Jateng

Viral, Netizen Ceritakan Kronologi Mahasiswa UNNES Meninggal Tak Wajar Pada Hari Penangkapan Demonstran di Polda Jateng.

Theo Adi Pratama | 2 September 2025, 09:11 WIB
Viral, Netizen Ceritakan Kronologi Mahasiswa UNNES Meninggal Tak Wajar Pada Hari Penangkapan Demonstran di Polda Jateng.

JATENG.AKURAR.CO, Beredar kabar di media sosial soal meninggalnya Iko Juliant Junior, Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) angkatan 2024. 

Dia diduga meninggal tak wajar pada Minggu, 31 Agustus 2025 di Jalan Koro Raya 3 Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. 

Tepat pada hari Minggu (31/8/2025) Polda Jateng dan Polrestabes Semarang melakukan penangkapan besar-besaran terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi provokator demonstrasi yang berujung ricuh di Jalan Pahlawan Kota Semarang sehari sebelumnya, Sabtu (30/8/2025). 

Dalam penangkapan besar-besaran itu, Polda Jateng berhasil mengamankan 315 orang, termasuk mahasiswa dan menahan 39 di antaranya. 

Namun, di media sosial, Iko Juliant Junior dikabarkan meninggal. 

Salab satu netizen mengatakan melalui unggahan DM instagram, Iko keluar pada hari Sabtu (30/8/2025) sekitat pukul 17.00 WIB dengan mengenakan jas almamater UNNES. 

"Iko keluar dari rumah hari Sabtu sekitar Jam 5 (17.00 WIB) sore bang, izin ke mamanya mau ke kampus dengan bawa almet (almamater) pakai PDH DPM, bawa motor sendiri, bawa tas ransel warna biru bang. setelah itu orang tua gadapet kabar apa apa lagi," ujarnya, Senin malam (1/9/2025).

Setelah semalaman tak ada kabar, netizen tersebut mengatakan bahwa ada teman dekat Iko yang memberi kabar bahwa Iko sudah kritis di ruang UGD RS dr Kariadi. 

"Di hari Minggu sekitar siangan kayanya jam 11-an tiba-tiba temen iko dateng kabarin kalau iko udah kritis di UGD Kariadi bang," tuturnya.

Dikabarkan pula, dokter yang merawat Iko menyarankan pengangkatan limpa karena mengalami kerusakan akibat pendarahan hebat. 

"Setelah ngobrol sama dokter, dokter nyaranin kalau iko harus angkat limpa karena udah rusak dan pendarahan hebat," tuturnya. 

Ibu Iko setuju dengan dokter, namun dalam proses pengangkatan limpa, Iko mengigau agar tidak dipukuli, seperti mengalami trauma kekerasan. 

"Singkat cerita mamanya iko setuju, operasi berjalan bang. setelah selesai operasi, iko sama mamanya cuma berdua di ruangan tapi tiba-tiba iko ngigau bang, bilangnya "ampun pak, tolong pak jangan pukulin saya lagi", " ujar netizen tersebut. 

"Di jam stengah 4 sorenya iko dinyatain meninggal bang," ungkapnya. 

Netizen tersebut juga mengungkap sejumlah kejanggalan:

1. HP, almet, tas ransel birunya ilang, PDH DPM-nya ibu Iko bilang udah posisi digunting

2. Motor iko ditahan di polda

3. Temennya bilang Iko kecelakaan di Kalisari, tapi surat kecelakaan dari polisi ditulisnya di daerah jalan Dr Cipto Semarang

4. Satpam lapor ke mamanya iko kalau dia dianter ke RS sama Brimob

"Abang ini informasi yang bisa aku dapet dari mamanya iko ya bang," tutup netizen tersebut

Sementara itu, Surahmat selaku Humas UNNES mengatakan sedang mencari informasi pasti terkait meninggalnya mahasiswa tersebut. 

"Mohon masf, saya belum cukup informasi untuk menjawab. Sama seperti rekan-rekan, sampai saat ini kami juga masih berusaha mencari informasi," ujar Surahmat. 

Kemudian pihak Fakultas Hukum UNNES, mulai dekan hingga wakil dekan belum menjawab pertanyaan wartawan hingga berita ini ditayangkan. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.