Mantan Sekutu Israel Bongkar Hubungan Benjamin Netanyahu dengan Joe Biden, Ternyata Tidak Sedekat yang Dikira

AKURAT.CO JATENG, Mantan sekutu Israel, yakni Javier Solana membongkar kedok hubungan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat saat ini Joe Biden yang ternyata tak seakrab yang dikira banyak orang.
Javier Solana yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal NATO (Sebuah organisasi aliansi militer untuk negara-negara barat) menilai Benjamin Netanyahu bukan orang yang disukai oleh banyak rekannya.
Melansir dari Anadolu, secara terang-terangan Javier Solana berani bilang jika Benjamin Netanyahu adalah politikus terburuk sepanjang sejarah yang pernah dimiliki oleh negara Israel.
Baca Juga: Mbak Ita Ingin Pelaku Kekerasan Seksual di Kemijen Dituntut Seberat-Beratnya
"Saya pikir tidak ada hal baik datang dari sini (penyerangan Israel ke wilayah Gaza)" ungkap Javier Solana di salah satu televisi Spanyol pada Senin (29/10/2023).
Lebih lanjut, Solana menyebutkan jika Benjamin Netanyahu sebaiknya tidak usah terlibat lagi di perpolitikan Israel.
"Namun ini (Penyerangan ke Jalur Gaza) dapat membuat Netanyahu menghilang dari politik Israel" lanjut Solana.
Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal NATO periode 1995-1999 ini juga mengungkap kalau Joe Biden sebenarnya tidak senang dengan sosok Netanyahu.
Meskipun hubungan Amerika-Israel adalah sekutu, namun hubungan kedua pimpinan kedua negara itu berjalan dingin.
"Kedua orang itu tak berteman, tapi mereka juga tak bermusuhan. Biden tidak pernah menerima Netanyahu di Gedung Putih," ungkap Solana yang pernah bertugas di Jalur Gaza.
Solana mengungkapkan kalau Joe Biden telah berusaha mengingatkan Benjamin Netanyahu agar tidak melakukan tindakan diluar batas seperti yang dilakukan Amerika saat menginvasi Irak setelah kejadian serangan 11 September.
Namun sepertinya usaha itu tidak digubris oleh pimpinan negara zionis itu. IDF (Tentara Pertahanan Israel) nyatanya terus menggempur wilayah Gaza hingga menewaskan banyak korban sipil.
Di kesempatan yang sama Solana juga mengkritisi upaya negara-negara arab untuk normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Nyatanya upaya tersebut tidak membawa perdamaian untuk Palestina.
Kondisi saat ini juga semakin parah dibandingkan beberapa tahun terakhir, Gaza digempur habis oleh Israel dan hampir negara-negara di kawasan arab tidak bisa berbuat banyak untuk menghentikan kekejaman negara zionis itu.
Mengerahkan militer dengan serangan masif justru akan membuat Benjamin Netanyahu akan menjadi pemimpin yang diktator.
Diketahui selama ini memang Israel bersekutu dekat dengan Amerika, terbaru Amerika menolak usulan PBB untuk gencatan di Gaza, dimana 140 negara termasuk Indonesia, menyetujui adanya gencatan senjata untuk mencegah bertambahnya korban jiwa.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat






