Jateng

Liga Champions: Chelsea Hancur 2-5 dari PSG, Wesley Fofana Kritik Habis Pertahanan Sendiri

Theo Adi Pratama | 12 Maret 2026, 07:09 WIB
Liga Champions: Chelsea Hancur 2-5 dari PSG, Wesley Fofana Kritik Habis Pertahanan Sendiri

JATENG.AKURAT.CO, Kekalahan telak 5-2 dari Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions menyisakan luka mendalam bagi Chelsea.

Namun, yang lebih menyakitkan adalah bagaimana kekalahan itu terjadi. Sempat dua kali menyamakan kedudukan, The Blues runtuh di 15 menit terakhir dan kebobolan tiga gol tambahan.

Bek tengah Chelsea, Wesley Fofana, tampil sebagai salah satu kritikus paling keras atas performa timnya. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Prancis Canal+, ia dengan blak-blakan menyoroti kelemahan fatal di lini belakang yang menjadi penyebab utama kekalahan ini.

Baca Juga: Rating Pemain Chelsea Setelah Kalah Dicukur PSG 5-2: Jorgensen 3, Gusto 7, Fernandez 7

Fofana Sesali Runtuhnya Pertahanan di Menit Akhir

Fofana tidak menutup mata terhadap kesalahan yang dibuat timnya.

"Di level ini, kita tidak boleh membuat kesalahan semacam ini. Kami membuat kesalahan besar. Kami menekan di akhir pertandingan dan kebobolan gol kelima. Kami membuat terlalu banyak kesalahan dan mereka menghukum kami. Paris adalah tim yang hebat," ujarnya dengan nada kecewa .

Ia menegaskan bahwa meski skor akhir telak, para pemain tetap sepenuhnya berkomitmen pada gaya bermain menyerang yang diterapkan oleh manajer Liam Rosenior.

Fofana menambahkan bahwa tim ini bersatu dalam pendekatan taktis mereka, terlepas dari bahaya yang jelas.

"Kami tidak bersembunyi, kami mengambil banyak risiko saat bola keluar. Kami semua setuju untuk bermain seperti ini," ungkapnya.

Namun, strategi berisiko tinggi ini justru menjadi bumerang. Pada menit ke-74, ketika skor masih imbang 2-2, kiper Filip Jorgensen yang diperintahkan untuk selalu memainkan umpan pendek, melakukan kesalahan fatal.

Umpannya berhasil diintersepsi dan berujung pada gol ketiga PSG. Sejak saat itu, pertahanan Chelsea benar-benar terbuka lebar.

Meski defisit tiga gol terasa berat, Fofana tetap optimistis menjelang leg kedua di Stamford Bridge.

"Ini belum berakhir, kami memiliki tiga gol untuk dicetak di kandang. Kami tidak punya apa-apa untuk ditakuti," tegasnya .

Kvaratskhelia, Mimpi Buruk Chelsea di Akhir Laga

Fase akhir pertandingan menjadi milik Khvicha Kvaratskhelia. Penyerang Georgia yang masuk sebagai pemain pengganti itu membuktikan kepercayaan Luis Enrique dengan mencetak dua gol klinis dalam 10 menit terakhir.

Ia memanfaatkan keruntuhan formasi pertahanan Chelsea di bawah tekanan besar, mengubah pertandingan yang sempat ketat menjadi kemenangan telak bagi PSG.

Menyikapi kontribusinya yang menentukan, Kvaratskhelia mengatakan kepada wartawan, "Saya senang bisa membantu tim dan menang melawan Chelsea, yang merupakan tim yang bagus."

Menolak anggapan tentang kelelahan di akhir pertandingan, ia menambahkan dengan percaya diri, "Saya tidak setuju dengan itu karena kami adalah PSG. Kami menunjukkan malam ini bahwa kami mampu melakukan apa saja."

FAQ Seputar Kekalahan Chelsea

Q: Apa penyebab utama kekalahan Chelsea?
A: Kesalahan fatal di lini pertahanan, terutama blunder kiper Filip Jorgensen yang berujung gol ketiga PSG, menjadi titik balik kekalahan. Selain itu, strategi berisiko tinggi yang diterapkan Rosenior juga berbuah petaka di menit-menit akhir.

Q: Siapa bintang kemenangan PSG?
A: Khvicha Kvaratskhelia menjadi bintang dengan dua gol di 10 menit terakhir, memastikan kemenangan telak PSG.

Q: Apa kata Wesley Fofana tentang pertandingan?
A: Fofana mengkritik habis pertahanan timnya, menyebut mereka membuat terlalu banyak kesalahan. Namun, ia tetap optimis Chelsea bisa bangkit di leg kedua.

Q: Apakah Chelsea masih punya peluang lolos?
A: Secara matematis masih ada, namun defisit tiga gol adalah tugas berat. Fofana menegaskan timnya tidak takut dan akan berjuang habis-habisan di Stamford Bridge.

Penutup

Kekalahan telak ini menjadi tamparan keras bagi Chelsea dan manajer Liam Rosenior. Strategi berisiko yang diterapkan justru menghancurkan mereka di hadapan publik sendiri. Namun, di tengah kekecewaan, semangat juang masih terlihat dari pernyataan Fofana.

Ia menolak menyerah dan berjanji akan berjuang habis-habisan di leg kedua. Akankah Chelsea mampu menciptakan keajaiban di Stamford Bridge, atau justru PSG yang akan semakin berpesta? Kita nantikan bersama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.