Jateng

Rating Pemain Chelsea Setelah Kalah Dicukur PSG 5-2: Jorgensen 3, Gusto 7, Fernandez 7

Theo Adi Pratama | 12 Maret 2026, 06:26 WIB
Rating Pemain Chelsea Setelah Kalah Dicukur PSG 5-2: Jorgensen 3, Gusto 7, Fernandez 7

JATENG.AKURAT.CO, Malam yang dramatis dan penuh kekecewaan harus dialami Chelsea di Parc des Princes. Dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB, The Blues takluk telak 5-2 dari tuan rumah Paris Saint-Germain.

Pertandingan ini berjalan sengit dengan Chelsea dua kali mampu menyamakan kedudukan. Namun, blunder fatal kiper Filip Jorgensen di menit-menit akhir menjadi titik balik yang menghancurkan harapan tim tamu.

PSG pun berpesta dengan tiga gol tambahan di masa injury time, menciptakan keunggulan agregat yang sangat berat untuk dibalikkan di Stamford Bridge pekan depan.

Jalannya Pertandingan: Drama Enam Gol di Paris

PSG membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Bradley Barcola. Namun, Chelsea mampu menyamakan kedudukan lewat aksi Malo Gusto memanfaatkan umpan cemerlang Enzo Fernandez. PSG kembali unggul sebelum turun minum melalui Ousmane Dembele, memanfaatkan serangan balik cepat.

Chelsea lagi-lagi menunjukkan kebangkitan mereka. Pedro Neto merebut bola di sisi kiri dan mengirim umpan kepada Fernandez yang dengan tenang menyelesaikannya menjadi gol . Skor 2-2 bertahan hingga babak kedua.

Namun, petaka datang di masa injury time. Jorgensen yang sebelumnya tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan, melakukan kesalahan fatal. Umpan buruknya berhasil dipotong Barcola dan diteruskan kepada Vitinha yang dengan mudah mencetak gol ke gawang kosong.

Joao Pedro sempat mencetak gol yang dianulir offside. Khvicha Kvaratskhelia yang masuk sebagai pemain pengganti kemudian mencetak dua gol tambahan di masa injury time, memastikan kemenangan telak 5-2 untuk PSG .

Sorotan Pemain Chelsea

Berikut adalah penilaian performa para pemain Chelsea di laga ini:

Penjaga Gawang dan Pertahanan

Filip Jorgensen (3/10): Pemain Denmark ini tampil heroik dengan penyelamatan-penyelamatan gemilang di babak pertama, menggagalkan peluang Dembele dan Barcola. Namun, semua kerja kerasnya sirna akibat umpan buruk yang berujung gol ketiga PSG. Ia hampir kembali melakukan kesalahan serupa dan gagal mengantisipasi tembakan Kvaratskhelia meski sudah mengenai tangannya .

Malo Gusto (7/10): Bek kanan muda ini tampil solid dalam bertahan dan ancaman di sisi kanan. Ia mencetak gol penyama pertama dengan tenang dan menjadi salah satu pemain terbaik Chelsea malam itu.

Wesley Fofana (4/10): Bek Prancis ini tampil buruk dengan bola-bola yang meleset di kedua gol PSG. Ia terlihat semakin frustrasi seiring berjalannya laga, meski untuk gol kedua Dembele, ia sulit berbuat banyak.

Trevoh Chalobah (5/10): Melakukan beberapa intersep penting di kotak penalti sendiri, tetapi akan kecewa karena posisinya yang salah dalam proses gol Dembele.

Marc Cucurella (6/10): Bek Spanyol ini tampil dewasa dengan cukup baik meredam ancaman dari sisi sayapnya.

Gelandang

Reece James (6/10): Kapten Chelsea ini salah mengambil keputusan pada gol pertama, tetapi selebihnya tampil rapi. Beberapa umpannya tidak membuahkan hasil.

Moises Caicedo (7/10): Gelandang Ekuador ini menjadi motor di lini tengah, merebut bola dan membangun serangan. Namun, ia gagal dalam tekel yang berujung gol kedua PSG.

Enzo Fernandez (7/10): Gelandang Argentina ini terus tumbuh sebagai pemimpin. Ia menjadi figur kunci dengan assist untuk Gusto dan gol spektakuler yang menyamakan kedudukan untuk kedua kalinya .

Penyerang

Cole Palmer (5/10): Tampil sesekali mengancam, tetapi tidak bisa mendikte permainan seperti yang diharapkan. Tembakannya bisa diblok sesaat sebelum gol kedua PSG.

Joao Pedro (5/10): Bekerja keras di lini depan, tetapi sering kalah jumlah. Tidak ada yang bisa disalahkan dari usahanya, namun sedikit yang berhasil dilakukan .

Pedro Neto (6/10): Pemain sayap ini tampil naik turun. Ia cemerlang saat merebut bola dan menciptakan peluang untuk gol Fernandez, tetapi juga melakukan tindakan konyol dengan mendorong ball boy di masa injury time .

Reaksi dan Dampak

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi asa Chelsea untuk melaju ke babak selanjutnya. Pelatih Liam Rosenior harus bekerja keras membangkitkan mental timnya untuk leg kedua di Stamford Bridge.

Meski sempat menunjukkan perlawanan sengit di Paris, tiga gol telak di masa injury time membuat defisit tiga gol menjadi beban berat. Di sisi lain, PSG dengan gemilang memanfaatkan setiap kesalahan lawan dan menunjukkan kelas sebagai juara bertahan.

FAQ Seputar Pertandingan

Q: Siapa bintang kemenangan PSG?
A: Khvicha Kvaratskhelia tampil sebagai pembeda dengan dua gol di masa injury time. Vitinha juga mencetak gol penentu dari kesalahan kiper lawan.

Q: Apa penyebab utama kekalahan Chelsea?
A: Blunder fatal kiper Filip Jorgensen yang berujung gol ketiga PSG menjadi titik balik. Selain itu, pertahanan yang rapuh dan kegagalan memanfaatkan peluang juga berkontribusi.

Q: Siapa pemain terbaik Chelsea malam itu?
A: Enzo Fernandez dan Malo Gusto tampil menonjol dengan masing-masing mencetak satu gol.

Q: Apakah Chelsea masih punya peluang lolos?
A: Secara matematis masih ada, namun defisit tiga gol adalah tugas berat. Mereka harus menang dengan selisih minimal tiga gol di Stamford Bridge dan berharap PSG tidak mencetak gol tandang.

Penutup

Chelsea telah memberikan perlawanan sengit, bahkan dua kali menyamakan kedudukan. Namun, sepak bola adalah permainan yang kejam. Satu kesalahan individu di menit-menit akhir bisa mengubah segalanya.

Filip Jorgensen akan dikenang sebagai pahlawan sekaligus aktor utama kekalahan ini. Kini, The Blues harus bangkit dan mempersiapkan diri untuk misi mustahil di leg kedua. Akankah mereka mampu menciptakan keajaiban di Stamford Bridge? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.