Jateng

Krisis Gol Haaland: Hanya 3 Gol dalam 12 Laga, Manchester City Tertinggal Jauh dari Arsenal

Theo Adi Pratama | 15 Maret 2026, 22:37 WIB
Krisis Gol Haaland: Hanya 3 Gol dalam 12 Laga, Manchester City Tertinggal Jauh dari Arsenal
Erling Haaland mengalami krisis gol

JATENG.AKURAT.CO, Erling Haaland sedang mengalami masa sulit yang belum pernah ia alami sepanjang kariernya.

Penyerang andalan Manchester City itu kembali gagal mencetak gol saat timnya ditahan imbang 1-1 oleh West Ham United di London Stadium, Sabtu (14/3/2026) malam WIB.

Hasil ini membuat City tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Premier League, Arsenal, sehingga peluang mereka untuk mempertahankan gelar juara kini berada dalam bahaya serius .

Statistik Haaland dalam beberapa pekan terakhir sungguh memprihatinkan.

Setelah memulai musim dengan gemilang—mencetak 19 gol dalam 17 penampilan pertamanya di Premier League—produktivitasnya menurun drastis.

Penyerang asal Norwegia itu kini hanya mampu mencetak tiga gol dalam 12 pertandingan liga terakhirnya.

Padahal secara keseluruhan musim ini, ia masih mencatatkan 22 gol dari 26 penampilan di Premier League, ditambah 7 gol dari 8 laga Liga Champions.

Namun angka-angka itu tak bisa menyembunyikan fakta bahwa Haaland sedang kehilangan ketajamannya.

Analisis Pakar: Wilayah yang Belum Pernah Dijamah

Mantan gelandang Chelsea yang kini menjadi analis di TNT Sports, Joe Cole, menyoroti betapa tidak lazimnya periode ini bagi pemain berusia 25 tahun tersebut.

"Ini adalah wilayah yang belum pernah ia jelajahi sebelumnya, angka-angka seperti itu," kata Cole dalam analisis pasca-pertandingan. "Ia belum pernah berada di posisi serendah ini sejak ia mungkin berusia sekitar tujuh tahun" .

Sementara itu, mantan bek Manchester City Joleon Lescott berpendapat bahwa kesalahan tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada Haaland.

Lescott menyarankan bahwa jalur umpan ke pencetak gol terbanyak Liga Premier itu telah melemah dalam beberapa pekan terakhir.

"Ada kurangnya kekompakan di antara para pemain di sekitarnya," jelas Lescott. "Saya rasa mereka tidak memahami jenis umpan atau jenis umpan silang yang tepat untuk Erling Haaland" .

Menariknya, Lescott juga mengingatkan bahwa statistik Haaland secara keseluruhan musim ini sebenarnya masih impresif.

"Dia telah mencetak 29 gol dalam 41 pertandingan di semua kompetisi. Setiap striker di mana pun pasti menginginkan hal itu. Anda bisa mengatakan bahwa 14 pertandingan terakhir tidak bagus, tapi jika itu adalah 14 pertandingan pertama, City tidak akan berada dalam posisi ini".

Guardiola Buka Suara soal Cedera dan Suplai Bola

Pep Guardiola angkat bicara mengenai situasi yang dialami anak asuhnya itu. Selain soal produktivitas, muncul juga kekhawatiran mengenai kondisi fisik Haaland.

Dalam laga melawan West Ham, Haaland sempat terlihat memegang area selangkangannya. Ketika ditanya mengenai hal ini, Guardiola menjawab dengan nada bercanda namun tetap memberikan kejelasan.

"Semoga istrinya bahagia malam ini. Saya tidak bicara dengannya dan para dokter juga tidak menemui saya. Saya pikir saat itu dia cedera, tapi setelah beberapa menit terakhir dia berlari, jadi saya rasa itu tidak masalah".

Guardiola juga mengakui bahwa masalah utama Haaland saat ini bukan semata-mata karena penurunan performa individu, melainkan juga karena minimnya suplai bola yang diterima sang striker. "Kami butuh gol darinya, tentu saja," kata Guardiola.

"Tapi kami harus menciptakan lebih banyak peluang. Di babak pertama, kami menguasai bola tapi tidak menjadi ancaman. Di babak kedua dia punya tiga atau empat peluang. Untuk bisa terlibat, kami harus menciptakan ancaman yang kadang tidak kami miliki. Dia akan kembali" .

Momentum Krusial Menanti City dan Haaland

Masa paceklik gol ini datang pada saat yang paling tidak tepat bagi Manchester City.

Mereka kini memasuki fase krusial musim ini dengan jadwal padat yang bisa menentukan nasib mereka di semua kompetisi.

City harus membalikkan ketertinggalan 3-0 dari Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, sebelum menghadapi laga final Carabao Cup yang sangat dinanti melawan Arsenal.

Tak hanya itu, laga perempat final Piala FA melawan Liverpool juga sudah menanti .

Para penggemar City tentu berharap Haaland bisa segera menemukan kembali sentuhan magisnya.

Dengan segala catatan prestasi yang telah ia ukir sejak bergabung dengan Manchester City—termasuk 107 gol dalam 123 penampilan Premier League —Guardiola yakin bahwa mesin golnya akan segera menyala kembali.

"Dia akan kembali," tegas Guardiola. Dan dengan jadwal krusial yang menanti, tidak ada waktu yang lebih tepat bagi Haaland untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak disebut sebagai predator paling mematikan di dunia.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Performa Erling Haaland

Q: Berapa banyak gol yang dicetak Haaland musim ini?
A: Hingga pertengahan Maret 2026, Haaland telah mencetak 22 gol di Premier League dan 7 gol di Liga Champions, total 29 gol dari 41 penampilan di semua kompetisi .

Q: Apa penyebab utama menurunnya produktivitas Haaland?
A: Menurut analisis Joleon Lescott dan pengakuan Pep Guardiola, masalah utamanya adalah kurangnya suplai bola dan kekompakan tim dalam memberikan umpan yang tepat untuk Haaland, bukan semata-mata penurunan performa individu .

Q: Apakah Haaland mengalami cedera saat melawan West Ham?
A: Haaland sempat terlihat memegang area selangkangan, namun Guardiola mengonfirmasi bahwa setelah pertandingan ia bisa berlari normal dan kemungkinan besar tidak mengalami cedera serius .

Q: Bagaimana peluang Manchester City meraih gelar juara setelah hasil imbang ini?
A: Dengan tertinggal sembilan poin dari Arsenal, peluang City mempertahankan gelar Premier League sangat tipis. Namun mereka masih memiliki peluang di Liga Champions, Carabao Cup, dan Piala FA .

Momentum Kebangkitan atau Akhir dari Dominasi?

Periode paceklik gol Erling Haaland telah menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan terakhir.

Dari mesin gol yang tampak tak terhentikan di awal musim, ia kini berjuang untuk menemukan kembali ketajamannya.

Namun seperti yang dikatakan Guardiola, masalah ini lebih kompleks dari sekadar penurunan performa individu.

City sebagai tim harus bekerja lebih keras untuk menciptakan peluang dan menyuplai bola dengan cara yang tepat bagi Haaland.

Dengan jadwal krusial yang menanti—Real Madrid, Arsenal, dan Liverpool dalam waktu berdekatan—Haaland memiliki panggung sempurna untuk membungkam para kritikus.

Akankah ia bangkit dan membawa City melewati masa-masa sulit ini? Atau justru periode ini akan menjadi awal dari kemunduran sang predator? Kita tunggu saja aksinya di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Bagikan artikel ini kepada sesama penggemar sepak bola dan sampaikan pendapatmu tentang situasi Haaland saat ini!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.