Jateng

Legenda dan Sejarah Pasir Ris Red House di Singapura: Dari Kisah Angker yang Mencekam Berubah Menjadi Sekolah yang Nyaman

Theo Adi Pratama | 22 April 2024, 16:19 WIB
Legenda dan Sejarah Pasir Ris Red House di Singapura: Dari Kisah Angker yang Mencekam Berubah Menjadi Sekolah yang Nyaman

JATENG.AKURAT.CO, Pasir Ris Red House dulunya terkenal sebagai tempat yang angker di Singapura, dipenuhi dengan berbagai cerita hantu yang menggetarkan.

Dari pembantaian mengerikan hingga penampakan arwah, rumah ini menjadi pusat perhatian bagi pencinta aktivitas paranormal dan penasaran akan kejadian mistis.

Baca Juga: Dibalik Keindahan Sejarah dan Fungsi Gedungnya, Ternyata Pasir Ris Red House Singapura ini Menyimpan Misteri dan Rahasia Kelam yang Masih Dicari!

Legenda Angker

Konon katanya, rumah ini digunakan sebagai tempat penampungan anak-anak sementara selama Pendudukan Jepang (1942-1945).

Cerita mengerikan menyebutkan bahwa para guru dan anak-anak yang tinggal di tempat penampungan ini dibunuh dengan cara yang sangat kejam, seperti dibakar hidup-hidup atau ditusuk bayonet.

Sejarah kelam ini menjadi asal mula dari berbagai cerita horor yang mengelilingi Rumah Merah.

Asal Nama Red House

Julukan Red House disebut berasal dari pengalaman para pencari aktivitas paranormal yang melihat dinding bagian dalam rumah berlumuran darah.

Cerita hantu populer lainnya termasuk boneka yang menjerit jika digeser, patung singa penjaga yang mata bercahaya dan kepala bisa berputar, penampakan bayangan putih di halaman, suara anak-anak berlarian, dan bahkan tawaan jahat.

Baca Juga: Konon Pernah Ada Penampakan Kuntilanak di Jembatan Gondolayu, Apakah Betul? Mari Kita Telusuri Kisah Angker dan Misteri Disana!

Sejarah Awal Rumah

Terletak di bekas desa nelayan Kampong Loyang, rumah ini dibangun pada tahun 1938.

Pemilik pertamanya adalah Sir Percy McNeice, seorang pegawai negeri sipil Inggris, dan istrinya, Lok Yuen Peng (Lady McNeice).

Lady McNeice, putri orang terkaya di Malaya Britania, menggunakan rumahnya sebagai tempat berkumpul warga desa sekitar, memberikan makanan dan pendidikan gratis untuk mereka.

Perubahan dan Terangkatnya Kutukan

Pada tahun 1964, rumah itu dijual kepada Tang Choon Keeng, pemilik Tangs Department Store.

Namun, rumah itu ditinggalkan secara misterius dan terbengkalai selama beberapa dekade, menjadi tempat uji nyali para pemburu hantu.

Pada awal 2010-an, rumah tersebut dibeli oleh Odyssey Preschool dan direnovasi.

Patung singa dan pohon tua yang menjadi pusat legenda dihapuskan.

Baca Juga: Konon Ada Arwah yang Masih Bergentayangan di Benteng Vredeburg Ini, Apakah Betul? Yuk Kita Ungkap Kisah Angker serta Misteri Disana!

Pada tahun 2014, prasekolah ini resmi dibuka, memberikan kehidupan baru pada tempat ini, dan mengakhiri kutukan yang melingkupinya.

Dengan perubahan tersebut, Pasir Ris Red House tidak lagi menjadi tempat angker yang dikenal di masa lalu.

Namun, cerita-cerita dan sejarahnya tetap hidup sebagai bagian dari warisan kota yang kaya akan legenda dan misteri.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.