Legenda dan Sejarah Pasir Ris Red House di Singapura: Dari Kisah Angker yang Mencekam Berubah Menjadi Sekolah yang Nyaman

JATENG.AKURAT.CO, Pasir Ris Red House dulunya terkenal sebagai tempat yang angker di Singapura, dipenuhi dengan berbagai cerita hantu yang menggetarkan.
Dari pembantaian mengerikan hingga penampakan arwah, rumah ini menjadi pusat perhatian bagi pencinta aktivitas paranormal dan penasaran akan kejadian mistis.
Legenda Angker
Konon katanya, rumah ini digunakan sebagai tempat penampungan anak-anak sementara selama Pendudukan Jepang (1942-1945).
Cerita mengerikan menyebutkan bahwa para guru dan anak-anak yang tinggal di tempat penampungan ini dibunuh dengan cara yang sangat kejam, seperti dibakar hidup-hidup atau ditusuk bayonet.
Sejarah kelam ini menjadi asal mula dari berbagai cerita horor yang mengelilingi Rumah Merah.
Asal Nama Red House
Julukan Red House disebut berasal dari pengalaman para pencari aktivitas paranormal yang melihat dinding bagian dalam rumah berlumuran darah.
Cerita hantu populer lainnya termasuk boneka yang menjerit jika digeser, patung singa penjaga yang mata bercahaya dan kepala bisa berputar, penampakan bayangan putih di halaman, suara anak-anak berlarian, dan bahkan tawaan jahat.
Sejarah Awal Rumah
Terletak di bekas desa nelayan Kampong Loyang, rumah ini dibangun pada tahun 1938.
Pemilik pertamanya adalah Sir Percy McNeice, seorang pegawai negeri sipil Inggris, dan istrinya, Lok Yuen Peng (Lady McNeice).
Lady McNeice, putri orang terkaya di Malaya Britania, menggunakan rumahnya sebagai tempat berkumpul warga desa sekitar, memberikan makanan dan pendidikan gratis untuk mereka.
Perubahan dan Terangkatnya Kutukan
Pada tahun 1964, rumah itu dijual kepada Tang Choon Keeng, pemilik Tangs Department Store.
Namun, rumah itu ditinggalkan secara misterius dan terbengkalai selama beberapa dekade, menjadi tempat uji nyali para pemburu hantu.
Pada awal 2010-an, rumah tersebut dibeli oleh Odyssey Preschool dan direnovasi.
Patung singa dan pohon tua yang menjadi pusat legenda dihapuskan.
Pada tahun 2014, prasekolah ini resmi dibuka, memberikan kehidupan baru pada tempat ini, dan mengakhiri kutukan yang melingkupinya.
Dengan perubahan tersebut, Pasir Ris Red House tidak lagi menjadi tempat angker yang dikenal di masa lalu.
Namun, cerita-cerita dan sejarahnya tetap hidup sebagai bagian dari warisan kota yang kaya akan legenda dan misteri.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 5Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 6Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 7Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 8Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'
- 9Bukan Sekadar Ganti Pelatih, Liverpool Siap Rekrut 5 Pemain Baru di Era Iraola
- 10Newcastle Sikat Brighton, Tottenham, dan Chelsea: Resmi Amankan Kiper Masa Depan Prancis








