Jateng

Tanpa Gol, Tanpa Kemenangan: Kisah Pilu Australia U-23 di Qatar

Afri Rismoko | 22 April 2024, 12:00 WIB
Tanpa Gol, Tanpa Kemenangan: Kisah Pilu Australia U-23 di Qatar

AKURAT.CO, Timnas Australia U-23, di bawah asuhan Tony Vidmar, harus angkat kaki dari Piala Asia AFC U-23 Qatar 2024™ pada hari Minggu setelah hanya meraih hasil imbang 0-0 dengan Qatar, yang sudah memastikan posisi sebagai juara grup.

Hasil ini membuat Australia gagal lolos ke babak selanjutnya dan menyia-nyiakan kesempatan untuk kualifikasi Olimpiade berturut-turut setelah tampil di Tokyo tiga tahun lalu.

Dengan hanya mengumpulkan satu poin dari pertandingan Grup A sebelumnya melawan Yordania dan Indonesia, harapan Australia tergantung tipis.

Baca Juga: Mengakui Kekalahan, Pelatih Yordania: Puji Penampilan Indonesia

Australia membutuhkan kemenangan dan berharap Yordania mengalahkan Indonesia, tetapi harapan tersebut pupus ketika Indonesia menang 4-1 atas Yordania, yang secara otomatis mengeliminasi kesempatan Australia untuk maju meskipun mereka bisa meraih kemenangan pertama di kompetisi ini.

Qatar, yang telah memastikan kelolosannya dengan dua kemenangan berturut-turut, tampak akan meraih kemenangan ketiga ketika Mohamed Manai mengarahkan bola ke gawang di menit keempat.

Manai kembali mendekati gol di menit ke-13 dengan tendangan melengkung yang melebar tipis di atas mistar gawang.

Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik M4.9 Dirasakan di Cilacap dan Sebagian Wilayah Jawa Tengah dan DIY

Namun, seiring berjalannya waktu, Australia yang lebih sering mendominasi. Jacob Italiano memimpin serangan dari tengah lapangan dan memberikan bola kepada Rhys Youlley, yang tendangan rendahnya ditepis oleh Ali Korayem.

Beberapa menit kemudian, umpan silang menarik Jacob Farrell menyebabkan Jordan Courtney-Perkins dan Mohamed Toure terpaku di tempatnya.

Italiano kemudian membuang peluang dengan melepaskan tembakan yang tinggi di atas mistar menjelang akhir babak pertama, dan pada masa injury time, kapten tim memberikan umpan silang yang disundul Nicolas Milanovic melintasi gawang.

Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan 4.9 SR Guncang Laut Tenggara Cilacap, Terasa Hingga Pangandaran dan Ciamis

Australia terus mendominasi setelah jeda, dengan Brook mengirim bola melebar di atas mistar dan Alexandar Popovic mengalihkan bola ke arah yang aman dengan sundulan bertahan.

Australia terus mengalami frustrasi, puncaknya ketika upaya Keegan Jelicic pada menit ke-75 ditepis Ali Korayem ke tiang gawang.

Itulah kesempatan terdekat yang didapatkan Australia untuk mencetak gol, dan hasil ini berarti mereka pulang dengan kekecewaan mendalam.

Meskipun gagal melaju dari babak grup di Piala Asia U-23 Qatar 2024™, pelatih Timnas Australia U-23, Tony Vidmar, menyatakan kebanggaan terhadap penampilan dan upaya timnya selama turnamen.

"Ya, sangat bangga dengan tim," ujarnya, "tentang cara mereka bermain dan tampil."

Baca Juga: Bos PSIS Bakal Berikan Bonus Rp 1 Miliar Jika Para Pemain Sapu Bersih Poin Sempurna Dalam 3 Laga Terakhir

Australia, yang tidak berhasil mencetak gol selama turnamen, tetap menciptakan banyak peluang.

Vidmar mengakui bahwa meski hasilnya kurang memuaskan, pengalaman yang diperoleh pemainnya tidak ternilai.

"Mereka menciptakan banyak peluang, tapi itulah cerita kami," tambahnya, menyoroti tantangan yang dihadapi timnya.

Baca Juga: PSIS Terlempar ke Posisi ke-6 Klasemen Liga 1, Panser Biru Bakal Boikot Pertandingan Kontra Rans

Lebih lanjut, Vidmar menekankan nilai pengalaman yang diperoleh para pemainnya, banyak di antara mereka yang untuk pertama kalinya tampil di panggung seperti Piala Asia.

"Banyak pemain kami mendapatkan begitu banyak pengalaman di sebuah turnamen," katanya.

"Ini adalah pertama kalinya bagi banyak pemain kami tampil di Piala Asia, jadi untuk keuntungan jangka panjang, ini akan sangat bagus bagi kami."

Baca Juga: Bye-Bye Pihak Ketiga, Pemkot Semarang Tunjuk PSIS Jadi 'Sang Penguasa' Stadion Citarum

Vidmar juga optimis tentang masa depan pemain-pemain ini, yang menurutnya akan membawa pelajaran berharga dari turnamen ini dan menerapkannya di masa depan, terutama dalam persiapan untuk Piala Asia berikutnya di Saudi.

"Banyak dari pemain ini akan terus bermain dalam dua tahun ke depan untuk Piala Asia berikutnya di Saudi," jelasnya.

Menurut Vidmar, bermain di Asia memberikan jenis tantangan dan pelajaran yang berbeda yang sangat berharga bagi para pemain muda Australia.

"Itulah mengapa sebagai negara kami bermain di Asia, karena jenis sepak bola ini adalah hal baru bagi banyak pemain, dan keuntungan jangka panjang kami adalah bagi para pemain tim nasional," pungkas Vidmar, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan sepak bola Australia di tingkat internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A