) yang membuka pekan, hingga Sabtu Pahing (neptu 18) yang menjadi hari pertama Idulfitri versi pemerintah, setiap hari memiliki nilai dan maknanya sendiri. Pekan ini juga menjadi saksi peralihan bulan dari Pasa ke Sawal, momen yang sarat akan nilai spiritual dan budaya.
Bagi Anda yang masih menggunakan hitungan Jawa, simpan daftar ini agar mudah dicek kapan saja. Namun perlu diingat, weton dan neptu hanyalah panduan, bukan satu-satunya penentu. Usaha, doa, dan niat baik tetap menjadi kunci utama dalam setiap langkah kehidupan.
Selamat menyambut Hari Raya Idulfitri bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin. Bagikan informasi ini kepada kerabat yang juga membutuhkan referensi kalender Jawa!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










