Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Jateng, DPRD Minta Peringatan Dini Diperkuat Jelang Mudik

JATENG.AKURAT.CO, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, meminta pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan.
Ia menegaskan, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem harus diantisipasi sejak dini agar dampaknya tidak semakin meluas, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.
“Semua tidak boleh menyepelekan situasi ini karena dampaknya bisa luas. Mulai dari korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, hingga gangguan aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Batang, Tiga Warga Meninggal Tertimpa Pohon dan Tiang Listrik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memprediksi adanya peningkatan intensitas curah hujan dan angin kencang di sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada 3 hingga 7 Maret 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh tumbuhnya Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
Dampak cuaca ekstrem telah dirasakan di sejumlah wilayah. Pada Rabu (4/3) sore, hujan deras disertai badai angin melanda kawasan Pantura di Kabupaten Batang dan menimbulkan korban jiwa. Badai angin juga menerjang kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah hingga menyebabkan sejumlah fasilitas dan bangunan mengalami kerusakan.
Kakung, sapaan akrab Sarif, menilai berbagai kejadian tersebut harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Ia mendorong penguatan sistem peringatan dini serta peningkatan literasi kebencanaan masyarakat.
“Sehingga semua lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam yang kian meningkat,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi informasi cuaca dengan layanan publik, terutama menjelang momentum pergerakan masyarakat seperti mudik Lebaran. Menurutnya, akses informasi yang cepat dan akurat akan membantu masyarakat mengambil keputusan perjalanan secara lebih aman dan terukur.
“Karena dampaknya sangat banyak, termasuk dapat mempengaruhi perputaran ekonomi yang terjadi saat musim liburan pada mudik Lebaran,” paparnya.
Kakung mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di lokasi rawan saat hujan deras disertai angin kencang, seperti berteduh di bawah pohon, reklame, atau baliho yang berpotensi roboh. Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan saat kondisi cuaca memburuk.
“Begitu juga saat berkendara ketika hujan, sebisa mungkin jangan menerjang, tetapi berhenti mencari tempat yang aman untuk menunggu hingga hujan agak reda,” ujar legislator dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap ini.
Ia menambahkan, mitigasi bencana harus diperkuat melalui penyebaran informasi yang masif dan mudah diakses publik. Salah satunya dengan memaksimalkan berbagai kanal komunikasi, termasuk layanan pesan singkat (SMS), agar informasi cuaca dapat diterima masyarakat secara cepat dan merata.
Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana. Kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh instansi terkait.
“Sehingga fungsi pencegahan maupun penanganan jika terjadi bencana bisa berjalan maksimal,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










