Tolak MBG, Siswa di Kudus Surati Presiden Prabowo: Minta Anggaran Rp6,7 Juta Dialihkan ke Tunjangan Guru

JATENG.AKURAT.CO, Tindakan mulia dan penuh kesadaran ditunjukkan oleh seorang siswa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa SMK NU Miftahul Falah Cendono, Kecamatan Dawe, nekat mengirimkan surat langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam surat tersebut, ia secara tegas menyatakan menolak menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya sendiri dan meminta agar anggaran tersebut dialihkan demi kesejahteraan para guru.
Langkah Berani Demi Guru
Surat yang ditulis pada Jumat (3/4) ini menjadi sorotan karena keberanian dan pola pikir siswa yang belum genap berusia dewasa ini.
Arsya sadar betul bahwa jasa guru sangat besar, namun kesejahteraannya belum sebanding dengan pengabdiannya.
"Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya," tulis Arsya dalam suratnya.
Hitung Cermat: Rp6,75 Juta Selama 1,5 Tahun
Siswa yang masih memiliki sisa masa belajar sekitar satu setengah tahun (18 bulan) ini juga melakukan perhitungan sederhana namun menyentuh hati.
Menurut hitungannya, dengan standar biaya Rp15.000 per hari dan rata-rata 25 hari sekolah dalam sebulan, total anggaran yang seharusnya diterimanya mencapai angka yang cukup signifikan.
Rincian perhitungan:
- 18 Bulan x 25 Hari x Rp15.000 = Rp 6.750.000
"Mungkin angka tersebut tidak mengubah banyak hal secara nasional. Namun, bagi saya, anggaran tersebut bisa menjadi bentuk nyata penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan guru-guru yang telah mendidik saya," ungkapnya.
Guru adalah Pilar Bangsa
Arsya mengungkapkan, bahwa nilai-nilai yang diajarkan orang tuanya sejak kecil membentuk pola pikirnya ini.
Ia meyakini bahwa setelah orang tua, guru adalah sosok paling berjasa dalam membentuk karakter dan kecerdasan seseorang.
"Sejak kecil saya diajarkan untuk menghormati orang-orang yang berjasa. Saat ini saya melihat masih banyak guru yang berdedikasi tinggi namun belum mendapatkan kesejahteraan yang layak," tambahnya.
Ia menegaskan, bahwa langkah ini bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah, melainkan wujud kepedulian sosial yang tulus.
Ajakan untuk Sesama Pelajar
Melalui surat yang juga diunggah di media sosial pribadinya ini, Arsya ingin menyuarakan pesan kuat kepada generasi muda.
"Ini bukan tentang menentang kebijakan, tapi tentang kepekaan hati. Saya mengajak teman-teman pelajar untuk tidak diam. Sudah saatnya kita menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru karena merekalah pilar utama kemajuan bangsa," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







