Rating Pemain Real Madrid Setelah Melibas Manchester City 2-1: Vinicius, Huijsen, dan Tchouameni Bersinar

JATENG.AKURAT.CO, Etihad Stadium kembali menjadi saksi bisu kegagalan Manchester City menaklukkan momok Eropa mereka. Real Madrid, untuk keempat kalinya dalam lima tahun terakhir, sukses mengeliminasi The Citizens dari Liga Champions.
Dalam leg kedua babak 16 besar, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB, Los Blancos menaklukkan tuan rumah dengan skor 2-1, memastikan langkah mulus ke perempat final dengan agregat telak 5-1 .
Datang ke Inggris dengan keunggulan 3-0 dari leg pertama di Bernabéu, skuad asuhan Álvaro Arbeloa tampil tanpa beban. Sebaliknya, City yang berambisi menciptakan 'remontada' kedua mereka setelah comeback legendaris melawan Paris Saint-Germain di masa lalu, justru harus gigit jari.
Sebuah kartu merah kontroversial di babak pertama mengubah peta pertandingan dan memastikan mimpi City untuk membalikkan keadaan pupus sudah .
Jalannya Pertandingan: Mimpi Buruk Bernardo Silva
Laga baru berjalan semenit, peluang emas sudah menghampiri Real Madrid. Federico Valverde, yang mencetak hat-trick di leg pertama, kembali lolos dari jebakan offside. Sayang, sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang Gianluigi Donnarumma . Sontak, para pendukung City yang memadati Etihad menarik napas lega.
City bukannya tanpa perlawanan. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan. Rayan Cherki dan Rodri bergantian mengancam gawang Madrid, namun Thibaut Courtois masih tangguh di bawah mistar . Pertandingan berlangsung sengit dengan tempo tinggi.
Momen kontroversial sekaligus fatal terjadi pada menit ke-20. Serangan balik cepat Madrid dilancarkan. Vinicius Junior menerima umpan terobosan Arda Guler, melewati satu pemain, dan melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang. Bola liar jatuh kembali ke kaki Vinicius. Saat ia bersiap melepaskan tembakan kedua, Bernardo Silva yang berusaha menutup ruang tembak, secara tidak sengaja menggunakan lengannya untuk menghalau bola di garis gawang .
Wasit Clement Turpin awalnya mengabaikan insiden tersebut dan mengangkat bendera offside. Namun, setelah intervensi VAR dan tayangan ulang yang jelas menunjukkan handsball Bernardo, keputusan berubah drastis. Turpin menunjuk titik putih dan mengeluarkan kartu merah langsung untuk kapten City itu. Hukuman ganda: penalti dan kartu merah! Ini menjadi kartu merah pertama dalam karier gelandang asal Portugal tersebut . Vinicius Junior yang gagal mengeksekusi penalti di leg pertama, kali ini tampil dingin. Ia menaklukkan Donnarumma dengan tendangan rendah ke sudut kiri gawang. Madrid unggul 1-0, agregat 4-0, dan City harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-20.
Perlawanan 10 Pemain dan Gol Penghibur
Alih-alih menyerah, 10 pemain Manchester City justru menunjukkan karakter luar biasa. Mereka terus menekan pertahanan Madrid. Erling Haaland memaksa Courtois melakukan penyelamatan gemilang, sementara Rodri melepaskan tembakan melambung dari posisi emas .
Tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-41. Umpan silang Jeremy Doku dari sisi kiri mengenai Trent Alexander-Arnold dan berbelok arah, jatuh tepat di kaki Haaland. Dengan tenang, bomber Norwegia itu menyontek bola masuk ke gawang yang sudah ditinggalkan Courtois. Skor berubah 1-1, dan untuk sesaat, harapan kecil kembali menyala di Etihad .
Sayang, di penghujung babak pertama, Madrid harus kehilangan kiper andalannya. Thibaut Courtois mengalami cedera dan digantikan oleh Andriy Lunin . Ini menjadi pukulan telak bagi pertahanan Madrid, mengingat Courtois tampil gemilang sepanjang babak pertama.
Babak Kedua: Gol Dianulir dan Kegemilangan Vinicius
Memasuki babak kedua, City yang terus percaya diri mencoba memanfaatkan situasi dengan tampil menekan. Peluang emas didapat Haaland pada menit ke-50, namun sepakannya dari jarak dekat berhasil digagalkan oleh Lunin dengan gemilang .
City dua kali sempat membobol gawang Lunin. Pertama, melalui sundulan Rayan Ait-Nouri, dan kedua melalui tendangan Jeremy Doku. Namun, kedua gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside yang sangat tipis . Di sisi lain, Madrid juga punya peluang untuk menggandakan keunggulan. Kylian Mbappe dijatuhkan di kotak penalti, namun wasit tak menganggapnya sebagai pelanggaran. Vinicius juga sempat mencetak gol, tetapi lagi-lagi dianulir karena offside .
Seperti biasa, Real Madrid menunjukkan taringnya di menit-menit akhir. Saat City kelelahan dan mulai kehilangan fokus, giliran Madrid yang menghukum. Di masa injury time, tepatnya menit ke-94, Aurelien Tchouameni melepaskan umpan silang terukur dari sisi kanan. Vinicius Junior yang lolos dari penjagaan, dengan tenang mengarahkan bola melewati Donnarumma. Gol kedua Vinicius memastikan kemenangan 2-1 bagi Madrid sekaligus mengubur mimpi City untuk selamanya .
Kemenangan ini memastikan langkah Real Madrid ke babak perempat final dengan agregat 5-1. Ini menjadi kekalahan kandang terbesar City dari tim sekelas Madrid di era Pep Guardiola .
Baca Juga: Rating Pemain Chelsea Setelah Ditaklukkan PSG 3-0: Sarr dan Caicedo Jadi Antagonis, Palmer Hilang
Rating Pemain: Vinicius, Huijsen, dan Tchouameni Bintang Lapangan
Penampilan gemilang Real Madrid menuai sorotan. Berikut adalah rating para pemain Los Blancos berdasarkan performa mereka di laga ini :
Penjaga Gawang dan Pertahanan
Thibaut Courtois (8/10): Melakukan beberapa penyelamatan luar biasa di awal pertandingan, termasuk menggagalkan peluang Cherki dan Rodri. Sayang, ia harus ditarik keluar karena cedera di penghujung babak pertama .
Trent Alexander-Arnold (7/10): Tanpa sengaja memberikan assist untuk gol Haaland, dan sedikit kesulitan menghadapi dribel lincah Jeremy Doku. Namun, distribusi bola panjangnya sangat akurat dan membantu serangan balik .
Antonio Rüdiger (7/10): Kembali menunjukkan performa solid saat berduel dengan Haaland. Ia hampir tidak memberikan ruang gerak bagi bomber Norwegia itu sepanjang laga .
Dean Huijsen (8/10): Penampilan terbaiknya musim ini. Bek muda asal Belanda itu melakukan beberapa intervensi krusial di babak pertama, termasuk membaca alur serangan City dengan sempurna. Ia menjadi tembok kokoh di lini belakang Madrid .
Fran García (7/10): Menunjukkan disiplin posisi yang luar biasa. Ia jarang naik ke depan, fokus pada tugas defensifnya untuk memastikan pertahanan Madrid tetap rapi menghadapi gempuran City .
Lini Tengah
Federico Valverde (7/10): Berlari tanpa henti sepanjang pertandingan. Ia gagal memanfaatkan peluang emas di menit pertama, namun kerja kerasnya dalam bertahan patut diacungi jempol .
Thiago Pitarch (6/10): Tampil sedikit kurang tenang dibanding laga-laga sebelumnya. Ia siap berduel, namun terkadang terlambat dalam mengikuti alur permainan .
Aurélien Tchouameni (8/10): Memenangkan duel di lini tengah dan memberikan assist indah untuk gol kedua Vinicius. Ia benar-benar menemukan ritme terbaiknya setelah awal pertandingan yang lambat .
Arda Güler (8/10): Menjadi kreator utama di lini tengah. Umpan-umpan terobosannya efektif menemukan pergerakan Vinicius di belakang pertahanan City. Ia melanjutkan performa impresifnya dari akhir pekan lalu .
Lini Serang
Brahim Díaz (6/10): Menciptakan beberapa peluang, namun secara keseluruhan kurang efektif. Ini bukan performa terbaiknya, meski ia mendapat menit bermain reguler .
Vinicius Jr (9/10): Bintang lapangan. Terus-menerus berlari ke belakang pertahanan lawan, mencetak dua gol krusial (satu penalti, satu gol lapangan), dan menjadi momok sepanjang pertandingan. Meski beberapa peluang terlewat, dampaknya terhadap permainan sangat besar .
Rekor Bersejarah Vinicius Junior
Dua gol yang dicetak Vinicius Junior ke gawang Manchester City tidak hanya memastikan kemenangan Madrid, tetapi juga mengukir namanya dalam buku sejarah klub. Kini, pemain asal Brasil itu telah mengoleksi 16 gol di fase gugur Liga Champions untuk Real Madrid.
Catatan ini membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak ketiga klub sepanjang sejarah di fase gugur, hanya di belakang Cristiano Ronaldo (50) dan Karim Benzema (33), serta secara resmi melampaui legenda hidup klub, Raúl González, yang mengemas 15 gol .
"Ini adalah malam yang sempurna bagi kami. Kami tahu City akan menekan, tetapi setelah penalti itu, situasi berubah. Saya sangat senang bisa membantu tim melaju ke babak berikutnya," ujar Vinicius usai pertandingan.
Analisis: Faktor Penentu Kemenangan Madrid
Momen Krusial Bernardo Silva: Handsball yang dilakukan kapten City menjadi titik balik pertandingan. Bermain dengan 10 pemain selama 70 menit melawan tim sekelas Real Madrid adalah misi mustahil. Keputusan VAR yang tepat mengubah jalannya laga .
Ketajaman Lini Depan Madrid: Meski City mendominasi penguasaan bola, Madrid mampu memanfaatkan setiap celah. Dari dua peluang emas di babak kedua, Vinicius mampu mengonversinya menjadi gol. Efektivitas adalah kunci .
Solidnya Lini Belakang Madrid: Dean Huijsen dan Antonio Rüdiger tampil tangguh. Mereka mampu meredam agresivitas Haaland dan para pemain sayap City, terutama setelah Madrid kehilangan Courtois .
Kedalaman Skuad Madrid: Masuknya Andriy Lunin yang tampil gemilang menggantikan Courtois, serta peran Tchouameni yang semakin matang, menunjukkan kedalaman skuad Madrid yang luar biasa .
Definisi dan Istilah Penting
DOGSO (Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity): Istilah dalam aturan sepak bola untuk pelanggaran yang menggagalkan peluang mencetak gol yang nyata. Handsball Bernardo Silva di garis gawang jelas termasuk dalam kategori ini, sehingga hukuman ganda (penalti dan kartu merah) tepat diberikan .
Agregat 5-1: Ini menjadi kekalahan terbesar Manchester City di kandang sendiri dari tim sekelas Real Madrid di era Pep Guardiola .
Remontada: Istilah dalam bahasa Spanyol yang berarti 'comeback' atau kebangkitan. City gagal menciptakan remontada kedua mereka.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Tim Besar
Kehilangan Konsentrasi di Laga Kandang: Bernardo Silva, sebagai pemain senior dan kapten, seharusnya tidak melakukan gerakan ceroboh seperti itu, terutama di laga sebesar ini. Refleks yang salah berujung petaka.
Kegagalan Menyelesaikan Peluang: City menguasai bola dan menciptakan banyak peluang, tetapi rasio gol dari peluang yang ada sangat rendah. Haaland dan rekan-rekannya gagal memanfaatkan momen saat Madrid goyah di awal babak kedua.
Kedalaman Skuad Saat Kritis: Saat tertinggal 10 pemain dan harus mengejar ketertinggalan, Guardiola memasukkan pemain-pemain yang tak mampu memberikan dampak signifikan, sementara Madrid justru mampu memanfaatkan situasi dengan pemain pengganti yang berkualitas.
Dampak dan Jadwal ke Depan
Dengan hasil ini, Real Madrid berhak melaju ke babak perempat final. Mereka akan menunggu hasil undian untuk mengetahui lawan selanjutnya.
Sementara itu, Manchester City harus segera bangkit dari keterpurukan. Mereka masih memiliki final Piala Liga melawan Arsenal akhir pekan ini, serta perburuan gelar Premier League dan FA Cup yang masih terbuka .
FAQ Seputar Pertandingan
Mengapa Bernardo Silva mendapat kartu merah?
Bernardo Silva dianggap melakukan handball yang disengaja untuk menghalau bola di garis gawang. Sesuai aturan DOGSO, pelanggaran tersebut diganjar kartu merah langsung dan penalti. Wasit menganggapnya sebagai pelanggaran yang menggagalkan peluang gol yang nyata .
Apakah keputusan VAR sudah tepat?
Sangat tepat. Tayangan ulang dengan jelas menunjukkan bola mengenai lengan Bernardo Silva yang terentang saat berusaha menghalau bola di garis gawang. Tidak ada alasan untuk protes .
Siapa yang akan dihadapi Real Madrid di perempat final?
Real Madrid akan menghadapi pemenang dari pertandingan antara Bayern Munchen dan Atalanta .
Berapa banyak gol Vinicius di fase gugur Liga Champions?
Dengan dua gol ke gawang City, Vinicius kini mengoleksi 16 gol di fase gugur, melampaui rekor legenda Real Madrid, Raúl González .
Mengapa Thibaut Courtois ditarik keluar?
Courtois mengalami cedera pada penghujung babak pertama. Belum ada keterangan resmi mengenai jenis cedera dan berapa lama ia akan absen .
Etihad Stadium kembali menjadi saksi keperkasaan Real Madrid di pentas Eropa. Untuk kesekian kalinya, Los Blancos membuktikan bahwa mereka adalah 'Raja Eropa' yang sesungguhnya. Bagi Manchester City, mimpi untuk meraih gelar Liga Champions kembali harus tertunda.
Fokus mereka kini beralih ke sisa musim yang masih menyimpan banyak tantangan. Akankah mereka bangkit, atau justru tenggelam dalam kekecewaan? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










