Demi Jaga Kondisi Sosial, Media Diminta Buat Berita yang Menyejukkan dan Jangan Asal Bikin Berita Provokatif!

JATENG.AKURAT.CO, Merespons maraknya aksi amuk massa yang terjadi di beberapa wilayah, Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia (SMSI), Dar Edi Yoga, menyerukan agar insan pers kembali ke khitahnya.
Ia mengingatkan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan informasi yang sejuk dan tidak memicu perpecahan.
Peran Jurnalis sebagai Penjaga Harmoni Sosial
Dar Edi Yoga menegaskan, di tengah situasi yang rawan, jurnalis memiliki peran penting untuk menjadi pendingin suasana.
"Pers adalah pilar demokrasi sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat. Karena itu, dalam kondisi yang rawan, jurnalis harus mampu menghadirkan berita yang menenangkan dan solutif," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya etika jurnalistik. Media harus menghindari judul yang bombastis atau narasi yang dapat memperkeruh suasana.
Sebaliknya, pemberitaan harus menyoroti nilai-nilai positif seperti kebersamaan, gotong royong, dan penyelesaian damai.
Verifikasi Informasi: Kunci Utama Media Siber
Forum Pemred Media Siber Indonesia juga mengajak seluruh redaksi media online untuk memperkuat verifikasi informasi, terutama yang menyebar di media sosial.
Arus informasi yang tidak terkontrol bisa sangat berbahaya dan memperparah situasi di lapangan.
"Media siber harus menjadi penjernih, bukan justru ikut terseret arus. Mari kita jaga marwah pers dengan tetap berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kepentingan bangsa," pungkas peraih Press Card Number One PWI Pusat.
Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh media untuk tidak hanya mengejar klik atau popularitas, tetapi juga memprioritaskan keamanan dan keutuhan sosial.
Menurutmu, langkah apa yang bisa kita ambil sebagai pembaca untuk membedakan berita yang kredibel dari yang provokatif?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










