Fabio Capello: Atalanta Beruntung Hanya Kebobolan 6 Gol dari Bayern Munich

JATENG.AKURAT.CO, Kekalahan telak 1-6 Atalanta dari Bayern Munich di leg pertama babak 16 besar Liga Champions menuai komentar pedas dari legenda sepak bola Italia, Fabio Capello.
Dalam analisisnya pada Sky Sport Italia, Capello menyebut pertandingan tersebut sebagai "pelajaran untuk sepak bola Italia."
Menurutnya, Atalanta yang menjadi satu-satunya wakil Italia di babak ini tampil sangat tidak berdaya menghadapi superioritas tim asuhan Vincent Kompany.
Bahkan, ia menilai skor 1-6 itu pun masih berkat keberuntungan, karena Bayern bisa mencetak lebih banyak gol andai kiper Atalanta tidak melakukan beberapa penyelamatan gemilang.
Baca Juga: Palladino Bela Sistemnya Usai Dihajar Bayern: "Saya Akan Main Lagi dengan Cara yang Sama"
Capello: "Atalanta Beruntung Hanya Kebobolan 6 Gol"
Mantan pelatih AC Milan, Real Madrid, dan timnas Inggris itu tidak menyembunyikan kekecewaannya.
"Atalanta beruntung hanya kebobolan enam gol karena kiper mereka melakukan beberapa penyelamatan hebat. Bisa saja lebih banyak lagi," ujar Capello dengan nada tajam .
Ia kemudian menekankan bahwa penampilan Bayern Munich adalah sebuah pelajaran berharga bagi sepak bola Italia.
"Palladino adalah satu-satunya tim yang lolos ke babak 16 besar dan mereka berhasil mengalahkan Borussia Dortmund. Namun, saat berhadapan dengan tim teratas Jerman, mereka praktis tidak ada artinya," tambahnya .
Capello melanjutkan argumentasinya dengan memuji performa gemilang Bayern Munich.
"Saya melihat tim yang melakukan pressing dan berlari dengan kualitas luar biasa di seluruh tim, baik dalam hal passing maupun visi bermain. Setiap kali mereka merebut bola, mereka langsung bermain vertikal dan berlari ke ruang kosong. Dengan teknik seperti itu, mereka jelas membuat masalah bagi Atalanta, yang sedikit ceroboh dan terlalu ofensif, mengira bisa menghadapi tim sekelas Bayern," pungkasnya .
Baca Juga: Rating Pemain Atalanta Vs Bayern: Olise Sempurna (9), Bernasconi Mimpi Buruk (4)
Gol Hiburan Pasalic dan Harapan Tipis Atalanta
Satu-satunya gol hiburan bagi La Dea dicetak oleh Mario Pasalic di masa injury time. Gol tersebut setidaknya menjaga secercah harapan untuk leg kedua di Allianz Arena pekan depan.
Namun, Capello menilai itu pun lebih karena faktor keberuntungan dan tidak akan mengubah banyak hal.
Bayern telah mengamankan tiket ke perempat final melalui gol-gol dari Josip Stanisic, brace Michael Olise, Serge Gnabry, Nicolas Jackson, dan Jamal Musiala. Untuk bisa lolos, Atalanta membutuhkan keajaiban nyata di Jerman.
Atalanta Perlu Belajar Banyak
Kekalahan ini menjadi pukulan telak tidak hanya bagi Atalanta, tetapi juga bagi sepak bola Italia yang hanya memiliki satu wakil di babak 16 besar.
Performa impresif mereka saat menyingkirkan Borussia Dortmund seketika sirna berhadapan dengan lawan yang lebih kuat dan disiplin.
Atalanta harus segera bangkit dan mengambil banyak pelajaran dari laga ini, terutama dalam hal keseimbangan antara menyerang dan bertahan melawan tim-tim elite Eropa.
Sementara itu, Bayern Munich semakin menunjukkan tajinya sebagai salah satu kandidat terkuat juara musim ini.
FAQ Seputar Analisis Fabio Capello
Q: Apa inti kritik Fabio Capello terhadap Atalanta?
A: Capello mengkritik Atalanta karena terlalu ceroboh dan ofensif, sehingga mudah dieksploitasi oleh Bayern yang bermain vertikal dan cepat. Ia juga menilai skor 1-6 pun masih berkat keberuntungan .
Q: Apa pujian Capello untuk Bayern Munich?
A: Capello memuji kualitas pressing, kecepatan serangan balik, visi bermain, dan eksekusi teknis Bayern yang luar biasa sepanjang laga .
Q: Mengapa Capello menyebut laga ini sebagai "pelajaran untuk sepak bola Italia"?
A: Karena Atalanta adalah satu-satunya wakil Italia yang lolos ke babak 16 besar dan sempat menyingkirkan Dortmund, namun tampil sangat inferior saat berhadapan dengan tim teratas Jerman, menunjukkan kesenjangan kualitas .
Q: Apa dampak kekalahan ini bagi Atalanta?
A: Kekalahan ini memupuskan harapan Atalanta untuk melaju jauh di Liga Champions. Mereka butuh keajaiban di leg kedua. Yang terpenting, tim harus belajar dari kesalahan dan meningkatkan kualitas untuk bersaing di level tertinggi .
Penutup
Komentar Fabio Capello menjadi cermin pahit bagi Atalanta dan sepak bola Italia secara keseluruhan. Di saat klub-klub Inggris dan Jerman berlomba meningkatkan kualitas, Italia masih tertatih-tatih dengan hanya satu wakil yang kemudian dihancurkan dengan cara yang memalukan.
Namun, dari kekalahan telak ini, ada pelajaran berharga yang bisa dipetik. Atalanta dan tim-tim Italia lainnya harus berbenah, tidak hanya dari segi taktik, tetapi juga mentalitas dan keberanian bermain di level tertinggi.
Musim depan adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa sepak bola Italia tidak mati, tetapi sedang belajar untuk bangkit kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional








