UEFA Lakukan Penyelidikan Disipliner Terhadap Suporter Serbia

AKURAT.CO, Badan sepak bola Eropa, UEFA, meluncurkan penyelidikan disipliner terhadap Asosiasi Sepak Bola Serbia (FSS) terkait dugaan perilaku tidak pantas oleh suporter Serbia setelah pertandingan Euro 2024 melawan Inggris.
Insiden ini mencuat akibat aksi suporter yang dinilai melanggar aturan selama dan setelah pertandingan yang berlangsung pada Minggu (15/6).
Dalam pernyataannya yang dikutip dari AFP, UEFA menjelaskan bahwa tuduhan terhadap FSS mencakup pelemparan benda dan penyebaran pesan provokatif yang tidak pantas untuk acara olahraga.
UEFA CEDB akan mengkaji dan memutuskan masalah ini dalam waktu yang akan datang.
Baca Juga: Vicenzo Montella, Targetkan Kemenangan Melawan Georgia di Euro 2024
Tanggapan dari Kosovo dan Serbia
Selain itu, pertandingan tersebut juga diwarnai dengan saling tuduh antara pihak Kosovo dan Serbia. Kedua pihak mengajukan keluhan kepada UEFA terkait insiden yang terjadi selama pertandingan.
Menurut pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Kosovo (FFK), pendukung Serbia terlihat mengibarkan bendera dan menyanyikan slogan-slogan dengan pesan politik, chauvinistik, dan rasis terhadap Kosovo.
FFK menyebut tindakan ini sebagai penyampaian pesan yang tidak masuk akal dan menyerukan tindakan disipliner yang ketat terhadap Asosiasi Sepak Bola Serbia.
Mereka juga menambahkan bahwa Serbia adalah pelanggar berulang dalam kasus-kasus semacam ini.
Baca Juga: Lonjakan Penumpang KA Arus Balik Liburan Idul Adha 2024: KAI Catat Peningkatan Signifikan
Sebaliknya, Serbia menyatakan bahwa seorang jurnalis Kosovo diduga membuat tanda nasionalis Albania selama pertandingan, yang memperburuk situasi.
Latar Belakang Konflik Serbia dan Kosovo
Hubungan antara Serbia dan Kosovo memang telah lama tegang, dan ketegangan ini sering kali meluas ke dunia olahraga.
Konflik ini berawal dari perang pada akhir tahun 1990-an antara pemberontak etnis Albania yang menginginkan kemerdekaan Kosovo dan pasukan Serbia, yang menewaskan sekitar 13.000 orang, sebagian besar dari etnis Albania.
Pada tahun 2008, Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia, yang hingga kini tidak diakui oleh Beograd.
Meskipun begitu, Kosovo telah diakui oleh sekitar 100 negara dan berhasil menjadi anggota penuh UEFA dan FIFA pada tahun 2016. Namun, dalam gelaran Euro 2024 kali ini, Kosovo gagal lolos.
Konsekuensi dan Tindakan Lanjut
UEFA, sebagai badan pengatur sepak bola di Eropa, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap pertandingan berlangsung dalam suasana yang fair dan bebas dari tindakan provokatif atau rasis. Penyelidikan ini diharapkan akan menghasilkan keputusan yang adil dan menegaskan komitmen UEFA terhadap integritas dalam olahraga.
Highlights:
- Penyelidikan Disipliner: UEFA meluncurkan penyelidikan terhadap Asosiasi Sepak Bola Serbia atas dugaan perilaku tidak pantas oleh suporter.
- Keluhan Ganda: Pihak Kosovo dan Serbia saling mengajukan keluhan terkait insiden selama pertandingan.
- Latar Belakang Konflik: Hubungan tegang antara Serbia dan Kosovo mencerminkan sejarah konflik panjang yang melibatkan kedua negara.
Apa Berikutnya?
CEDB UEFA akan mengevaluasi bukti dan membuat keputusan yang dapat mencakup denda, larangan, atau tindakan lain yang dianggap perlu untuk menjaga integritas sepak bola. Semua pihak yang terlibat diharapkan dapat menghormati proses ini dan bekerja menuju penyelesaian yang konstruktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









