Dari Mesin Perang hingga Truk Legendaris: Inilah Sejarah Hino, Sang Raja Kendaraan Komersial yang Menguasai Jalanan Indonesia!

JATENG.AKURAT.CO, Tahukah Anda bahwa di balik truk dan bus Hino yang sering kita lihat di jalanan Indonesia, tersimpan sejarah panjang yang penuh dengan inovasi dan transformasi?
Hino, salah satu merek kendaraan komersial terbesar di Asia, telah melalui perjalanan yang luar biasa sejak awal berdirinya.
Yuk, simak kisah menarik tentang bagaimana Hino berkembang dari pembuat mesin perang menjadi raja kendaraan komersial yang mendominasi pasar Indonesia!
Awal Mula Hino: Dari Tokyo Gas Industry hingga Kendaraan Komersial
Cerita Hino dimulai pada tahun 1910, ketika Tokyo Gas Industry Company didirikan di Tokyo, Jepang.
Perusahaan ini awalnya fokus pada industri otomotif dan berhasil menciptakan truk pertama mereka, TGE Tipe A, yang langsung populer di pasaran.
Truk ini bahkan menjadi maskot selama beberapa tahun di Jepang.
Namun, sejarah Hino tidak berhenti di situ. Pada tahun 1937, Tokyo Gas Industry bergabung dengan dua perusahaan otomotif lainnya, Automobile Industry Co. Ltd. dan Kyodo Kokusan K.K., untuk membentuk Tokyo Automobile Industry Co. Ltd.
Perusahaan ini terus berinovasi hingga akhirnya berubah nama menjadi Diesel Motor Industry Co. Ltd. pada tahun 1941, seiring dengan kebutuhan mesin perang selama Perang Dunia II.
Pecahnya Perusahaan dan Lahirnya Hino
Perang Dunia II membawa dampak besar bagi Diesel Motor Industry Co. Ltd.
Pada tahun 1942, perusahaan ini terpecah menjadi dua: satu bagian berkembang menjadi Isuzu, sementara bagian lainnya menjadi Hino Heavy Industry Co. Ltd.
Nama "Hino" sendiri diambil dari nama sebuah daerah di Tokyo, Jepang.
Setelah perang berakhir, Hino beralih dari memproduksi mesin diesel besar untuk keperluan maritim ke kendaraan komersial.
Mereka pun mulai bekerja sama dengan Toyota dan Renault untuk memproduksi mobil yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pada tahun 1967, Hino resmi bergabung dengan Toyota Motor Corporation, dan sejak itu, Hino fokus pada produksi kendaraan komersial seperti truk dan bus.
Hino di Indonesia: Dari Era 70-an hingga Sekarang
Tahun 1970-an menjadi era keemasan bagi Hino di Indonesia.
Saat itu, Hino masuk ke pasar Indonesia melalui distributor PT. Indomobil Sukses Internasional (sebelumnya dikenal sebagai PT. Inramco).
Dengan membawa produk-produk andalannya, Hino cepat menjadi favorit di kalangan pengusaha transportasi.
Salah satu produk legendaris Hino yang masih bertahan hingga sekarang adalah Hino Ranger, truk tangguh yang dikenal dengan durabilitas dan keandalannya.
Selain truk, Hino juga memproduksi sasis bus yang banyak digunakan oleh operator bus di Indonesia.
Bus-bus Hino terkenal dengan ketahanan dan harga yang terjangkau, menjadikannya pilihan utama bagi banyak perusahaan otobus.
Transformasi Logo Hino: Dari Klasik hingga Modern
Logo Hino telah mengalami beberapa perubahan seiring dengan perkembangan zaman.
Awalnya, logo Hino menampilkan tulisan "Hino" dengan bingkai berbentuk sayap berlapis chrome, yang memberikan kesan elegan dan klasik.
Logo ini banyak ditemukan pada truk dan bus lawas Hino.
Namun, pada tahun 1995, Hino memutuskan untuk mengubah logo mereka menjadi lebih modern dan simpel.
Logo baru ini berbentuk oval dengan huruf "H" di tengahnya, mirip dengan logo Toyota dan Lexus.
Perubahan ini mencerminkan identitas Hino sebagai bagian dari Toyota Group.
Logo oval ini juga melambangkan kesan dinamis, abadi, dan dapat diandalkan, yang sesuai dengan citra Hino sebagai produsen kendaraan komersial tangguh.
Mengapa Hino Tetap Favorit?
Hingga kini, Hino tetap menjadi salah satu merek kendaraan komersial terfavorit di Indonesia. Beberapa alasan utamanya adalah:
- Durabilitas Tinggi: Truk dan bus Hino dikenal bandel dan tahan banting.
- Harga Terjangkau: Dibandingkan dengan merek lain, Hino menawarkan harga yang lebih ekonomis.
- Dukungan Suku Cadang: Suku cadang Hino mudah ditemukan dan harganya terjangkau.
- Layanan Purna Jual: Hino memiliki jaringan layanan purna jual yang luas di seluruh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










