Dinamika PBNU Menuju Muktamar, Konsolidasi Organisasi dan Agenda Strategis Mulai Digulirkan

JATENG.AKURAT.CO, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai memasuki fase penting menuju penyelenggaraan Muktamar.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Kholil Staquf menegaskan bahwa Muktamar NU akan digelar dalam waktu dekat, meski hingga kini belum ditetapkan tanggal pasti pelaksanaannya.
Pernyataan itu mencerminkan dinamika internal PBNU yang tengah bergerak pada tahap konsolidasi organisasi dan penyiapan agenda strategis nasional NU.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Kholil Staquf, saat menjawab pertanyaan wartawan usai peresmian Gedung PCNU Kota Semarang, Sabtu (24/1/2026).
Ia menekankan bahwa proses menuju Muktamar tidak bisa dilakukan secara instan, karena harus melalui mekanisme organisasi yang berjenjang dan terstruktur.
Menurut Gus Yahya, saat ini PBNU sedang menjalani pembahasan intensif di tingkat Badan Pengurus Nahdlatul Ulama (BPNU).
Pembahasan tersebut mencakup langkah-langkah strategis yang harus dilaksanakan sebelum Muktamar digelar. Ia menegaskan bahwa Muktamar sebagai forum tertinggi organisasi memiliki prasyarat organisatoris yang tidak bisa diabaikan.
“Muktamar itu harus didahului dengan sejumlah proses di organisasi, seperti konferensi besar dan musyawarah nasional alim ulama,” ujar Gus Yahya.
Karena itu, PBNU saat ini tengah memproses dan mengerjakan persiapan untuk dua agenda penting tersebut, yang akan menjadi fondasi substantif sekaligus legitimasi struktural menuju Muktamar.
Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional Alim Ulama dipandang sebagai ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan NU, baik dalam bidang keagamaan, kebangsaan, maupun penguatan peran sosial NU di tengah tantangan zaman.
Dari forum-forum inilah, isu-isu krusial organisasi biasanya dirumuskan sebelum dibawa ke Muktamar untuk diputuskan secara kolektif.
Di tengah dinamika persiapan tersebut, PBNU juga menyiapkan agenda besar terdekat, yakni resepsi peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 tahun menurut kalender masehi.
Gus Yahya menyebutkan bahwa acara ini akan digelar pada 31 Januari mendatang di Gedung Istora Senayan, Jakarta, pada pagi hari.
Peringatan satu abad NU versi kalender masehi ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga menjadi momentum konsolidasi kultural dan struktural NU secara nasional.
Acara tersebut diperkirakan akan dihadiri berbagai elemen NU dari pusat hingga daerah, sekaligus menjadi penanda kesiapan organisasi dalam menyongsong agenda-agenda besar berikutnya, termasuk Muktamar.
Meski demikian, Gus Yahya menegaskan bahwa penetapan tanggal pasti Muktamar masih membutuhkan perhitungan matang.
Sejumlah aspek teknis dan organisatoris masih harus dikaji secara cermat agar pelaksanaan Muktamar berjalan optimal dan sesuai dengan tradisi serta tata kelola organisasi NU.
“Untuk tanggal pasti Muktamar belum, karena masih banyak hal-hal teknis yang harus dihitung,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan sikap PBNU yang berhati-hati dan terukur dalam menyiapkan Muktamar.
Di tengah ekspektasi publik dan warga nahdliyin, PBNU memilih memastikan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme organisasi, demi menjaga marwah Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










