Jateng

Lawan Baru Google Search Muncul dari Tiongkok: DeepSeek AI Search Siap Ubah Cara Anda Mencari Informasi

Theo Adi Pratama | 2 Februari 2026, 05:30 WIB
Lawan Baru Google Search Muncul dari Tiongkok: DeepSeek AI Search Siap Ubah Cara Anda Mencari Informasi

JATENG.AKURAT.CO, Startup AI asal Tiongkok, DeepSeek, terlihat bersiap melangkah lebih jauh dari sekadar chatbot.

Di saat kecerdasan buatan mulai mengubah cara orang mencari informasi, DeepSeek dikabarkan tengah mengembangkan DeepSeek AI Search, sebuah mesin pencari berbasis AI yang dirancang untuk menangani pencarian multibahasa dan input non-teks.

Informasi ini mencuat lewat sejumlah lowongan pekerjaan baru yang terbit bulan ini.

Menurut laporan Bloomberg, deskripsi peran tersebut mengarah pada pengembangan AI search multimodal, mampu memproses teks, gambar, hingga audio.

Pendekatan ini sangat relevan dengan kebiasaan pencarian modern, terutama di ponsel, di mana screenshot, foto, atau perintah suara sering kali menjadi “query” yang sebenarnya.

Petunjuk Kuat dari Lowongan Pekerjaan DeepSeek

Lowongan yang dibuka DeepSeek secara eksplisit menyebut pembangunan AI search engine yang mendukung banyak bahasa dan berbagai jenis input.

Ini mengindikasikan ambisi untuk menghadirkan hasil pencarian yang lebih mirip jawaban langsung, bukan sekadar daftar tautan, terutama ketika input pengguna tidak rapi atau ambigu.

Selain fitur yang terlihat di permukaan, DeepSeek juga menekankan sisi infrastruktur: data pelatihan, sistem evaluasi, dan platform internal untuk mendukung AI search.

Ini adalah fondasi penting yang menentukan apakah mesin pencari AI benar-benar membantu atau justru menghasilkan jawaban yang terdengar yakin tapi keliru.

Momentum DeepSeek Semakin Kuat Pasca Model R1

Waktu kemunculan rencana ini bukan kebetulan. Awal tahun lalu, DeepSeek mengguncang industri AI dengan model R1, yang diklaim mampu menyaingi model AI terdepan dari AS dengan biaya pengembangan jauh lebih rendah. Sejak itu, banyak pengamat menunggu langkah lanjutan DeepSeek.

Masuk ke ranah AI search bisa menjadi evolusi alami: dari adu performa model ke pemanfaatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ini menandai pergeseran DeepSeek dari sekadar “pamer teknologi” ke produk yang benar-benar dipakai pengguna.

Kenapa Ini Jadi Ancaman Serius bagi Google?

Google masih mendominasi kebiasaan pencarian global. Namun, AI mulai menggerogoti bagian terpenting dari search: kecepatan mendapatkan jawaban yang berguna.

Mesin pencari AI yang multibahasa dan multimodal berpotensi unggul di area yang selama ini sulit bagi search tradisional, seperti memahami gambar atau audio tanpa memaksa pengguna merangkainya menjadi kata kunci.

Menariknya, lowongan DeepSeek juga mengisyaratkan pengembangan AI agents, sistem yang bisa berjalan dengan pengawasan manusia minimal.

DeepSeek merekrut untuk data pelatihan agen, evaluasi agen, dan platform khusus, bahkan mengantisipasi banyak agen yang berjalan secara persisten.

Jika disatukan, gambarnya menjadi lebih besar: search menemukan informasi, agen bertindak atas informasi tersebut, dan produk akhirnya terasa lebih seperti asisten AI ketimbang halaman hasil pencarian.

Apa yang Perlu Dipantau Selanjutnya?

Pertanyaan terbesar adalah soal distribusi. Belum jelas apakah DeepSeek AI Search akan hadir sebagai produk mandiri, API untuk developer, atau fitur tambahan dalam layanan yang sudah ada. Pilihan ini akan sangat menentukan seberapa cepat produk tersebut diadopsi.

Ada beberapa sinyal yang patut diawasi. DeepSeek sempat merilis paper akhir Desember lalu tentang pendekatan AI yang lebih efisien, dan akun GitHub publiknya baru-baru ini menyebut “model1”.

Jika DeepSeek merilis preview AI search atau menghadirkan fitur agent persisten yang bisa dicoba publik, itu akan menjadi tanda paling jelas bahwa mereka serius mengincar wilayah yang selama ini dikuasai Google.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.