Pada pertemuan di minimarket, Kenji mengungkapkan bahwa dirinya kuliah di Universitas Indonesia.
Kejutan terbesar datang ketika Vania, sang pegawai minimarket, tidak hanya memahami Bahasa Jepang Kenji, tetapi juga mengakui bahwa ia mengetahui Kenji melalui video yang diunggah oleh content creator tersebut.
Vania kemudian menceritakan bahwa ia telah mempelajari Bahasa Jepang selama dua tahun hanya dengan cara menonton anime dan tanpa mengikuti kursus resmi.
Baca Juga: Work from Cafe di Bandung: Pilihan Coffee Shop yang Cocok untuk Nugas (Bagian 3)
Ketika ditanya apakah memiliki teman Jepang atau tidak, Vania mengakui bahwa ia tidak memiliki teman Jepang.
Kenji sendiri mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan Bahasa Jepang yang dimiliki oleh Vania tanpa adanya pelatihan formal.
Ia menyatakan kekagetannya dengan mengungkapkan, "Kaget. Aku ke Indomaret di Purwokerto terus karyawannya tahu aku dan bisa Bahasa Jepang. Dia enggak pernah ikut kursus Bahasa Jepang, luar biasa."
Baca Juga: Ini Dia 7 Fakta Menarik dari Trailer Terbaru Serial TV Fallout
Mengejutkan banyak orang, terutama netizen, Vania ternyata seorang wibu, atau penggemar budaya Jepang.
Informasi ini diketahui dari akun Instagram milik Vania (@vaniapoenya_), di mana banyak netizen memberikan dukungan dan pujian atas kemampuan Bahasa Jepangnya yang luar biasa.
Komentar positif dan dukungan datang dari berbagai kalangan, dengan beberapa netizen menyebut Vania sebagai sosok yang "jago" dan "auto terkenal."
Baca Juga: Jasamarga Umumkan Operasional Jalur Tol Fungsional Solo-Yogyakarta untuk Mudik Natal & Tahun Baru!
Kisah Vania menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin mempelajari bahasa asing secara mandiri, menunjukkan bahwa minat dan konsistensi dapat membawa seseorang mencapai tingkat keahlian yang memukau.
Keberhasilan Vania dalam menguasai Bahasa Jepang hanya dengan menonton anime memberikan harapan bahwa pembelajaran bahasa dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan minat pribadi.
Semoga kisah Vania ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menjelajahi dunia bahasa dan budaya dengan cara yang unik dan menarik.***