BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di 25 Provinsi, Sejumlah Wilayah Masuk Status Siaga

JATENG.AKURAT.CO, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang akan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (26/3/2026) dan Kamis (27/3/2026).
Berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun resmi @infobmkg, sejumlah daerah bahkan masuk dalam kategori siaga, yang berarti berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di beberapa wilayah yang dapat memperparah kondisi cuaca ekstrem ini.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG.
Berikut adalah rincian wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat serta peringatan angin kencang selama dua hari ke depan.
Baca Juga: Mau Tentukan Hari Baik di Akhir Bulan Ini? Cek Kalender Jawa 26–31 Maret 2026 di Sini
Potensi Hujan 26 Maret 2026
Status Waspada (Hujan Sedang–Lebat)
Wilayah yang masuk dalam status waspada pada Rabu (26/3) meliputi: Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Status Siaga (Hujan Lebat–Sangat Lebat)
Wilayah dengan status siaga yang perlu diwaspadai karena potensi hujan sangat lebat adalah: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, dan Papua. BMKG tidak menetapkan wilayah dengan status awas pada tanggal ini.
Angin Kencang
Peringatan dini angin kencang berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Papua.
Potensi Hujan 27 Maret 2026
Status Waspada (Hujan Sedang–Lebat)
Pada Kamis (27/3), wilayah dengan status waspada meliputi: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.
Status Siaga (Hujan Lebat–Sangat Lebat)
Wilayah yang masuk status siaga pada 27 Maret adalah: DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Angin Kencang
Angin kencang berpotensi terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Wilayah Siaga Hujan Tingkat Kabupaten/Kota
BMKG juga merinci wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 26–27 Maret 2026. Berikut adalah rinciannya:
Daerah Istimewa Yogyakarta (27 Maret): Kulon Progo, Sleman.
Bali (26 Maret): Buleleng, Bangli, Karangasem, Badung, Gianyar; (27 Maret): Karangasem, Bangli, Klungkung.
Nusa Tenggara Barat (26 Maret): Sumbawa, Bima, Kab. Bima, Dompu; (27 Maret): Lombok Timur, Kab. Bima, Bima, Dompu.
Nusa Tenggara Timur (26 Maret): Nagekeo.
Papua Tengah (27 Maret): Kab. Mimika.
Papua Pegunungan (26 Maret): Nduga, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Yalimo.
Papua (26 Maret): Kab. Jayapura.
Papua Selatan (27 Maret): Merauke.
Banten (26 Maret): Pandeglang.
DKI Jakarta (26 Maret): Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kep. Seribu; (27 Maret): Jakarta Timur, Jakarta Selatan.
Jawa Barat (26 Maret): Bekasi, Karawang, Majalengka, Kuningan, Garut, Kab. dan Kota Tasikmalaya, Ciamis; (27 Maret): Tasikmalaya.
Jawa Tengah (26 Maret): Brebes, Kab. Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Kab. Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kab. Semarang, Salatiga, Kab. Magelang, Kota Magelang, Boyolali.
Potensi Dampak dan Imbauan
BMKG menjelaskan potensi dampak berdasarkan tingkat kewaspadaan sebagai berikut:
Level waspada: genangan, luapan air sungai, longsor ringan.
Level siaga: banjir, banjir bandang, longsor, gangguan aktivitas masyarakat dan infrastruktur.
Level awas: banjir meluas, banjir bandang, longsor besar, gangguan layanan publik dan kerusakan infrastruktur.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, mempersiapkan langkah mitigasi, serta menghindari aktivitas di daerah rawan bencana saat hujan lebat berlangsung.
Informasi terkini dapat diakses melalui media sosial @infobmkg atau aplikasi BMKG.
FAQ Seputar Peringatan BMKG
Q: Apa perbedaan status waspada, siaga, dan awas?
A: Waspada berarti potensi hujan sedang-lebat dengan dampak genangan dan longsor ringan. Siaga berarti potensi hujan lebat-sangat lebat yang dapat menyebabkan banjir dan longsor. Awas adalah level tertinggi dengan potensi bencana meluas dan kerusakan infrastruktur.
Q: Apakah peringatan ini berlaku untuk seluruh wilayah yang disebut?
A: Peringatan berlaku sesuai dengan tanggal dan wilayah yang tercantum. Masyarakat di wilayah tersebut diminta waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Q: Berapa lama periode peringatan ini?
A: Peringatan berlaku untuk tanggal 26 dan 27 Maret 2026. BMKG akan memperbarui informasi jika ada perubahan kondisi cuaca.
Q: Apa yang harus dilakukan jika terjadi banjir atau longsor?
A: Segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, hindari aliran air banjir, dan laporkan ke aparat setempat. Pastikan juga mengikuti arahan dari BPBD atau petugas kebencanaan.
Q: Apakah ada wilayah yang masuk status awas?
A: Pada periode ini, BMKG tidak menetapkan wilayah dengan status awas. Namun status siaga tetap perlu diwaspadai karena potensi dampak yang signifikan.
Q: Bagaimana cara mendapatkan informasi cuaca terkini?
A: Informasi dapat diakses melalui akun media sosial @infobmkg, aplikasi BMKG, atau situs resmi BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah perbukitan, bantaran sungai, dan daerah dengan drainase buruk.
Dengan persiapan yang matang dan pemantauan informasi yang rutin, risiko bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan. Tetaplah siaga dan utamakan keselamatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










