Strategi Como 1907: Benarkah Sang Pengkhianat Sedang Mendobrak Tradisi Kuno Serie A?

JATENG.AKURAT.CO, Membahas kiprah Como 1907 yang kini dimiliki oleh konglomerat asal Indonesia, Djarum Group, seolah tidak ada habisnya. Klub yang dulunya dianggap sebagai tim semenjana ini sekarang benar-benar menjadi fenomena yang menggemparkan jagat sepak bola Italia.
Kehadiran mereka bukan sekadar soal suntikan dana besar atau prestasi instan, melainkan keberanian manajemen dalam mendobrak sekat-sekat tradisi lama yang sudah berkarat di kompetisi Negeri Pizza tersebut.
Banyak pengamat mulai bertanya-tanya, apakah strategi radikal klub milik orang Indonesia di Italia ini merupakan sebuah inovasi brilian, atau justru sebuah "pengkhianatan" terhadap pakem klasik Serie A? Dengan Cesc Fabregas di kursi kepelatihan, I Lariani membawa warna baru yang sangat kontras dan sulit ditiru oleh klub lain.
Menolak Jadi "Liga Aki-Aki": Visi Skuad Muda Como
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Serie A sering diejek sebagai liganya pemain veteran atau "aki-aki". Banyak klub besar masih mengandalkan pemain berusia di atas 30 tahun demi stabilitas. Namun, Como 1907 justru mengambil langkah yang 180 derajat berbeda.
Dibawah kendali Mirwan Suwarso dan Direktur Olahraga Carlalberto Ludi, Como merumuskan proyek jangka panjang dengan rataan usia skuad yang sangat muda, yakni 25,5 tahun.
Angka ini menempatkan mereka sebagai tim termuda keempat di Serie A musim ini, jauh lebih segar dibandingkan Juventus, AC Milan, bahkan Inter Milan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








