Bukan Cuma Candi Siwa! Ternyata Candi Brahma di Prambanan Simpan Rahasia Ini, UNESCO Sampai Mengakui!

JATENG.AKURAT.CO, Kalau kamu pernah berkunjung ke Candi Prambanan, mungkin perhatianmu langsung tertuju pada Candi Siwa yang megah.
Tapi, tahukah kamu? Ada satu lagi candi yang tak kalah menakjubkan dan menyimpan banyak rahasia, yaitu Candi Brahma.
Candi ini bukan cuma pelengkap, tapi juga bagian penting dari warisan budaya dunia yang diakui UNESCO!
Warisan Dunia yang Wajib Kamu Tahu
Terletak di sisi selatan Candi Siwa, Candi Brahma berada di dalam kompleks yang sama dengan Candi Prambanan lainnya.
Pada tanggal 13 Desember 1991, kompleks candi ini, yang meliputi Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Asu, secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO dengan nama Prambanan Temple Compounds.
Ini adalah pengakuan global atas nilai historis dan budayanya yang tak ternilai.
Desain Arsitektur yang Unik dan Penuh Makna
Secara fisik, Candi Brahma punya ukuran yang lebih kecil dari Candi Siwa, dengan tinggi mencapai 32,69 meter dan denah berukuran 21,5 x 21,5 meter.
Candi ini memiliki pola tapak persegi yang meruncing ke atas, diakhiri dengan puncak berbentuk ratna.
Berbeda dengan Candi Siwa yang memiliki banyak pintu, Candi Brahma hanya punya satu pintu masuk di sisi timur.
Di dalamnya, kamu akan menemukan arca Dewa Brahma dengan empat kepala, sebuah representasi dari sang dewa pencipta.
Baca Juga: Gak Nyangka! 5 Grup Band Era 2000 an Ini Masih Sering Manggung, Lagunya Bikin Nostalgia Abis!
Filosofi Tiga Dunia dalam Arsitektur Candi
Seperti candi Hindu pada umumnya, struktur Candi Brahma terbagi menjadi tiga bagian yang melambangkan konsep alam semesta:
Kaki Candi: Melambangkan Bhurloka atau dunia bawah, tempat manusia hidup. Pada bagian pagar langkan di sini, kamu bisa melihat relief lanjutan dari kisah Ramayana yang sangat indah.
Tubuh Candi: Melambangkan Bhuwarloka atau dunia manusia. Bagian ini hanya memiliki satu bilik, tempat di mana arca Dewa Brahma berada. Pintu masuknya dihiasi dengan ukiran Kala-Makara, simbol penolak bala yang menyeramkan namun artistik.
Atap Candi: Melambangkan Swarloka atau dunia para dewa. Atapnya tersusun dari empat tingkatan yang mengecil ke atas dan dihiasi dengan ratna, yang ukurannya semakin besar di puncaknya.
Jadi, lain kali kamu berkunjung ke Prambanan, jangan cuma fokus pada Candi Siwa. Luangkan waktu untuk mengagumi Candi Brahma, karena di dalamnya tersimpan sejarah, seni, dan filosofi yang luar biasa.
Candi ini bukan hanya bangunan batu, tapi juga jendela menuju peradaban masa lalu yang kaya akan makna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






