Siaga Banjir Diperketat! PLN Luncurkan Program Komprehensif di Rowosari Demi Kelurahan Tangguh Bencana

JATENG.AKURAT.CO, PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) menunjukkan komitmen serius dalam pencegahan dan penanggulangan bencana di wilayah rawan banjir.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk "Rowosari Siaga Bencana Banjir" resmi diluncurkan, bekerja sama dengan Yayasan BINTARI dan mengacu pada standar Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) milik BNPB.
Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menjadi lokasi prioritas mengingat kerentanannya terhadap luapan Sungai Babon dan Sungai Pengkol.
Tercatat, wilayah ini mengalami banjir berulang dalam satu dekade terakhir, termasuk banjir bandang ekstrem di awal tahun 2023 yang mengakibatkan tanggul jebol dan ratusan rumah terendam.
PLH General Manager PLN PUSMANPRO, Hartono, menyampaikan bahwa bantuan ini tidak hanya bersifat charity, melainkan pembangunan sistem keselamatan yang berkelanjutan.
"Kami menyadari bahwa Rowosari berada di hilir yang menerima limpasan air dari Ungaran. Oleh karena itu, PLN hadir tidak hanya memberikan peralatan, tetapi membangun ketangguhan masyarakat. Kolaborasi dengan BINTARI dan rujukan standar BNPB memastikan program ini tepat sasaran," ujar Hartono.
Program ini dirancang secara komprehensif mencakup tiga pilar utama kegiatan untuk memastikan kemandirian warga seperti Pembentukan tim Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) yang disahkan melalui SK Lurah,
Pelatihan intensif bagi 100 warga dan 200 siswa sekolah serta Penyediaan sarana fisik vital berupa 1 unit perahu karet/tenda darurat, alat komunikasi (HT), megafon, seragam relawan, serta pemasangan rambu jalur evakuasi dan titik kumpul di lokasi strategis .
Lurah Rowosari, Eko Pudjo Harijadi menjelaskan, evaluasi sebelumnya menunjukkan bahwa meski berstatus siaga bencana, sistem peringatan dini dan jalur evakuasi di Rowosari belum optimal.
"Melalui dukungan PLN, kami menargetkan minimal 70% rumah tangga di zona merah memahami prosedur evakuasi, sehingga risiko korban jiwa dapat dihilangkan," jelasnya.
Dwi Istanto selaku Sub Koordinator Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang memberikan apresiasi atas langkah PLN PUSMANPRO yang mendukung visi Kota Semarang Tangguh.
"Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi urusan bersama. Kami sangat terbantu dengan keterlibatan dunia usaha seperti PLN. Rowosari memang sudah ditetapkan sebagai Kelurahan Siaga Bencana sejak 2011, namun evaluasi kami menunjukkan kapasitas masyarakat dan peralatannya perlu diperbarui (upgrade) agar relevan dengan risiko saat ini" Ujar Dwi
Program ini diharapkan menjadikan Rowosari sebagai percontohan kelurahan yang tangguh, di mana masyarakat mampu merespons bencana secara mandiri, terkoordinasi, dan inklusif sebelum bantuan eksternal tiba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










