Jateng

Diguyur Hujan Tiga Hari, Jalan Poros Desa di Singorojo Kendal Amblas 100 Meter, Warga Terisolasi Aktivitas Lumpuh

Arixc Ardana | 5 Januari 2026, 19:15 WIB
Diguyur Hujan Tiga Hari, Jalan Poros Desa di Singorojo Kendal Amblas 100 Meter, Warga Terisolasi Aktivitas Lumpuh

JATENG.AKURAT.CO, Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Kendal selama tiga hari terakhir berubah menjadi petaka bagi warga Desa Cening, Kecamatan Singorojo.

Jalan poros desa yang selama ini menjadi urat nadi penghubung antar-dukuh tiba-tiba amblas dan longsor sepanjang hampir 100 meter, membuat akses utama warga terputus total.

Jalan yang menghubungkan Dukuh Bumen dengan dukuh-dusun lain itu kini berubah menjadi jurang tanah yang ambrol.

Aspal retak, badan jalan bergeser, dan sebagian material longsor sempat menutup jalur sebelum akhirnya dibersihkan secara gotong royong oleh warga.

Mobil tak bisa melintas sama sekali, hanya sepeda motor yang masih nekat menerobos jalur sempit di sisi jalan.

Peristiwa ini terjadi secara diam-diam pada malam hari, Minggu (4/1/2026), saat hujan mengguyur deras tanpa henti. Warga baru menyadari bencana itu keesokan paginya.

“Kami baru tahu pagi hari. Malam itu hujannya deras sekali. Tahu-tahu jalannya sudah amblas dan longsor,” ujar Giyadi, warga Desa Cening, dengan nada cemas, Senin (5/1/2026).

“Ini jalan poros desa. Satu-satunya akses. Kalau tidak segera diperbaiki, aktivitas warga lumpuh total,” sambungnya.

Urat Nadi Desa Lumpuh

Bagi warga Cening, jalan ini bukan sekadar jalur transportasi. Ia adalah nadi bagi hasil pertanian, akses ekonomi, hingga penghubung warga ke fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar. Kini, semuanya terganggu.

Petani kesulitan mengangkut hasil panen. Pedagang tak leluasa keluar-masuk desa. Anak-anak sekolah harus memutar lebih jauh. Desa seperti “tercekik” karena satu jalur vitalnya runtuh.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turun langsung meninjau lokasi longsor pada Senin (5/1/2026), didampingi OPD terkait, Camat Singorojo, dan Kepala Desa Cening.

Di lokasi, Bupati menyebut jalan dan jembatan ini sebelumnya dibangun sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

“Selain mendukung akses pertanian, infrastruktur ini dibangun agar warga tidak lagi menyeberangi sungai secara langsung yang berisiko,” ujar Bupati.

Namun, hujan ekstrem membuat tanah di bawah badan jalan bergerak, menyebabkan pergeseran struktur hingga akhirnya amblas.

Ancaman Longsor

Pemerintah daerah kini bergerak cepat. BPBD Kendal bersama Dinas PUPR telah melakukan koordinasi untuk penanganan darurat dan perencanaan perbaikan permanen.

Tim teknis akan melakukan penghitungan struktur tanah, dan perbaikan direncanakan menggunakan tiang pancang agar pergerakan tanah bisa ditahan dan tidak terjadi longsor susulan.

Di tengah badan jalan yang runtuh, warga Desa Cening hanya bisa berharap agar perbaikan segera dilakukan. Bagi mereka, jalan ini bukan hanya beton dan aspal tetapi jalur kehidupan.

“Kami berharap cepat diperbaiki. Ini bukan sekadar jalan, tapi akses hidup kami,” kata Giyadi lirih.

Sementara hujan masih kerap turun, warga kini hidup dalam waswas takut longsor kembali terjadi, takut akses makin tertutup, dan takut desa mereka benar-benar terisolasi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.