Jateng

Ramalan Jawa Weton Sabtu Kliwon Hari Ini 14 Maret 2026: Neptu 17, Watak, dan Rezeki Menurut Primbon

Theo Adi Pratama | 14 Maret 2026, 12:54 WIB
Ramalan Jawa Weton Sabtu Kliwon Hari Ini 14 Maret 2026: Neptu 17, Watak, dan Rezeki Menurut Primbon

JATENG.AKURAT.CO, Masyarakat Jawa, khususnya yang masih menjunjung tinggi tradisi dan budaya leluhur, kerap kali memperhatikan penanggalan Jawa dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Hari ini, Sabtu (14 Maret 2026), bertepatan dengan pasaran Kliwon. Dalam sistem kalender Jawa, tanggal tersebut juga menandai 25 Pasa 1959, yang berada dalam Tahun Dal, Windu Sancaya, dan bertepatan dengan siklus pekan Wuku Wayang. Perpaduan antara hari, pasaran, dan wuku ini dipercaya memiliki pengaruh terhadap watak, rezeki, hingga baik buruknya suatu pekerjaan yang akan dilakukan.

Bagi Anda yang lahir pada weton Sabtu Kliwon atau sekadar ingin memahami makna di balik perhitungan Jawa hari ini, artikel ini akan mengupas tuntas karakter, sifat, serta ramalan yang menyertainya. Berdasarkan kitab primbon yang diwariskan secara turun-temurun, setiap weton memiliki neptu atau nilai tertentu yang memengaruhi kepribadian seseorang. Sabtu Kliwon memiliki neptu 17, hasil penjumlahan nilai hari Sabtu (9) dan pasaran Kliwon (8). Angka ini dianggap memiliki energi yang kuat dan memberikan pengaruh signifikan dalam kehidupan pemiliknya.

Watak dan Karakter Pemilik Weton Sabtu Kliwon

Pemilik weton Sabtu Kliwon dikenal memiliki sisi ambisius dalam hal pengakuan. Dalam primbon, sifat ini kerap disebut "gila hormat", yang berarti mereka cenderung senang dipuji, suka pamer, dan ingin selalu menjadi pusat perhatian. Namun, di balik itu, mereka sebenarnya memiliki watak yang suka mengalah dan tidak sekeras bicaranya. Secara umum, mereka adalah pribadi yang sopan, ramah, dan baik budi bahasa, sehingga mudah disukai oleh lingkungan sekitar.

Salah satu hobinya adalah bepergian atau berwisata. Mereka merasa senang ketika bisa menjelajahi tempat-tempat baru dan bertemu dengan orang-orang baru. Sifat ini membuat mereka memiliki wawasan yang luas dan mudah beradaptasi di berbagai situasi. Meskipun terkadang terkesan keras kepala, mereka sebenarnya sangat perhatian kepada orang-orang terdekatnya.

Pangarasan dan Pancasuda: Sifat Pemurah dan Rezeki yang Lancar

Dalam primbon Jawa, setiap weton memiliki Pangarasan (perumpamaan sifat) dan Pancasuda (tingkat pencapaian rezeki). Pangarasan untuk weton Sabtu Kliwon adalah Lakuning Bumi. Artinya, mereka memiliki sifat seperti bumi yang memberikan kehidupan: pemurah, suka memberi, dan senang melindungi orang lain. Mereka tidak segan untuk berbagi rezeki dengan sesama dan selalu berusaha menjadi tempat bergantung bagi orang-orang di sekitarnya.

Adapun Pancasudanya adalah Tunggak Semi. Perumpamaan ini diibaratkan seperti pohon yang ditebang namun tetap tumbuh tunas baru. Artinya, rezeki pemilik weton Sabtu Kliwon selalu mengalir lancar dan tidak pernah putus. Penghasilan maupun pekerjaan mereka biasanya berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan. Meskipun mungkin mengalami masa sulit, selalu ada jalan keluar dan sumber rezeki baru yang datang.

Pengaruh Wuku Wayang bagi yang Lahir di Periode Ini

Hari ini juga bertepatan dengan Wuku Wayang, yang memiliki lambang dewata Bathari Sri. Orang yang lahir di wuku ini digambarkan memiliki kehidupan yang berkecukupan, terutama dalam hal sandang dan pangan. Mereka adalah pribadi yang dermawan, hormat kepada sesama, dan sangat berhati-hati dalam bertindak. Cara bicaranya enak didengar dan disukai banyak orang, membuat mereka mudah mendapatkan simpati dan kepercayaan dari atasan maupun kolega.

Beberapa simbol yang melekat pada Wuku Wayang antara lain pohon cempaka yang melambangkan tidak ada yang benci, semua orang cinta dan sayang padanya. Burungnya adalah ayam hutan, yang melambangkan mereka sering menjadi kepercayaan orang-orang besar. Sifatnya bagaikan pelita yang menyala, memberikan penerangan bagi lingkungan sekitar. Mereka juga dikenal kaya akan ilmu dan bijaksana.

Namun, ada pantangan yang perlu diperhatikan selama tujuh hari saat wuku Wayang berlangsung, yaitu tidak boleh memanjat atau melakukan aktivitas yang mengarah ke atas. Aktivitas seperti memanjat pohon, naik ke atap, atau bahkan mendaki gunung sebaiknya dihindari karena dipercaya dapat membawa kesialan.

Hari Buruk untuk Pekerjaan, Baik untuk Tolak Bala

Dalam primbon, disebutkan secara khusus bahwa pada hari Sabtu Kliwon di wuku Wayang memiliki pengaruh yang kontras. Hari ini tergolong buruk untuk memulai semua jenis pekerjaan yang bersifat penting atau besar. Jika memaksakan diri, dikhawatirkan akan menemui hambatan atau hasil yang kurang maksimal.

Sebaliknya, hari ini justru dianggap sangat baik untuk memasang peranti tumbal atau sarana penolak bala. Ritual seperti ini biasanya dilakukan untuk menangkal pengaruh buruk, membersihkan energi negatif, atau melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari marabahaya. Ini adalah saat yang tepat untuk melakukan introspeksi dan memperkuat perlindungan spiritual.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Weton Sabtu Kliwon

Q: Bagaimana cara menghitung neptu weton?
A: Neptu didapat dari penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Nilai hari: Minggu (5), Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9). Nilai pasaran: Kliwon (8), Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4). Jadi, Sabtu Kliwon = 9 + 8 = 17.

Q: Apakah weton Sabtu Kliwon cocok dengan weton tertentu?
A: Dalam primbon perjodohan, kecocokan dilihat dari jumlah neptu kedua calon mempelai. Neptu 17 biasanya cocok dengan pasangan yang memiliki neptu 12, 13, atau 14. Namun, ini hanyalah salah satu pertimbangan dan tidak mutlak.

Q: Apa yang dimaksud dengan Wuku?
A: Wuku adalah sistem pekan dalam kalender Jawa yang terdiri dari 30 pekan, masing-masing berlangsung selama 7 hari. Setiap wuku memiliki karakter dan perlambangnya sendiri yang memengaruhi watak orang yang lahir di pekan tersebut.

Q: Apakah ramalan ini pasti terjadi?
A: Segala ramalan dalam primbon Jawa adalah warisan leluhur yang bersifat petunjuk dan bukan kepastian mutlak. Hasil akhir tetap bergantung pada usaha, doa, dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa.

Memahami Diri Melalui Warisan Leluhur

Weton Sabtu Kliwon dengan neptu 17 menyimpan beragam makna mendalam tentang karakter, rezeki, dan perjalanan hidup. Pemiliknya digambarkan sebagai pribadi yang pemurah, suka dipuji namun juga suka mengalah, serta dikaruniai rezeki yang terus mengalir seperti tunas yang tumbuh kembali (Tunggak Semi). Di hari Sabtu Kliwon yang bertepatan dengan Wuku Wayang ini, umat Jawa diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam memulai pekerjaan baru, namun di sisi lain dianjurkan untuk memperkuat perlindungan diri.

Memahami weton bukan sekadar ramalan, melainkan juga upaya untuk mengenal diri sendiri, memahami kelebihan dan kekurangan, serta menjalani hidup dengan lebih bijaksana. Apapun keyakinan Anda, tradisi ini adalah bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang patut kita lestarikan. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang kearifan lokal Jawa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.