Hasil Liga Champions: Galatasaray Vs Liverpool 1-0, Peluang Diciptakan, Gol Tak Kunjung Datang! Arne Slot Akui "Déjà Vu" yang Buruk

JATENG.AKURAT.CO, Malam yang dingin di Istanbul kembali menjadi saksi kegagalan Liverpool menaklukkan Galatasaray.
Dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di RAMS Park, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB, The Reds kembali menelan kekalahan 1-0, persis seperti hasil di fase grup September lalu .
Gol semata wayang diciptakan oleh Mario Lemina pada menit ke-8 memanfaatkan assist Victor Osimhen dari sepak pojok . Yang membuat frustrasi, Liverpool tampil ceroboh di lini belakang dan tumpul di lini depan.
Bahkan, mereka bisa kalah lebih telak jika VAR tidak menganulir gol kedua Osimhen di babak kedua karena offside yang kontroversial . Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kompetisi Eropa utama, Liverpool kalah dua kali tandang dari tim yang sama dalam satu musim .
Baca Juga: Kritik Pedas Carragher: The Reds Main Buruk, Investasi Rp8 Triliun Sia-sia?
Performa Buruk dan Pemain Kunci yang Hilang
Sepanjang laga, Liverpool tampil kacau. Virgil van Dijk, yang memainkan laga ke-29 beruntun, terlihat kelelahan dan membuat beberapa keputusan pertahanan yang buruk . Ibrahima Konate juga tidak lebih baik, gemetar dalam menghadapi tekanan. Ketidakpastian ini merembet ke seluruh lini tim.
Mohamed Salah nyaris tak terlihat, sementara Florian Wirtz yang baru pertama kali starter sejak Februari tampil tidak efektif dengan dua tembakan meleset .
Alexis Mac Allister hanya mampu mengarahkan tembakan tipis di samping gawang dari peluang terbaiknya . Ketika akhirnya mereka mampu menembus pertahanan Galatasaray dan mencetak gol di masa injury time, VAR menganulirnya karena handsball Ibrahima Konate .
Salah satu kelemahan mencolok Liverpool adalah ketergantungan pada bola mati. Hampir semua peluang berbahaya datang dari situasi set-piece, sementara serangan dari permainan terbuka selalu gagal .
Jika Galatasaray tidak mengalami kehancuran total di Anfield pekan depan, yang mungkin saja terjadi, sedikit tim yang akan takut menghadapi Liverpool di fase selanjutnya .
Baca Juga: Prediksi Bodo/Glimt Vs Sporting: Duel Tim Fenomenal di Bawah Langit Arktik
Komentar Slot: "Déjà Vu yang Buruk"
Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengakui kekecewaannya setelah laga yang merupakan penampilannya yang ke-100 sebagai manajer The Reds .
"Bisa dibilang ini déjà vu yang buruk. Skornya sama dengan pertandingan tiga bulan lalu. Tapi kami menciptakan banyak peluang, banyak yang terbuang. Kami tampil baik di 15 menit pertama, tapi tidak bisa mencetak gol," ujarnya kepada UEFA .
Slot juga menyoroti sulitnya bermain di stadion dengan atmosfer begitu fanatik.
"Ini stadion yang sangat sulit, baik bagi pemain maupun pelatih lawan. Sulit berkonsentrasi dan sulit berkomunikasi. Galatasaray sangat beruntung memiliki atmosfer seperti ini," tambahnya . Namun, ia tetap optimistis menghadapi leg kedua di Anfield.
"Kami memiliki suporter fantastis yang selalu memberi kekuatan. Mereka akan menunjukkan itu di Anfield dan menjadi kekuatan pendorong bagi kami," pungkasnya .
FAQ Seputar Pertandingan
Q: Siapa pencetak gol kemenangan Galatasaray?
A: Mario Lemina mencetak gol pada menit ke-8 memanfaatkan sepak pojok yang diambil oleh Victor Osimhen .
Q: Mengapa gol kedua Galatasaray dianulir VAR?
A: Gol Victor Osimhen di babak kedua dianulir karena Aydin Yilmaz dianggap offside dalam proses build-up, meskipun ia tidak menyentuh bola, keputusan kontroversial ini menguntungkan Liverpool .
Q: Bagaimana performa pemain kunci Liverpool?
A: Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate tampil goyah. Mohamed Salah tidak berpengaruh, Florian Wirtz tidak efektif, dan peluang yang ada tidak dimanfaatkan .
Q: Apa kata Arne Slot tentang pertandingan ini?
A: Slot menyebutnya sebagai "déjà vu yang buruk" dan mengakui sulitnya bermain di Istanbul. Ia tetap yakin dengan dukungan suporter di Anfield untuk leg kedua .
Penutup
Kekalahan di Istanbul ini bukan sekadar angka 0-1 di papan skor. Ini adalah refleksi dari masalah kronis Liverpool musim ini: ketergantungan pada individu, ketidakmampuan menguasai pertandingan, dan kegagalan memanfaatkan peluang.
Arne Slot, di laga ke-100nya, harus memikul beban berat untuk membalikkan keadaan di Anfield. Akankah The Reds bangkit atau justru semakin terbenam? Yang jelas, perjalanan mereka di Liga Champions musim ini kini berada di ujung tanduk.
Satu-satunya harapan adalah atmosfer Anfield yang legendaris mampu mengubah segalanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'









