Genangan Air Sempat Ganggu Jalur KA, KAI Daop 4 Pastikan Operasional Kembali Normal

JATENG.AKURAT.CO, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang terus melakukan mitigasi terhadap dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.
Upaya tersebut dilakukan menyusul gangguan operasional yang sempat terjadi akibat genangan air di salah satu lintasan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa pada hari sebelumnya jalur di antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gundih sempat dinyatakan tidak aman untuk dilalui kereta api karena tergenang air.
“Memang kemarin sempat terjadi gangguan operasional karena jalur tersebut tidak aman akibat adanya genangan air,” ujar Luqman.
Setelah melalui proses mitigasi ketat dan pemeriksaan intensif, jalur tersebut kembali dibuka pada sore hari dengan pembatasan kecepatan.
Normalisasi terus dilakukan hingga malam hari, dan saat ini lintasan sudah dapat dilewati kembali dengan kecepatan normal sesuai ketentuan.
“Alhamdulillah, saat ini sudah tidak ada penundaan perjalanan dan pola operasi tidak lagi berubah atau memutar, khususnya di wilayah Daop 4 Semarang,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan selama musim hujan dan menjelang masa angkutan Lebaran, KAI Daop 4 menetapkan 13 titik sebagai daerah pantauan khusus.
Berbagai langkah mitigasi dilakukan, baik secara internal maupun melalui koordinasi lintas instansi.
“Kami berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi cuaca secara berkala, dengan instansi terkait seperti pengelola wilayah sungai, serta dengan pemerintah daerah yang dilalui jalur kereta api,” jelas Luqman.
Selain itu, KAI juga menyiapkan petugas penjaga khusus di titik rawan, menyediakan alat dan material siaga, serta memasang kamera pengawas (CCTV) di daerah pantauan khusus.
Tak hanya wilayah Grobogan, gangguan serupa juga sempat terjadi di daerah Pekalongan dan Batang. Ketiga wilayah tersebut termasuk dalam 13 daerah pantauan khusus di Daop 4 Semarang.
“Kami berharap seluruh upaya ini dapat meminimalisir potensi bahaya dan memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan lancar,” pungkas Luqman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









