Jateng

Kacau, Menu MBG di Jepara Ditemukan Belatung dan Jamuran, SPPG Penyedia Diusulkan Ditutup Sementara

Dody H | 7 Maret 2026, 09:45 WIB
Kacau, Menu MBG di Jepara Ditemukan Belatung dan Jamuran, SPPG Penyedia Diusulkan Ditutup Sementara
Bandeng Presto ditemukan belatung di SMPN 1 Jepara (istimewa)

JATENG.AKURAT.CO, Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke beberapa sekolah di Kabupaten Jepara ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi pada Kamis (5/3). 

Masakan bandeng presto terdapat banyak belatung, sedangkan roti dalam paket yang sama sudah berjamur dan berbau menyengat, membuat para siswa tidak berani mengonsumsinya.

Belatung di Bandeng Presto dan Roti Jamuran Ditemukan di Empat Sekolah

Masalah ini terdeteksi pada menu MBG yang disalurkan ke empat sekolah, yaitu SMPN 1 Jepara, SMPN 4 Jepara, SDN 1 Ujungbatu, dan SMAN 1 Jepara. 

Saat paket makanan dibuka, belatung warna putih terlihat menempel pada plastik pembungkus bandeng presto, dan jumlahnya semakin banyak ketika bagian dalam makanan diperiksa. 

Selain itu, masakan tersebut juga mengeluarkan bau busuk yang menjijikkan.

Selain bandeng presto, roti dalam paket MBG juga dalam kondisi tidak layak makan karena sudah tumbuh jamur dan memiliki aroma menyengat. 

Jika sampai terkonsumsi, makanan tersebut berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Perlu diketahui bahwa ini bukan kalinya kejadian serupa terjadi di SMPN 1 Jepara. 

Sebelumnya, sudah ada tiga kali temuan menu MBG tidak layak konsumsi, antara lain bakso yang basi, keras, dan pahit, serta sayur dan buah-buahan yang sudah busuk.

Wakil Bupati Jepara: Ini Kelalaian Fatal, SPPG Diusulkan Ditutup

Ketua Satgas Percepatan Program MBG Kabupaten Jepara sekaligus Wakil Bupati Jepara, M Ibnu Hajar (Gus Hajar), mengonfirmasi kebenaran temuan tersebut. 

Menurutnya, masalah ini merupakan kelalaian fatal yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia menu.

"Kami sudah memverifikasi, dan memang benar ada temuan belatung pada bandeng presto serta roti jamur di beberapa sekolah. Ini jelas kelalaian karena kelayakan makanan dari pihak ketiga tidak dipastikan dengan baik," tegas Gus Hajar pada Jumat (6/3).

Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya akan mengajukan surat rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar SPPG penyedia tersebut ditutup atau diberhentikan operasionalnya sementara waktu. 

Tujuan dari rekomendasi ini adalah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi dan pengawasan menu MBG.

Koordinator SPPG: Kesalahan Akibat Kurangnya Pengawasan, Akan Ganti Menu

Koordinator SPPG Kabupaten Jepara, Wildan Musthofa, juga membenarkan kejadian tersebut. 

Menurutnya, menu bandeng presto yang bermasalah merupakan suplai dari UMKM yang dikelola oleh SPPG 2 dan 3 Kuwasen, yang berada di bawah yayasan yang sama.

"Kesalahan ini terjadi karena kurangnya pengawasan dari pihak SPPG. Saat menerima suplai, tampilan makanan terlihat baik, namun setelah didistribusikan ke sekolah ternyata sudah tidak layak konsumsi," jelas Wildan.

Wildan menyampaikan bahwa pihak SPPG sudah datang langsung ke sekolah yang terkena dampak untuk memberikan klarifikasi dan meminta maaf. 

Selain itu, mereka akan mengganti paket menu MBG dengan yang baru pada Senin (9/3) mendatang.

Sampai saat ini, sebelum menerima rekomendasi resmi dari BGN, SPPG tersebut masih tetap beroperasi dan bahkan masih mendistribusikan menu MBG ke beberapa sekolah pada Jumat (6/3).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.