PMI Grobogan Dirikan Dapur Umum Untuk Korban Banjir Grobogan, 1350 Nasi Bungkus Dibagikan

AKURAT.CO, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan membuka Layanan Dapur Umum untuk memasok makanan bagi masyarakat yang terdampak Bencana Alam Banjir Grobogan akibat Luapan Sungai Lusi di Kecamatan Purwodadi yang terjadi pada 6 Februari 2024.
Banjir akibat luapan sungai ini melanda di wilayah Kecamatan Purwodadi mengakibatkan di beberapa kelurahan yang menyebabkan rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.
PMI Kabupaten Grobogan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan membantu Pelayanan Dapur Umum untuk masyarakat yang terdampak Bencana Alam Banjir luapan sungai.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Keagungan Masjid Agung Surakarta: Masjid Peninggalan Kerajaan Mataram
Layanan Dapur Umum didirikan di Markas PMI Kabupaten Grrobogan yang terletak di Jalan Piere Tendean No. 5 a Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan dengan jumlah 34 personil PMI Kabupaten Grobogan yang terdiri dari Pengurus, Staf, dan Relawan dengan mendistribusikan sebanyak 1.350 Nasi Bungkus.
Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Moh Sumarsono menyampaikan bahwa Pelayanan Dapur Umum PMI Kabupaten Grobogan merupakan salah satu tugas PMI menjalankan tugas sosial kemanusiaan di bidang Bencana Alam dalam rangka membantu meringankan masyarakat di wilayah Kecamatan Purwodadi yang mengalami Bencana Alam Banjir.
"Selain itu, juga saya berterimakasih kepada semua unsur yang terlibat penyaluran bantuan nasi bungkus kepada masyarakat sekitar," ujarnya.
Baca Juga: KAI Daop 4 Semarang Siapkan 86 Ribu Tempat Duduk Untuk Libur Isra Miraj dan Cuti Imlek
Kasi Pelayanan Masyarakat Gesit, Kami juga menginformasikan sebelumnya sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk penyaluran nasi bungkus kepada warga yang terdampak bencana Banjir ini.
"Terima Kasih BPBD sudah suport bahan makanan untuk dapur umum PMI," ungkapnya.
Ketua RW Kebondalem, Moh Amin menambahkan bantuan berupa nasi bungkus tersebut sangat bermanfaat bagi warga setempat, karena sampai sore hari air masih menggenangi rumah warga, sehingga bisa bermanfaat untuk memasok makanan untuk warga.
Baca Juga: Masjid Raya Al Muttaqun: Menyatu dalam Kebesaran Sejarah dan Kebanggaan Klaten
"Selain itu, saya berharap adanya bantuan berupa alat kebersihan untuk membantu masyarakat membersihkan endapan sisa lumpur di wilayah kami," pintanya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'







